Zanta langsung menuruni tangga menuju kantin di lantai 2 saat dirinya menyadari sekarang sudah jam istirahat, tentu saja untuk berkumpul bersama empat temannya. Dan benar saja Fasan, Melky, Bram, dan Lexan sudah ada di meja sudut biasa.
"Yaelah, nih anak lama banget." sambut Bram melihat Zanta yang baru datang dan langsung duduk di samping Melky. "Apaan sih, sewot lu." jawab Zanta yang langsung menoyor kepala Bram. Memang Zanta memiliki sikap dingin, tapi itu hanya di hadapan para Wanita genit yang selalu ingin mendekatinya. Sedangkan di hadapan sahabat-sahabatnya ini, jangan ditanya dia benar benar berbeda.
"Bolos lagi ya Lo? Malah basah lagi." kali ini Lexan.
"Yaiyalah, kaya kagak tau si Zanta aja lu!" Fasan yang merupakan teman Sekelas Zanta menjawab kemudian menyedot jus pokat yang ada di depannya.
"Berisik amat lu pada, ga liat gua lagi ngerjain nih soal." Sambung Melky yang matanya masih fokus ke buku fisika di hadapannya.
"Yaelah nih Anak!" Bram langsung menutup buku Melky dan meletakkan jauh-jauh buku itu darinya supaya Ia tak lagi fokus pada bukunya.
Yang lain pun tertawa melihat ekspresi Melky yang terlihat kesal karena buku nya diambil. Mereka melanjutkan percakapan dengan banyak topik. Tapi tidak dengan Zanta yang sejak tadi senyum-senyum sendiri mengingat gadis berkacamata di atap. Pertama kali bertemu dengan sikap yang belum pernah Ia temui, karena jika wanita lain pasti sudah langsung merayunya.
Zanta terus tersenyum mengingat penampilan kuno gadis tadi, rambut pendek, kacamata bulat, kulit putih, ditambah tubuh pendeknya yang hanya sedikit lebih tinggi dari siku tangannya. Rok dibawah lutut di saat zamam sekarang anak sekolahan pada berlomba memakai rok di atas lutut. Penampilan yang menurut Zanta benar benar jarang ditemui di sekolahnya ini, bukan jarang tapi bahkan tidak pernah.
"Woy! Kenapa lu!" Sampai akhirnya Fasan menyadarkan lamunannya dengan memukul kepala Zanta.
"Senyam senyum mulu. Udah kayak orang gila aja, liat nih bego." Lexan menyodorkan Hp nya pas ke depan wajah Zanta sebagai tanda agar Zanta melihat wajah anehnya saat ini.
"Palingan juga baru abis datang bulan." sambung Melky.
"Datang bulan pala lu peang, kapan gue senyum-senyum sendiri? Yakan, Mas Bram?" Zanta merangkul bahu Bram karna hanya Bram yang tak menggubris keanehan Zanta.
"Eh, eh, gua duluan ya. Biasalah.." Tanpa menanggapi Zanta tiba tiba Bram berdiri setelah melihat ke layar ponselnya dan pergi dengan cengiran khasnya.
"Dasar bucin Lo! " Teriak Zanta. Sedangkan yang lain hanya ber-sweet drop ria melihat kepergian Bram yang berjalan pergi dengan wajah berserinya. Mereka sudah tau pasti Bram ke Taman sekolah untuk bertemu dengan kekasihnya, Cinta.
Sama seperti Bram yang merupakan seorang model, Cinta pun juga seorang model. Mereka sering sekali menjadi model couple sampai akhirnya merekasaling jatuh cinta satu sama lain. Satu sekolah pastinya sudah tau soal itu. Mereka benar benar pasangan serasi yang sering dijulukin Couple Goals. Ditambah keduanya sering membuat video bersama dan mengupload nya di YouTube.
*********
Bel berbunyi menandakan pulang sudah tiba. Kini hujan sudah berhenti. Para murid langsung berhamburan membuat sekolah dipenuhi Orang-orang yang berjalan menuju gerbang sekolah. Termasuk Zanta dan Fasan yang keluar kelas bersamaan dan menuju ke parkiran tempat mobilnya diparkir. Di parkiran sudah ada Lexan, Bram, dan Cinta. Mobil mereka diparkir di tempat yang berdekatan karena terkadang mereka datang bersama.
"Kok cuma lo berdua, Melky mana?" tanya Fasan.
"Dia udah pergi duluan, katanya mau cari buku entah apalah namanya, lupa." Sambung Bram yang diikuti anggukan Cinta di sampingnya.
"Emang tuh anak gabisa lepas dari buku kali ya?" Balas Fasan.
"Emang lu bisa lepas dari basket?" Sindir Lexan yang dibalas dengan cengiran oleh Fasan.
"Eh, gue duluan ya. Entar malam di Cafe biasa kan?" Zanta berlalu memasuki mobil dan langsung pergi setelah membunyikan klaksonnya sebagai tanda kalau dia duluan.
"Tumben amat si Zanta." Ucap Cinta dan dibalas dengan delikan bahu tak acuh oleh Bram, Lexan, dan Fasan. Memang saat pulang sekolah Zanta's geng disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Mereka akan kembali berkumpul bersama di malam hari paling cepat jam 7 selepas waktu maghrib.
Fasan yang berlatih basket, Lexan nge-gym karna cita-citanya yang menjadi AL, Bram sibuk photoshoot dan terkadang menyempatkan kencannya, serta Melky yang selalu ingin tau tentang pelajaran dan disibukkan dengan Lesnya.
Kesibukan Zanta? Sebenarnya Zanta tak memiliki kesibukan apapun. Bermain game, tiduran tidak jelas, sesekali berenang sendirian, terkadang juga ikut nge-gym bersama Lexan.
Alasan kenapa Zanta pulang duluan karena dirinya melihat sosok Wanita yang sejak pagi tadi terus berada di pikirannya. Khila. Wanita itu baru saja keluar gerbang sekolah. Zanta mengikuti Wanita itu dengan mobilnya. Dilihatnya Khila yang masih berjalan di pinggiran.
"Mau kemana dia? Jalan sendirian?" Gumam Zanta yang memperlambat jalan mobilnya mengikuti Khila dari belakang.
Wanita itu berjalan ke arah halte, Zanta menghentikan mobilnya. "Lah, Dia naik bus?" Dilihatnya ada genangan air pas di depan Khila menunggu bus. Tersenyum miring, kemudian Pria itu langsung meng-gas mobilnya. Betapa terkejutnya Khila saat cipratan air mengenai rok dan sepatunya akibat sebuah mobil hitam yang melaju cepat melewati genangan air di depannya. Mobil itu berhenti kemudian mundur hingga berhenti lagi tepat di depan Khila.
"Hai, ketemu lagi." Wanita berambut pendek itu menatap tak percaya ke arah Zanta yang baru saja membuka kaca mobilnya. "Sorry ya, gue sengaja." Dengan senyum puasnya Zanta kembali menutup kaca mobilnya dan langsung pergi, meninggalkan Khila yang langsung sibuk membersihkan roknya.
***