Malam itu Jarot berjalan lunglai menyusuri jalanan gang dipinggiran kota,otaknya beku serasa tumpul tidak bisa berfikir jernih.
"Yaa Tuhaan,,harus bagaimana lagi,aku melangkahkan kaki ini?hatinya berbisik,,
Suara adzan berkumandang,membuyarkan lamunannya,ia pun melangkah mencari suara adzan yang merdu itu
" Mungkin sebaiknya aku berdoa dulu,memohon petunjukNYA,kata hatinya."
Ia pun melangkah gontai dan akhirnya sampailah dia di Masjid yang megah,ia pun berwudhu dan kemudian menjalankan shalat isyak yang lama telah ia tinggalkan..
Selesai shalat dan berdoa, ia pun duduk duduk di bawah pohon depan masjid.
Tiba tiba handphone nya berbunyi...
"Halooo,,,?" siapa ya,,,?"
"Haloo juga,,,bener ini Jarot?" kata suara yang sepertinya tak asing.
"Bener,,ini siapa ya?" kok tahu nomer handphone saya?" Jarot kembali bertanya.
"Saya Adi,,,temen sekolahmu dulu di SMK?kata ia mengusik ingatannya,,,
" Ooooo,,,Adiii,,,,halooo,gimana kabarmu?dimana ini?
"Aku di kota S,dapat nomermu dari temen alumni lah,,hehehe,,"
"Wahhh,,kebetulan aku juga dikota S,ini lagi santai santai depan Masjid?"
"Ha ha ha,sejak kapan kamu jadi alim kayak gitu?" Rottt,,
"Hemmm,lagi pusing ini terdampar disini,mau merubah nasib aja,,"
"Ooo,,baguslah,,kita ketemuan ya?kamu beritahu alamat kamu lagi dimana ini,aku jemput kamu,kita ngobrol saja dirumah,,,"
"Ok,di,,tapi?"
"Tapi,apa Rot,jangan gitulah,pokoknya hilangkan rasa sungkanmu,nanti kamu ceritain semuanya ya?"
"Baiklah,,,Dii,,"
Jarot pun menutup handphonnya ,lalu mengetik alamat Masjid,tempat ia beristirahat..
_____________,,,,___________,,,,________,,
Rumah Adi tidak terlalu jauh ternyata dari Masjid tadi,sekitar 20 menitan sudah sampai dirumahnya.
Tidak terlalu mewah,namun asri,indah rumahnya...
Setelah masuk mereka pun ngobrol panjang lebar sambil merokok dan ngopi,sesekali tertawa berdua sambil mengenang masa lalu disekolahnya.
"Hemmm,,kamu tu Rott,hanya masalah wanita saja sampai pergi dari rumah."
"Soalnya aku sangat serius Di,dan aku bener bener memcintainya,"
"Kamu tahu kan,aku kalau sudah sayang sama seseorang,tak kan ku biarkan dia pergi dalam hati dan kehidupan ku."
"Tenanglah,kamu tinggal dirumahku dulu,besok aku carikan pekerjaan seperti yang kamu ceritakan tadi,yang penting kamu harus bisa move on,okeyy?"
"Terimakasih yaa Dii,ternyata kamu tidak berubah,masih sahabat ku yang dulu,,"
"Hee heeh,jangan begitulah Rott,pokoknya kamu tinggal disini saja,besok aku carikan kerja,biar kamu ada kesibukan sesuai keahlianmu,,,"
"Ada kok aku kenalan bengkel yang cukup besar juga dikota ini,pemiliknya sahabat bokapku,siapa tahu dia masih butuh mekanik handal kayak kamu"
"Thanks,ya Dii,,"
"Okay,,,Rot,,"
Mereka pun melanjutkan obrolan sampai larut malam,dalam hati Jarot bersyukur,ternyata Tuhan cepat sekali mendengar doa nya.