Setelah dibantu Adi,akhirnya Jarot dapat bekerja juga dibengkel sepeda motor dan ia khusus menangani sepeda motor khusus modifikasi sesuai keahliannya karena dulu waktu didesa ia sudah punya pengalaman dalam hal otak atik motor milik teman ataupun tetangganya yang inigin dimodifikasi.Pak Bayu pemilik bengkel juga sangat humble perhatian juga sama dirinya.Dan mekanik mekanik karyawan disitu bisa diajak kerja sama juga.Hasilnya juga lumayan diisamping ada gaji pokok ada tambahan bagi motor yang ia tangani untuk minta di modifikasi,cukuplah untuk biaya hidupnya sehari2 bahkan dia bisa menabung sedikit dikit.Untuk keperluan dirumah Adi untuk bayar listrik dan air dan lain lain orangtua Adi tidak mau ia bantu membayarnya, namun dalam hatinya Jarot suatu saat membalas budi kebaikan keluarga Adi yang mau menampungnya di kota S ini.
"Haiii,,jangan melamun?" sapa Wuri ,ia adalah karyawati dibengkel tempat ia kerja.
"Nggaklah...wur,cuma sedikit capek aja."
"Gimana nanti malam ada acara nggak Mas Jarot?"
"Ehmmm,,,kayaknya nggak ada acara nanti malam."
"Emangnya mau ngajak kemana?"
"Anu,,temenku kan Ulang Tahun,jadi aku mau ngajak Mas dateng ke pesta ulang tahunnya?"
"Gimana,,,bisa kan,Mas?"
"Okeyy,,dech bisa kok,tapi jemput aku ya ,,?" Maklum disini aku cuma ngikut numpang dirumah temen."
"Iya ,,dech ,,,,nanti pukul 20.00 aku jemput ."
"Aku duluan pulang ya Mas Jarot?"
Sambil berlalu dan senyum manisnya,,yang membuat Jarot terkesima.Namun ia segera menepis perasaan itu,karena ia masih belum bisa melupakan wanita yang dulu ia cintai .
Setelah Wuri berlalu pulang,ia segera membersihkan ruang bengkelnya dan berkemas pulang.
##################################
Setelah dirumah ia bersiap diri untuk menunggu Wuri.Tapi kok belum datang juga katanya jam 20.00 mau jemput.
"Hoiiii,,,,Rott?" teriak Adi sohibnya.
"Cieee,,,mau kencan kemana sudah rapi dan wangi malam malam gini?"
"Kok gak ngajak ngajak kalau mau pesta?'
" Ah,,kamu ini Dii,,,nungguin temen mau jemput,katanya mau nemenin undang ulang tahun sahabtnya."
"Ehhh,,pasti cewek yaa,,yang mau jemput kamu itu?"
"Kamu kok tahu Di,aku mau pergi dengan cewek?
" Iya tahulah,,,muka dan gelagatmu dari tadi aku amati."
"Ah,,kamu ini Dii,,bisa aja,aku biasa aja,,,dan Wuri ini hanya temen kerja aja,kebetulan di bengkel ia akrab denganku,,dan sudah aku anghap adik sendiri bukan siapa siapa?" Jarot berdalih dan ia menyalakan rokok nya dan ia hembuskan kuat kuat,,,ke muka sahabatnya itu
"Oooo,,Wuri namanya,pasti cantik dan seksi cewek itu ",kata Adi,,sambil menghindari asap rokok sohibnya itu
" Yaaa,,begitulah,,,baik orangnya tidak sombong mudah akrab dengan siapa saja."
"Termasuk dengan pelanggan juga cepet sekali dia akrab,,,pantesan bagaimanapun caranya yang penting Wuri tetap dipertahankan di bengkel.
"Yaa..membawa hoki di dibengkel,begitu kata Pak Bayu."
"Owww,,,sip dech,gak percuma aku aku kenalin sama Pak Bayu dirimu,hingga kamu bisa akrab dengan Wuri karyawati terbaiknya."canda Adi
"Gak lah Di,,,biasa saja aku dengannya,sebatas temen kerja aja lah."
"Iyaa,,iya dech,,,,tapi kan gak apa apa kamu temenan sama dia,atau pacaran sama dia?" goda Adi ,,,sekali lagi,sambil ia melirik sohibnya ,,
"Kan dapat mengobati hatimu itu,yang gersang setelah sekian lama menyendiri?"
Jarot menyikut Adi,, sambil berkata
"Ah,,kamu ini goda aku terus,,,dibilangin cuma temen biasa saja."
"Ha ha ha?"....sambil berlalu kedalam Adi tertawa.
Iya deh,,,itu tuh,,,sudah dateng yang kamu tunggu tunggu."
"Ingat jangan malam malam ya,,,pulangnya?"
"Disini berlaku jam malam lho?" goda Adi...
"Ok,,,sobbbb?" Jarot pun segera menyambut Wuri dihalaman rumah.Ia tidak keluar dari mobilnya hanya melambaikan tangannya.
"Maaf yaa Mas Jarot,,lama nunggunya,maklum macet dijalan."
"Gak apa apa Wur?" santai aja kata Jarot.
"Itu Adi ya,,yang pernah kamu ceritain ke aku." Sambil Wuri menstarter mobilnya.
"Iya,,,Adi sahabat sekaligus seperti keluarga aku di kota ini.Sangat baik sekali,,begitu pula papa mamanya."kata Jarot.
" Beruntung sekali kamu Mas?'kata Wuri.
"Iya,Alhamdulillah,,, setelah terdampar dikota ini,ada malaikat penolong yang membantuku."
"Tuhan memang Maha Tahu kesulitan hambanya."
"Iya....Mas Jarot?"Bersyukur lah...
" Ternyata masih banyak orang orang baik didunia ini,bahkan dikota ini yang kamu sendiri, keadaan kota ini kayak gimana." Wuri berkata sambil klakson mobil didepannya.
"Yappp...selalu lah aku bersyukur dan suatu saat aku pasti akan membalas kebaikan keluarga Adi."
"Ehh kamu belum kenalan kan dwngannya? kapan kapan kalau kamu ada waktu mainlah,aku kenalin."
"Iya,,Mas,kapan kapan aku main kerumah,maaf tadi buru buru jadi ndak sempet...turun dari mobil,",kata Wuri.
Setelah perjalanan sejaman sampailah mereka dirumah sahabat nya Wuri,dan audah banyak juga temen temen yang lain datang.
" Haiiii....Wuri iiii....terimakasih sudah dateng?sapa Dinda sohibnya yang ulang tahun.
Anggun dan cantik Dinda ini,rambutnya ikal disemir kemerahan dibalut gaun kuning keemasan membalut tubuhnya yang tinggi semampai.
"Haii,,Dinda,selamat ultah ya?"sapa Wur
Sambil merangkul dan cipika cipik mereka.
" Semoga sehat,panjang umur,dan ketemu jodohmu?"
"Aamiin,,aamiin makasih ya doanya?" sambut Dinda sambil senyum yang membuat Jarot terkesima.
"Ehh,,ini kenalin ,Mas Jarot?"
Jarot pun mengulurkan tangannya ke Dinda.
"Jarot,,,?" disambut tangan Dinda,ia merasakan lembut sekali tangannya.
"Dinda..?" bibir mungil itu berkata.
Mereka pun bertatapan mata dan saling tersenyum tipis,membuat Jarot tak kuasa berkata kata,namun ia segera menepis semuanya.
"Met ,,ultah ya Din,sukses selalu?"
"Iya Mas,makasih sudah datang dengan Wuri."
"Mari masuk kedalam,,?" kata Dinda
Dan mereka berdua masuk kerumah Dinda,yang sudah dihias untuk pesta ulang tahun.Banyak juga sahabat Dinda yang datang,yang rata rata teman sekolah dulu di SMA.
Setelah beramah tamah dan berkenalan dengan sahabat dan keluarga nya,Jarot memilih duduk di sudut ruang di sofa empuk sambil minum soft drink yang disediakan.
Harum,dingin dan wangi sekali rumah Dinda bikin betah saja duduk disini kata hati Jarot.
Sambil menikmati,,soft drink,Jarot menyalakan rokoknya.
Tak sengaja ia seperti melihat sosok wanita yang sangat anggun diruang disudut ruang bersama pria dan ia sangat mengenalnya....
Yaaa...Siska....
Wanita yang telah meluluh lantakan hatinya dan meninggalkannya begitu saja bersama pria lain,disaat hati nya sedang sayang dan mencintainya.
Tiba tiba hati Jarot mendidih,ingin dia mengahampiri Siska yang sedang tertawa tawa dengan pria lain
Bagaiman Siska bisa disini?bisik hati Jarot.
Namun Jarot mengurungkan niatnya dan ia menahan perasaan emosinya.
_____________________________________________
Dengan hati yang kesal berkecemauk perasaannya didada Jarot menyelinap keluar,menuju kolam renang dibelakang rumah.
Kenangan masa lalu bersama Siska muncul bak siluet siluet nyata kembali hadir dihadapannya. ...
Jarot hembuskan asap rokoknya kuat kuat hingga buyar hilang bayangan masa lalu yang indah bersama Siska.Sampai tidak sadar Wuri memanggil manggil namanya dari jauh...
"Mas...mass,,kenapa menyendiri disini?" kata Wuri
"Ah ...apa apa Wur,kamu kedalam dulu,aku disini dulu,,pengen berenang nanti."Sambil senyum masam pada Wuri.
Ia berusaha menyembunyikan perasaannya terhadap Wuri,dan tak ingin yang dirasakannya diketuhi oleh nya.
" Oke..dech Mas,aku ke dalam dulu ya,pestanya baru mau mulai,,,?"
"Nanti kalu butuh makam minum tinggal ambil saja ya ke dalam,santai saja?"
"Ok ..Wur,..makasih aku ndak lapar."
Setelah Wuri kedalam,Jarot hanya termangu mangu sambil memandang bulan meredup diatas langit,tampak seperti perasaan Jarot malam ini.
Ia meraba handphone nya dan mengetik pesan pada Wuri,dia tunggu saja di mobilnya.Agak pusing kepala pesan Jarot .
Lalu dengan hati2 ia menyelinap keluar,agar Siska tidak melihatnya,agar semua tidak runyam karena ia jauh jauh ke kota S ini ingin mengubur masa lalunya dalam dalam.
Sampai di mobil ia mengempaskan tubuhnya,dan merebahkan kepalanya dijok mobil.Sedikit lega hatinya....
Namun tak seberapa lama,sayup terdengar tertawa kecil dan suara pria yang berjalan menuju ke arah parkiran mobil,dan Jarot sangat mengenal suara itu yaa suara Siska,,,
Jarot menunduk agar mereka tidak mengetahui,..setelah mobil yang ditumpangi mereka keluar area parkir,Jarot keluar dari mobil sambil memandang mobil yang pelan pelan hilang keluar rumah Dinda.
Masih bertanya tanya hati Jarot,bagaimana bisa ia melihat Siska disini...ahhhh sangat menyebalkan,,sambil ia masuk kembali kemobil.
Hampir sejam dia menunggu Wuri dimobil sambil terlelap,dan dia tidak merasa kalau Wuri sudah didalam mobil dan keluar dari parkir halamam rumahnya Dinda.
Jarot terbangun,karena kaget mobil direm mendadak.
"Maaf...Mas Jarot,tak sengaja aku injak rem,karena mobil didepan tiba tiba berhenti mendadak."
"Ohhh,,,tertidur ternyata aku rupanya,ndak apa apa Dinda ,aku yang minta maaf,karena kepalaku pusing tiba tiba tadi,jadi aku tiduran di mobil."
Ia sedikit berbohong pada Wuri.
"Ada apa sih Mas,tadi Dinda nanya nanya lho,kok Mas Jarot tidak ikut makan makan."
"Maaf...ya Wur,jadi gak enak hati aku sama temen mu?"
"Gak..apa apa sih Mas,aku sudah bilang kok sama Dinda kalau tiba tiba kepalamu sedikit pusing tadi."
"Tapi...perasaanku,kamu bohong sih Mas,ada apa sih sebenarnya?" tanya Wuri,ingin tahu.
Jarot masih diam membisu ketika ditanya hal itu,namun ia masih tidak mau menceritakannya.
"Sudah lah Wur,kapan kapan saja kalau sudah tenang hatiku."
"Lhooohhh,,,bener kan kata hatiku..,,Mas Jarot bohong kan?"
"Maaf yaa Wur,aku janji dech laen waktu akan kuceritakan semuanya padamu."
"Baiklah ...Mas,kalau memang saat ini tidak tepat,Mas kan sudah kuanggap kakak ku sendiri,jadi aku tidak ingin ada yang ditutup tutupi diantara kita.
Pelan mobil Wuri meluncur kejalanan yang sedikit ramai malam itu,cuaca agak dingin dan bulan pun masih terlihat redup......
___________________ _______ _______________