Seteleh selesai Jarot bersih bersih bengkel sore itu,ia bergegas untuk pulang.Namun Wuri mengikutinya ,
"Mas....kita makan dulu yukk,,aku yang traktir?" pinta Wuri.
"Oke,,boleh boleh..." kata Jarot.
"Enaknya dimana nih,Mas...didepan itu aja ya?ada kafe kita kesana aja?"
"Ok dech...terserah kamu saja" kata Jarot
Mereka pun segera ke seberang jalan menuju kafe.Kebetulan sore itu baru buka,sehingga belum ada pengunjung.Mereka lalu menuju kepojok kafe dan Wuri memesan minuman dan makanan kecil.
"Pasti...kamu mau nanyain soal malam itu,iya kan Wur?"
"Hehehe....Mas Jarot,,tahu aja pikiranku....eeh diminum dong Mas black coffe nya,sambil cerita ya?" Aku mau dengerin deh,,kok bisa malam itu Mas Jarot keluar begitu saja diacara Ultah temenku Dinda."
"Iya..Wur,spontan saja...itu?"
Lalu Jarot menceritakan semuanya kepada Wuri,bahwa malam itu ia melihat kekasihnya yang sebenarnya ia mau nikahi.Namun tanpa sebab ia pergi begitu saja dan ia mendengar kalau ia menikah dengan pria yang lain.
Hancur sudahlah perasaan Jarot saat itu setelah hampir 3 tahun berjalan ia ditinggalkan begitu saja tanpa sebab yang jelas.
Wuri pun hanya diam mendengarkan semua yang diceritakan sesekali ia manggut manggut dan ia pun ikut terbawa perasaan Jarot.
"Oo...jadi begitu..ceritanya Mas?" Tapi kok malam itu tidak kamu datengin saja kekasihmu itu Mas?"
"Iya..sih,tapi aku tak ingin merusak suasana pesta temenmu itu,kan gak enak saja,kalau tiba tiba aku nimbrung terus kalau aku bisa menahan emosi,kalau tidak?wahhh...bisa berantem aku sama pria disampingnya itu."
"Hemmm....iya Mas,aku mengerti,tapi saat ini Mas Jarot harus bisa dong melupakannya yaaa...pelan pelan sih nanti lama lama juga bisa."
"Sebenarnya sudah bisa aku Wur,namun yaa itu tak sengaja aku melihat mereka jadi membuka luka lama hati ku."
"Jadi Mas Jarot pergi dari kampung itu cuma masalah itu?" Ha..ha... ha.. ternyata Mas ku yang satu ini mudah rapuh hatinya,hanya karena cewek."Wuri meledek.
"Ahh,,sialan kamu Wur,malah ngledek orangtua?" gerutu Jarot.
"Maaf...maaf Mas kuuu,hhhehehehe,pokoknya harus move on lah mulai detik ini saat ini,dan kalau saranku sih,harus saatnya membuka lembaran baru?"
"Lembaran baru,gimana Wur?"Dunia ini sempit sekali ternyata,ku kira aku ke kota ini bisa melupakannya,eee....lha kok berjumpa dia."
"Hemmm...menyebalkan..!"
"Pelan pelan sih Mas,yaa mulai saat ini Mas Jarot bisa membuka diri kepada wanita yang mau mengenal Mas Jarot,gitu?"
"Belum,,kesana Wur...aku masih belum bisa,untuk saat ini...?" Masih terlalu sakit patah hati ini.Bisa juga sih aku mencari kesenangan sesaat,untuk melupakan semua itu tapi bukan cara yang terbaik dan itu bukan keinginanku."
"Iya..Mas Jarot,tetap semangat ya...?" Semoga tak lama hati Mas Jarot dapat obatnya,he he he?" Wuri meringissss....
"Ahhh..kamu itu bisa aja,sering lihat telenovela ya?Hhahah ha,belum pernah ngerasain sih patah hati itu gimana?"
"Ehhhh,jangan lah Mas?Wuri,,cepat menyahut.Dalam kamus hidupku semua harus jelas dan terbuka semuanya,gitu Mas....?"
"Hemmm...iya deh,btw sudah hampir malam nih,,kita pulang yukkk,,,nanti kemalaman kalau asyik ngobrol nya." Makasih ya ..traktirannya,kapan kapan gantian aku yang nraktir?"
"Santai Masss....yang Mas Jarot kakakku ini sudah legaaa hatinya dan semangat lagi....?Okeyyyyyy.....?" Senyummm dong....?"
Jarot pun hanya tersenyum ,dan setelah membayar minuman dan makanan meteka pun pergi.
Jarot bersyukur di kota S ini,ia banyak menemukan kebaikan,yang ia tak berharap.Mungkin inilah cara Tuhan menghiburnya.
____________________________________________