Jarot tak kuasa membendung amarahnya tatkala ia bersua kembali di taman kota saat ia duduk santai.Ternyata Siska juga melihatnya,Jarot mencoba menghindar namun Siska mengejarnya.
"Jarottt....???"Siska teriak nya sambil berlari mendekat...
Jarot pun hanya diam tak mampu ia menghindar lagi dari Siska.
" Heyyy...gimana kabar?kok kamu ada disini Jar?"
Sebelum Siska bertanya lebih jauh Jarot pun menjawabnya..
"Iya...aku kerja disini,kabarku baik baik saja seperti yang kamu lihat?" Semoga kamu juga baik baik saja bersama dia." Jarot berusaha bersikap baik baik saja.
"Oo,,h makasih Jar,maafkan aku,aku begitu saja meninggalkanmu...?" Siska menahan tangisnya,ia tahu Jarot sangat hancur dan luka hatinya,namun ia lakukan ini karena ia menuruti orang tuan nya.
"Sudahlah tidak perlu minta maaf,mungkin ini susah takdir kita.Untuk tidak bisa bersama selamanya."
"Dan tidak perlu menjelaskannya padaku,sudah yaa....aku ada kerjaan...?" Jarot pun meninggalkan Siska,yang berusaha memegang tangannya,namun Jarot menepisnya dan pergi berlalu meninggalkan Siska yang terisak isak mengeluarkan air matanya.
Jarot memacu sepeda motornya kencang seperti ingin meluapkan rasa sakitnya ia tak peduli dengan Siska lagi.
Sampailah Jarot di pinggiran Pantai Utara.
Ia hirup dalam dalam angin pantai yang sore itu sepoi sepoi.
Deburan ombak yang menghempas batu karang,terasa begitu pilu seperti luka yang Jarot rasakan saat ini.
Sambil menyulut...rokoknya ,Jarot berteriak sekeras kerasnya....ia tumpahkan rasa kecewa nya saat ini.
Biarlah pantai ini menjadi saksi atas luka san perasaan yang ia alami karena wanita yang disayangi nya.
Biarlah semua hilang di telan gelombang dan hancur terhempas di batu karang.
Mulai saat ini detik ini ia harus bangkit dan mengubur semua kenangannya bersama Siska.Ia tak ingin berlarut larut dalam luka dan sakit hati.Cukup sekali ini,untuk kedepannya ia tak ingin terluka lagi.
Setelah sunrise yang indah sore itu,ia pelan melajukan motornya pelan pelan dan mencoba tersenyum....
"Jarott,,kamu harus bisa tanpa dia." begitu kata hatinya.Dan yakinlah kamu akan mendapatkan pengganti Siska yang lebih baik untukmu.
_______________,,,,,,____________,,,,,,,,_____,______
Sampai dirumah ..Jarot tak segera masuk.Ia duduk diteras sambil menyalakan rokok nya.
Ia tak tahu kalu sobatnya sudah keluar rumah dan menghampirinya.
"Tumben Rot,,malam gini baru nyampai rumah?" kata sohibnya yang sudah seperti saudaranya sendiri itu..
"Tak ada masalah kan? "
"Ndak apa apa kawan?" cuma tadi sempat ketemu saja sama Siska dan ngobrol dengannya sebentar.
"Terus?" tanya sobatnya itu.
"Yaa...aku ngomong aja apa adanya,dan gak perlu penjelasan lagi". kata Jarot.
" Hemmm...yaaa,,,yaa,kalau gitu kamu mandi dulu sana,dan nanti makan malam."
"Aku disini dulu lah sebentar,nanti aku nyusul ya? kata Jarot.
Sambil selonjoran dikursi teras,ia nikmati rokok kretek kesukaannya malam itu...dan terasa nikmat dan bayangan Siska pun lenyap bersama malam...
Malam itu pun ia tidur dengan nyenyak sekali,hari pun sudah pagi handphone nya sudah berbunyi. .
" Iya haloo...selamat pagi,eh Wuri?jam berapa ini pagi pagi sudah nelpun?"
"Pagi....juga Mas,hemm kesiangan ya?ini sudah jam 07.00 ."
"Nanti selesai kerja,ada acara ndak Mas?"
"Kayaknya ndak ada acara aku nanti sore." kata Jarot.
"Oke ....mas,nanti aku mau ngajak kerumahku,karena dirumah ada tasyakuran kakakku diangkat jadi PNS?"
"Gimana bisa kan mas?kata Wuri.
" Okee,,bisa Wur...,nanti aku kerumahmu,jam berapa?"acaranya?
"Ya...kira kira jam 20.00 an." kata Wuri.
"Hanya saudara dan tetangga kiri kanan kok yang diundang,dan aku sudah bilang sama kakak dan ortu ku ,untuk ngundang Mas Jarot juga."
"Okee dehh...aku datang nanti,,?"
"Makasih ..mas Jarot,aku mau bilang nanti di bengkel biasanya kan sibuk banget kamu kalau sudah nggarap motor." Jadi aku nelpon saja,gak apa apa kan Mas?"
"Ndak apa apa Wur,okee,,sudah ya....aku mandi dulu,,yaa nanti keburu telat masuk kerjanya."
"Iya mas...makasih,sampai bertemu nanti?" Wuri menutup pembicaraannya.
Jarot pun segera mandi,,dan tak sempat sarapan ia pamitan sama sohibnya
"Aku duluan ya..sob?"
"Ehhh..ndak sarapan dulu,Rottt?"
"Nggak...sempet keburu telat,kesiangan aku bangunnya tadi."
"Ok ..dah,,hati hati dijalan..ya?"
"Ok broo?"
____________,,,,,,_____________,,,,,,,______________
Hari itu begitu cepat berlalu dan benar kata Wuri,banyak sekali pekerjaan dibengkel ,bongkar bongkar dan servis .
Tak terasa hari teleh sore dan ia menghentikan kerjaannya ,pukul 17.00 wahh,,sudah sore bangett ini,kata dirinya.
Ia pun rehat sebentar dan ia cari2 Wuri sudah tidak kelihatan di meja admin.
Ah...barangkali sudah pulang duluan ia.
Setelh membersihkan tubuhnya ia pun pulang.
Terbayang nanti di rumah Wuri,kok tiba tiba jadi deg deg an jantungnya.
Gak biasanya perasaannya gak karuan kayak gini.
___,,,,,,,_____,,,,,,_____,,,,,,______,,,,,_______,,,,,______
Malam pun tiba dan ia sudah sampai dirumah Wuri,sudah banyak yang datang kerumahnya.
Tahu Jarot sudah datang,Wuri pun menghampirinya...
"Malam..mas....?" makasih sudah datang ya?"kata Wuri yang mengerling manja.
"Malam juga...Wur?"ia menatap gadis manis tinggi semampai itu,sambil mengulurkan tangannya yang lembut.
Jarot menjabat tangan lembut yang terasa begitu hangat ditelapak tangannya.
Ia tatap gadis itu yang ternyata sangat cantik ...ahhhh ini perasaanku saja kata hati Jarot.
Memang ia tidak bisa membohongi hati dan perasaannya kalau tak melihat Wuri dibengkel serasa hilang sesuatu hari itu tanpa kehadirannya.
" Ehhh Mas..kok ngelamun,masuk yuk?" kata Wuri membuyarkan lamunanya.
Malam itu sangat bahagia sekali Jarot dirumah Wuri,tak tahu perasaan begitu senang dirumahnya.Kakak dan ortu nya ,juga saudara saudaranya begitu juga.
Acara pun dimulai dengan berdoa penuh rasa syukur dan dilanjutkan makan makan.
Usai makan Jarot keluar rumah menuju taman dipojok rumah Wuri.
Ia tak tahu kalau Wuri kemudian menyusul nya.
"Lhooo,,kok disini mas?" dingin lho diluar?"
"Ehh kamu Wur,ndak pengen suasan.lain saja?kakakmu cewek juga to?"
"Iya Mas Jarot,kita dua bersaudara?" Kak Nia 5 tahun lebih tua dariku.Setelah menikah ternyata kebahagiaanya bertambah,ia diangkat PNS di Pemda.
"Dan saat ini ia sudah mengandung 4 bulan kehamilannya." Tambah lengkap lagi nanti bahagia nya.
"Alhamdulillah...Wur,aku ikut bahagia semoga kelak " kita" juga seperti kak Nia."
"Kita?" kaget Wuri...
"Ehhhh...maksudku ,kalau kita itu berdoa baik baik kan gak apa apa,dan berharap kebaikan kedepannya kepada Tuhan."
Jarot mencoba berkilah.Ia tak ingin Wuri tahu kalau ia tiba tiba menaruh hati padanya.
Wuri menangkap tatapan Jarot malam itu,hati kecilnya pun tak ia pungkiri bahwa ia menaruh hati dengannya.Mereka berdua saling menatap dan tersenyum.....
Indah sekali malam itu seraya berlalu....
##the end ##