Seorang wanita cantik yang baru saja turun dari pesawat, wanita itu segera pulang ke Indonesia ketika mendapatkan kabar dari sang mama mengenai suatu misi penting. Sebagai seorang anak bungsu membuat dirinya mendapatkan begitu banyak fasilitas dan juga selalu diberikan apapun yang diinginkannya.
"Welcome back Key, lo udah terlalu lama meninggalkan tempat kelahiran," gumamnya. Dia adalah Keysha Atmadja anak bungsu dari seorang pebisnis terbesar di Asia, dan juga adik kesayangan dari seorang CEO dingin siapa lagi kalau bukan Elang Bumi Aldebaran.
Key lalu berjalan menuju pintu kedatangan, di sana supir pribadi keluarga Atmadja sudah menunggu, tanpa berlama lama wanita itu segera masuk ke dalam mobil.
"Kita langsung ke rumah atau non Key mau mampir lebih dulu ke rumah sakit?" tanya pak Saman. Supir pribadi yang sudah habis puluhan tahun bekerja bersama keluarga Atmadja, bahkan dari pak Saman masih belum menikah hingga sudah menikah sampai detik ini. "Ke rumah sakit saja Pak. Mama tadi sudah mengirim pesan untuk langsung ke sana," balas Key.
Meskipun sudah begitu lama Key berada di luar negeri tapi, wanita itu tetap berusaha untuk menerapkan ajaran yang sudah diberikan kedua orang tuanya.
***
"Bumi ayo Sayang, diminum dulu obatnya. Biar Bumi bisa sembuh, nak." Sejak tadi pagi Mami Acha, nenek dari Bumi sudah berusaha meminta cucunya untuk meminum obatnya namun, keras kepala anak itu, membuat setiap orang di sana hanya bisa mengelus d**a.
Bara yang sedang mengerjakan tugas kantor segera mendekat ke arah sang anak, pria itu langsung mengambil alih obat yang ada di tangan sang Mama.
"Bumi sini, minum obat dulu. Jagoan Papi kenapa jadi cengeng seperti ini, anak laki-laki itu tidak boleh lemah," ucap Bara.
Seketika Bumi langsung menurut dengan perintah sang Papi, hanya Bara lah orang yang ditakuti oleh Bumi. Selain itu tidak ada, anak laki-laki itu bahkan bisa berontak jika keinginannya tidak di berikan. Hal itu sering kali membuat Mami Acha kesal, karena sikap yang diturunkan oleh Bara tersebut, membuat Bumi menjadi seperti sekarang.
"Permisi, saya mau visit."
Bara menoleh ke arah pintu, di sana ada Ana bersama dengan Arka masuk ke dalam ruang rawat Bumi. Mami Acha yang melihat kedatangan Ana langsung tersenyum bahagia.
"Saya dan rekan mau visit. Si adek mau pulang, kan hari ini," ucap Ana lagi.
"Iya Bumi udah nggak betah di sini An, jadi kalau memang sudah stabil boleh dipulangkan saja," jawab Mami Acha.
"Nanti biarkan rekan saya yang periksa ya Tante," balas Ana.
Mendengar hal itu membuat, mami Acha terkejut namun, seketika dirinya tersenyum sendu mengingat bagaimana dua hari lalu, Ana dipermalukan oleh Bara yang tidak pernah mau mendengarkan ucapan orang lain dan langsung menarik sebuah kesimpulan.
Arka segera mengecek beberapa hal, dan dirinya juga berdiskusi bersama dengan Ana. Sejak tadi Bara terus saja memperhatikan Ana, pria itu tidak menyukai Ana yang terlihat seolah tidak menganggapnya ada dan hal itu membuat Bara begitu kesal.
"Semua baik, saya akan berikan surat izin untuk ditandatangani. Untuk jadwal kontrol nanti akan diberikan," ucap Arka. Setelah itu keduanya pamit untuk keluar dari ruangan tersebut namun, belum sempat mereka melangkahkan kaki seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Hallo!!" pekiknya dan hal itu membuat Arka dan Ana terkejut ketika akan keluar. "Key suara kamu ini rumah sakit," tegur Mami Acha.
Key segera meminta maaf kepada Arka dan juga Ana karena suaranya yang begitu besar. Ana hanya memberikan senyuman yang begitu indah, berbeda dengan Arka yang datar tanpa ada ekspresi wajah yang ditampilkan.
Setelah dari kamar pasien tersebut mereka berdua lalu kembali menuju ke ruangan masing-masing, Arka ingin berbicara dengan Ana namun, pria itu mengurungkan niatnya ketika sebuah panggilan mendesak dari ruang operasi masuk ke dalam ponselnya.
"Aku ada operasi kamu langsung ke ruangan kamu aja." Setelah mengatakan hal tersebut Arka lalu meninggalkan Ana seorang diri, baru saja Ana ingin melangkahkan kakinya seseorang di belakang sana memanggil dirinya.
"Tunggu!!"
Sontak saja mendengar hal tersebut membuat Ana segera memalingkan badannya dan menoleh ke arah belakang, wanita itu begitu kaget ketika melihat siapa orang yang memanggil dirinya. Pria yang begitu angkuh dan selalu mencari gara-gara dengan Ana.
"Saya ingin mengatakan sesuatu kepada anda." Dahi Ana berkerut ketika mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Bara, karena dirinya tahu bagaimana sikap pria angkuh tersebut. "Baik apa yang mau anda katakan kepada saya?" tanya Ana.
Sedangkan di dalam ruangan Bumi saat ini Mami Acha sedang berusaha meminta sang putri untuk membantu dirinya mendekatkan Ana dan juga Bara. Wanita paruh baya tersebut akan melibatkan semua orang untuk bisa membuat anak laki-lakinya bersatu dengan wanita pilihannya.
"Gimana kamu udah lihatkan calon kakak ipar kamu? Cantik, kan?" tanya Mami Acha.
"Cantik Mi. Lebih cantik dari pada, sih anu menurut aku," balas Key.
Tidak ada satu orangpun di keluarga ini yang setuju dengan pernikahan pertama Bara, semuanya menolak hal tersebut ketika Bara membawa wanita itu namun, sikap keras kepala dari pria tersebut membuat seluruh keluarga akhirnya pasrah dengan apa dan siapa pilihan dari dirinya.
"Pasti dong, jangan samakan Ana dengan wanita itu," ucap Mami Acha. Setiap kali kesempatan membahas mengenai mendiang istri pertama dari Bara membuat Mami Acha selalu kesal, wanita itu terlihat dengan sangat jelas bahwa dirinya tidak menyukai menantunya. Kedua orang tersebut saling berbincang dan menyusun rencana untuk bisa mendekatkan Bara dan juga Ana, Mami Acha benar-benar ingin menjodohkan anaknya tersebut.
"Mami ada kontaknya, nanti cara pertama aku dekati kak Ana dulu jadi aku bisa tahu bagaimana dirinya. Mami tahu, aku kalau udah benci akan selamanya benci, jadi belum kejadian di masa lalu kembali terjadi aku mau menyelidiki sendirian," ucap Key.
"Kamu tenang saja, nanti Mami kasih kontaknya. Yang jelas, Ana sangat berbeda dengan dia. Wanita itu sangat sopan, karena Mami tahu bagaimana kedua orang tua nya mendidik Ana."
Mami Acha begitu bersemangat menceritakan mengenai Ana yang menjadi seorang dokter muda terbaik di rumah sakit ini. Keysha bisa melihat raut wajah berbinar dari sang Mami ketika menceritakan bagaimana Ana. Wanita yang menurut Maminya terbaik dan sempurna.
***
"Masih ada yang ingin Anda sampaikan?" tanya Ana. Wanita itu sudah tidak betah berada dalam satu ruangan dengan Bara, sungguh melihat pria itu saja sudah membuat Ana muak. "Hanya itu saja sepertinya," jawab Bara.
"Baiklah jika hanya hal tersebut, anda bisa pergi. Karena saya ada pekerjaan lain," ucap Ana.
Tanpa banyak basa-basi barat segera meninggalkan ruangan Ana tersebut setidaknya pria itu sudah menyampaikan kata maaf kepada ada dokter yang sudah menolong anaknya, karena barat tidak ingin mendengar ocehan dari sang Mami karena dirinya sudah bertindak keterlaluan kepada Ana beberapa hari yang lalu.
"Akhirnya gue bisa napas," gumam Ana.
Berada dalam satu ruangan bersama dengan pria yang begitu tidak diinginkan oleh Ana membuat wanita itu benar-benar menahan napasnya, hal itu karena Ana tidak suka dengan adanya kehadiran Bara di dekatnya.
Setelah keluar dari ruangan tersebut Bara tidak langsung kembali masuk kedalam ruangan sang anak pria itu itu lebih memilih untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya di kantor dibandingkan harus mendengar semua ucapan yang akan dilontarkan oleh sang Mami.