Key adalah versi wanita dari sikap Bara, sehingga keduanya adalah orang yang memiliki sikap yang sama, hanya saja Key tidak sedingin Bara bahkan wanita itu tidak sekeras kepala abangnya.
Sesuai dengan perintah sang Mama, setelah keponakannya keluar dari rumah sakit Key, berusaha mencari cara untuk bisa bertemu dengan Ana calon kakak iparnya itu, dan hal itu juga di support oleh Mama Sekar.
"Hai kak!" sapa Key. Orang yang di sapa menoleh, Ana bingung dengan Key karena sebelumnya belum pernah melihat keberadaan Key.
"Kakak pasti lupa sama aku? Aku Keysha kak, anaknya Mama Acha." Ana terdiam sesaat hingga, dirinya ingat dengan siapa wanita di depannya saat ini. "Oh, yang di rumah sakit kemarin, kan?" tanya Ana. Wanita itu hanya takut dirinya salah orang, karena Ana tipe orang yang sulit mengenali wajah jika hanya sekali bertemu.
"Akhirnya kayak ingat, aku kira lupa. Oh ya, kakak di sini dengan siapa?" tanya Key.
"Sendirian ada yang mau dibeli," jawab Ana, wanita itu tidak curiga dengan Key, karena Ana tidak tahu jika kedatangan Ana karena misi yang ditugaskan oleh Mama Acha dan Mama Sekar demi, suatu hubungan nantinya.
"Aku gabung bareng boleh, kak? Soalnya aku juga sendirian gitu, kalau bareng mungkin lebih asyik," ucap Key.
Ana yang mudah berkomunikasi dengan orang baru, membuat dirinya mudah berteman. Keduanya lalu masuk ke sebuah toko buku, hal yang paling sering dilakukan oleh Ana, adalah mengunjungi toko buku. Bagi wanita itu, membaca adalah hal yang bisa membuat kita mengenal dunia, dan ternyata hobi keduanya sama membuat Key semakin ingin mengenal 'calon kakak iparnya'
"Kakak suka baca novel?" tanya Key.
Ana tersenyum lalu merespon dengan sebuah anggukkan kepala, "Iya aku sangat suka novel. Apalagi banyak cerita yang menguras air mata, padahal sebenarnya nggak suka cerita sad."
"Wih sama dong kak, aku juga suka baca novel. Cuman bacanya di platform gitu apalagi ada bayar dan gratis."
"Oh ya, sama dong. Sebenarnya dari membaca kita bisa mengetahui banyak hal. Nih ada salah satu penulis yang begitu pandai merangkai kata, dia keren banget sampai bisa bikin kita masuk ke dalam ceritanya," ucap Ana.
Keduanya sangat asyik membahas mengenai beberapa cerita fiksi yang begitu banyak disukai oleh remaja saat ini, Key juga sangat senang dirinya begitu bahagia mengenai Ana. Wanita yang akan menjadi kakak iparnya ini, begitu cocok dengan Bara itulah penilaian Key.
Banyak hal menarik yang membuat Key begitu senang mengenal Ana gadis itu mulai menceritakan begitu banyak hal apa saja yang dirinya sukai dan tidak disukai semua hal yang diceritakan oleh Key begitu mengalir bahkan Ana mendengarkan dengan baik.
"Sama dong, aku juga suka sama tulisannya."
"Tulisan begitu menyentuh, kan kak. Aku aja pas baca, rasanya merinding banget."
"Benar. Kamu boleh kapan-kapan main ke rumah, banyak novelnya di rumah, siapa tahu kamu belum punya," tawar Ana. Mendengar hal itu memunculkan sebuah ide baru, dan hal itu membuat Key begitu bersemangat. Wanita itu akan memulai misinya, untuk bisa menaklukan kakak iparnya.
***
"Kamu suka makan di food court atau harus makan di restoran gitu?" tanya Ana.
Mendengar pertanyaan itu membuat Key bingung, "Emang kenapa kak?" tanya Key.
"Nggak kalau kamu suka makan di food court ayo, soalnya aku kurang suka sama makanan resto. Rasanya ada aja yang kurang enak di lidah, tapi kalau nggak suka nggak apa-apa kok," ucap Ana.
"Aku suka semuanya kak, kalau kakak mau ajak makan di food court juga nggak masalah."
Setelah mendengar ucapan tersebut, Ana lalu segera mengajak Key untuk pergi dan menuju ke tempat makan. Keduanya begitu akrab padahal baru pertama kali bertemu, sampai di tempat makan tersebut Ana segera memilih makanan untuk dirinya lalu diikuti oleh Key.
Keduanya menunggu makanan tersebut datang, sambil menunggu makanan Key mereka berdua saling bercerita satu dengan yang lainnya. Ana mulai bertanya mengenai aktivitas Key di luar negeri.
Banyak hal yang diceritakan oleh Key kepada Ana, gadis itu begitu nyaman bercerita dengan wanita yang ada di depannya saat ini padahal jika di sana Key terkenal dengan seseorang yang yang sangat sulit bergaul.
Tak lama makanan mereka berdua sudah sampai, keduanya lalu menikmati makanan tersebut tanpa banyak pembicaraan yang dilakukan.
Setelah selesai makan siang keduanya lalu pergi menuju ke tempat mereka selanjutnya, kali ini Key mengajak anak pergi ke sebuah butik langganan dirinya.
"Kakak kita ke butik mau nggak? Ada baju yang harus aku beli," ucap Key.
"Boleh ayo."
"Tapi hari ini, kakak nggak ada praktek?" tanya Key.
"Aku hari ini memang ambil libur, jadi tenang aja. Ayo kita ke sana," ajak Ana.
Mendengar hal tersebut membuat Key begitu bersemangat, keduanya lalu segera menuju ke tempat butik tersebut. Key tersenyum dengan begitu bahagia ada sesuatu hal yang direncanakan oleh gadis tersebut.
Sesampainya di buti itu keduanya saling berpencar, Ana lalu pergi menuju ke sebelah kiri di mana dirinya melihat begitu banyak gaun yang begitu indah. Terlihat dengan sangat jelas dari raut wajah Anna begitu menyukai gaun-gaun tersebut.
"Kalian kenapa indah sekali, oke kita lihat apakah aku membutuhkan kalian," gumamnya.
Wanita itu bukannya tidak mampu untuk membeli gaun-gaun tersebut namun, Ana selalu memikirkan apapun yang dirinya beli apakah menjadi sebuah kebutuhan atau kau hanya sebuah keinginan. Wanita itu memiliki begitu banyak penilaian untuk melakukan sesuatu, hal itulah yang membuat Ana seringkali diberi julukan seorang yang banyak memikir, padahal apa yang dilakukan Ana adalah suatu hal yang baik dalam mengontrol diri.
"Kakak ini gimana?" tanya Key.
Ana langsung melotot dengan begitu tajam ketika melihat gaun yang ditunjukkan oleh Keysha. Wanita itu lalu menggelengkan kepalanya, Ana adalah tipe wanita yang tidak suka dengan hal yang begitu terbuka dan terbukti, wanita itu segera berkomentar dengan begitu jelas.
"Kalau aku nggak suka kamu pakai baju yang seperti ini, walaupun baju ini terlihat begitu mewah dan mahal tapi ini terlalu terbuka. Kita tinggal di wilayah yang begitu mengatur adab mengenai sopan santun maaf jika penilaian aku tidak mengenakan tapi apa yang aku sampaikan benar-benar untuk kebaikan kamu."
Key tersenyum mendengar hal tersebut gadis itu sengaja melakukan hal ini, dirinya hanya ingin menguji apa yang diucapkan oleh sang Mama benar adanya. Dan ternyata hal tersebut benar segera saja Key mengganti pakaiannya sesuai dengan yang sudah dipilihkan oleh Ana.
***
"Next time kita harus jalan lagi ya kak."
"Siap. Kamu main ya ke rumah, oh ya maaf soal di butik tadi. Aku nggak maksud loh," ucap Ana. Wanita itu masih tidak enak menyampaikan pendapatnya seperti itu, namun, apa yang dilakukan oleh Ana adalah benar apalagi melihat pakaian yang digunakan Key begitu terbuka.
"Nggak masalah aku, kak. Itu artinya kakak peduli, terima kasih ya udah peduli sama aku. Aku bahagia mengenal kakak," balas Key.
Tidak banyak hal yang dilakukan oleh keduanya Ana segera pamit dan mulai masuk ke dalam mobilnya sedangkan key menatap mobil tersebut pergi meninggalkan parkiran.
"Kamu memang cocok jadi kakak ipar aku, dan kamu adalah pawangnya untuk Abang."