Valerie benci hujan. Benci bau tanah basah. Benci payung warna biru.
---
Valerie hanya menangis di halte. Tidak habis fikir apa yang di pikirkan Asher. dia mengira kalau Asher lebih memilih gadis di foto itu.
Kenangan pahit yang dia alami bersama ayahnya. Kini kembali datang, Valerie merasa bahwa ayahnya maupun Asher tidak peduli padanya.
Tanpa disadari Valerie ada Asher dari kejauhan sedang memperhatikannya. Asher juga merasakan sakit yang sama.
Tapi apa yang kata Rara itu benar. Dia harus lebih dulu selesai dengan masa lalunya. Tanpa dia sadari air matanya jatuh.
Rasanya Asher ingin memeluk Valerie. Dia pun pergi karena tidak tahan melihat Valerie seperti itu.
Datang lah Rara..
"Valerie.."
---
Flashback On
"aku udah akhiri hubungan sama Valerie.."
Rara hanya diam..
"sekarang kamu puas?.."
Tetap diam..
"kalo nggak percaya samperin Valerie ada di halte.."
"bagaimana kamu tahu?.."
"karena itu tempat favorite kami.."
Dalam hati Rara ada rasa bersalah. Tapi, ini demi kebaikan mereka berdua.
Rara tidak ingin Valerie tersakiti dan Asher terus menderita. Biarpun mereka membencinya setidaknya Lily bisa tenang. Melihat Asher bahagia nanti.
"terima kasih.."
Tanpa berkata apa pun. Asher langsung pergi meninggalkan Rara.
Flashback End
---
Valerie melihat ke arah Rara dengan air mata yang berlinang.
"sekarang kamu puas Ra!!.." sedikit teriak.
"aku sama Asher udah BERAKHIR!!.."
Rara hanya diam..
"ini kan yang kamu mau?.. setelah kamu membuat berita bohong.. Asher salah paham.."
"itu demi kebaikan kamu Valerie.."
"demi kebaikan apa?..." Rara hanya diam "jawab Ra.. jangan kayak Asher yang cuman diem aja.."
"Asher.. dia belum selesai dengan masa lalunya.."
"jadi itu benar.."
"apa?"
"kalau dia kembali lagi sama gadis itu?"
"kamu benar-benar nggak tahu sama sekali? siapa gadis itu?.." tanya Rara.
"bagaimana aku mau tahu.. kalau Asher aja cuman diem.. nggak pernah cerita apa-apa.."
Rara senyum sini "Asher itu benar-benar.. tapi syukurlah.. ini keputusan yang tepat.."
Rara langsung pergi tanpa berkata apa pun lagi. Meninggalkan pertanyaan lagi buat Valerie.
"kenapa mereka berdua pergi sambil meninggalkan pertanyaan.." senyum sinis Valerie.
"apa pun yang terjadi aku bakal minta penjelasan ke Asher.."
---
Keesokan harinya..
Asher terus menghindar dari Valerie. Tapi, kalau di dalam kelas itu tempat yang aman bagi Asher. Karena Valerie tidak mendekatinya.
Mendekatinya saat di perpus, halte dan cafe terdekat. Tetap Asher terus menghindar.
Sampai akhirnya Asher tidak mendatangi tempat-tempat itu lagi.
Valerie kembali duduk di halte. Menunggu seseorang yaitu Asher. Selama dua jam tidak datang.
Bus yang di lewati Asher sudah lewat tetap tidak terlihat. Wajah Valeria terlihat lelah karena mengejar Asher.
Dari jarak jauh terlihat Asher yang sedang melihat Valerie.
"maafkan aku Valerie.." guman Asher.
---
Rara masih bersikap seperti biasa. Tapi, Valerie masih marah padanya.
Rara tidak menyerah tetap menemani Valerie. Tio juga ikut bersama mereka. Tio yang akan menjadi penengah mereka berdua.
"oh ya kalian berdua tahu nggak..?" tanya Rara.
"tahu apa?.." tanya Tio.
Valerie hanya diam.
Rara melirik Valerie."Asher.."mendengar nama Asher, Valerie sedikit tertarik.
Rara tersenyum "dia mau cuti.."
"apa?..cuti?..kenapa?.."
Valerie terkejut tapi tidak mau bertanya.
"nggak tahu.."
"kamu tahu dari mana?.. perasaan nggak ada yang tahu deh.." kata Tio.
"dari Asher sendiri.."
Valerie kecewa orang yang pertama dikasih tahu Rara. bukan dirinya yang berhari-hari mencarinya untuk suatu penjelasan.
Chat masih dari Asher '0811'
Valerie terkejut Asher kembali chat '0811' setelah lama menunggu.
"aku pergi dulu ya.."
"mau kemana?.." tanya Tio.
Valerie tidak menjawab apa-apa dia langsung pergi begitu saja.
Rara tersenyum bercampur aduk rasa sedih.
---
Flashback On..
"aku mau cuti.." kata Asher.
"apa?.. kenapa?.. " tanya Rara.
"kalo aku tetap kuliah.. aku nggak bisa selesai dari masa lalu.. terlebih Valerie terus ngejar aku buat minta penjelasan.. "
"ya udah kenapa nggak di jelasin aja?.. "
"aku nggak bisa.. lihat dia nangis di halte waktu itu aja rasanya sakit.. "
"terus Valerie udah tahu?.. "
"belum.."
"kenapa nggak di kasih tahu?.."
"karena nggak mau buat dia sedih lagi.."
"itu namanya kamu bikin dia makin sedih.. lebih baik kasih tahu..dari pada dia nanti benci sama kamu selamanya..gimana?"
"biarin aja.."
"kamu tega gitu?.. emang nggak ada sedikit perasaan sama Valeri?.."
Asher hanya diam..
"kalo kamu sakit saat Valerie nangis pas di halte itu artinya.. kamu ada perasaan sama dia.. "
Asher masih diem..
"lebih baik kasih tahu dia kalo mau pindah.. aku nggak mau kalian jadi orang asing.."
"ini kan yang kamu mau?.. "
"nggak.. aku maunya kamu selesai dengan masa lalu kamu.."
Asher diem..
"kabur dari Masalah itu bukan solusi.. yang ada cuman tambah masalah.. cuti berapa bulan?.. "
"satu tahu.. "
"apa? bentar lagi kita wisudah lho.."
"itu yang aku mau.. kalo Valerie udah wisuda aku bisa balik kuliah.."
" yah.. itu terserah kamu sih.. nanti kalo udah selesai sama Lily.. jangan lupa balik ya.."
Rara pun pergi. Asher tahu maksut balik ke Valerie. Iya kalo Valerie belum punya yang baru.
Asher tersenyum tipis sambil melihat ke langit. Awannya cerah tidak sedang hujan.
Flashback Off..
---
Halte..
Valerie melihat Asher yang sedang duduk sambil membawa payung. Valerie mendekati Asher perlahan.
Sadar dengan kehadiran Valerie. Dia pun berdiri tanpa adanya senyum di wajahnya.
"aku mau bilang sesuatu.. "
mereka berdua saling berhadapan sambil berdiri. Valerie hanya diam.
"aku mau cuti.. "
Valerie tidak kaget tapi kecewa karena dia orang kedua yang di kasih tahu.
"aku harap kamu baik-baik aja.. "
Valerie masih diam..
"untuk yang kemarin aku minta maaf.. karena udah nggak sopan lewat chat.. "
Ternyata Ashar benar-benar ingin. mengakhiri hubungannya.
"kenapa cuman sepihak?.. " Tanya Valerie.
"karena aku salah.. aku nggak bisa jadi pelangi setelah hujan untuk kamu.. "
"kamu beneran serius mau berakhir dengan ku? " tanya Valerie untuk memastikan.
"iya..itu keputusan akhir ku.."
Valerie tarik nafas dalam-dalam karena menahan tangis.
"aku tahu aku salah..karena udah buang foto itu..tapi bisakah kamu nggak akhiri ini?.."
"bukan kamu yang salah.. tapi aku yang salah..karena nggak bisa jelasin ini semua.."
Hujan pun turun..
"apakah hujan ini juga yang akan menjadi saksi berakhirnya hubungan kita?.." akhirnya Valerie menangis.
"maaf.."
"cuman itu yang kamu bilang..sesulit itu kah untuk jelasin masa lalu kamu?.."
Asher hanya diam..
Saat Valerie mau pergi.. Asher menahan tangan Valerie..
"bawa payung ini.."
Asher terlihat bodoh jelas payung itu yang buat masalah. Tanpa basa basi Valerie membuang payung itu.
"aku tidak akan menyukai payung biru itu lagi.. aku pun membenci hujan.. bau tanah habis hujan pun aku sangat benci.. "
Valerie pergi di bawah guyuran hujan. Menangis sejadi-jadinya.
Rasanya sakit sekali karena Asher tetap memilih payung biru itu. Valerie telah kalah, berakhir sudah pertahan Valeri yang ingin bertahan.
Kali ini bukan dia yang ditinggalkan. Tapi, dia yang meninggalkan saat hujan.
Valerie memilih pergi terlebih dulu. Karena dia memilih untuk pergi duluan.
Asher pun menangis sambil melihat punggung Valerie. terlihat sedang menangis sesenggukan.
"terima kasih untuk semuanya Asher..dulu kamu yang neymbuhin luka.. kini kamu membuat luka itu semakin dalam.." Valerie.
" terima kasih Valerie untuk semuanya.. aku tidak akan melupakan kenangan bersama kita.."Asher.
Terlihat Rara melihat mereka dari jarak jauh. Lalu memandangi langit yang sedang turun hujan.
"Lily.. apakah aku salah? apa ini keputusan yang benar untuk mereka?.. Lily jika mereka tidak bersatu lagi.. marah lah pada ku.." guman Rara.
---
"kembali menangis di bawah guyuran hujan.. kenangan buruk itu kembali datang.."