Puncaknya.. Valerie nunggu 2 jam di halte tempat pertama ketemu. Asher gak datang. Chat terakhir "Kita udahan ya."
---
Setelah pembicaraan terkahir mereka. Valerie dan Asher semakin asing. Tapi, hubungan ini masih berjalan, belum ada kata putus.
Kode '0811' sudah tidak aktif.
Mereka berdua tidak lagi ke halte. Tidak pernah lagi naik bus.
Di balik itu semua ada Rara yang tersenyum senang. Sebenarnya apa yang di rencanakan oleh Rara.
Sampai akhirnya Valerie tidak tahan dengan gosip itu. Lalu bicara dengan salah satu temannya yang lain.
"semua itu bohong.. Aku sama Asher tidak seperti apa yang kalian bilang.."
"kalo itu bohong kenapa kamu sama Asher semakin jauh?.." Tanya temennya.
"ya-ya karena kita ada masalah aja.. itu belum terselesaikan.."
"berarti kalian belum putus?.."
Diam sejenak
"belum..belum ada putus di antara aku dan Asher.."
"terus kenapa kalian cuman diem aja.. gosip itu udah menyebar kemana-mana lho.."
"karena kita nggak mau ambil pusing.. tapi entah kenapa itu gosip makin aneh.. aku tanya sama kalian.. siapa yang nyebarin gosip itu?.. terus kenapa kalian percaya?.. dan nggak tanya sama aku atau Asher?.."
"Kita tahu dari Rara.." Valerie kaget "jadi kita percaya aja karena Rara temen Deket kamu.. terus Rara bilang kalo kita tanya langsung ke kalian pasti bakal ngelak.. padahal aslinya memang benar gitu.."
Mendengar itu semua Valerie sangat marah. Ternyata selama ini Rara di balik semua gosip itu. Valerie menyesal waktu itu cerita ke Rara.
Tapi, Valerie tidak pernah mengatakan lebih. Gosip yang beredar itu benar-benar tidak benar. Dia tidak pernah bercerita seperti itu.
Valerie pergi mencari Rara. Valerie berlajan melewati Asher yang sedang berjalan melewati lorong.
Asher kira Valerie akan menghampirinya. Tapi, ternyata tidak. Dia lihat wajah Valerie begitu marah. Selama ini dia tidak pernah melihat Valerie semarah itu.
" kenapa sama Valerie?.." batin Asher.
Lagi-lagi Asher hanya diam dan melanjutkan jalanya. Tidak bertanya atau mengejarnya.
Setelah mencari kemana-mana. Baru lah Valerie bertemu Rara di taman bersama Tio.
"Rara.." panggil Valerie sedikit kesal.
"Valerie.. ada apa? kamu kelihatanya kesel gitu.."
"Ra.. jawab pertanyaan aku.. ternyata kamu yang nyebarin gosip nggak bener itu?.."
Rara diam.
"berarti itu bener?.."
Rara masih diem.
"Ra.. kenapa kamu ngelakuin itu?.."
"tunggu sebentar.. Rara apa Maksud Valerie?.. " Tanya Tio di tengah-tengah mereka.
"aku lakuin itu demi kebaikan kamu.." kata Rara.
"kebaikan apa yang kamu maksud?.."
"Asher.. dia itu nggak baik buat kamu.."
"kamu tahu dari mana?.. dia itu pendiem dikelas.. temen aja nggak punya.."
"aku tahu karena.. aku saksinya.."
Tio dan Valerie kaget.
"saksi?.." tanya Tio.
"saksi apa?.." tanya Valerie.
"pokonya ada.. kamu tanya sendiri ke Asher.. apa yang telah dia lakukan di masa lalu.."
"emang apa yang di lakuin Asher di masa lalu.. "
"kamu udah lihat kan.. foto seorang gadis membawa payung?.. aku saksi dia"
Valerie makin bingung dan Tio pun ikut bingung.
"kalo kamu mau tahu kebenarannya.. tanya sama Asher sendiri apa yang telah terjadi.. "
Tidak ada lagi satu kata pun yang keluar dari mulut Valerie. Dia hanya bingung apa yang di maksudkan sama Rara.
---
Rara pergi mencari Asher dan memberi tahu semuanya.
Asher sedang berada di ruang kelas sendiri. Sambil mendengarkan musik pakai handset dan memandangi foto Lily.
Datang lah Rara..
"Asher.. kita harus bicara.."
"apa lagi yang mau kamu bicarakan?.. mau memfitnah Valerie lagi?.."
"ternyata kamu tahu aku memfitnah Valerie?.."
"iya tahu.. karena Valerie bilang dia nggak bilang putus ke kamu.."
"kenapa kamu diem aja.."
"mungkin itu hal yang terbaik.."
Rara tersenyum tipis "munafik.."
Asher melihat ke arah Rara.
"apa maksud kamu?.."
"kenapa harus menggantung hubungan ini sama Valerie.. aku harap kamu putus sama Valerie.."
"itu yang kamu inginkan?.."
"iya.. karena aku nggak mau kamu bahagia.."
Asher bingung dengan perkataan Rara. Karena mereka bukan teman dekat, bukan juga teman ngobrol.
"kenapa kamu bilang kayak gitu.."
"karena kamu.. Lily jadi pergi.."
Asher kaget kalau Rara kenal sama Lily.
"kamu kenal Lily?.."
"iya.. aku kenal.." diam sejenak "sangat kenal dari dalam kandungan".
Asher kaget "apa?.. jadi.. maksud kamu?.."
"aku kembaran nya Lily.."
"tapi kamu.."
"iya.. aku dan Lily kembar tidak identik.. kami seperti kakak adik yang lahir di tahun berbeda.."
"jadi kamu Lyra.. "
Rara kaget mendengar nama aslinya, ternyata Asher tahu nama aslinya.
"kamu tahu nama asli ku?.. "
"iya.. Lily pernah cerita kalau dia punya kembaran.. tapi tidak indentik.."
Rara diem tidak bisa menahan air matanya.
"aku dan Lily sangat dekat.. aku tahu semuanya tentang Lily.. apa yang sedang di hadapi Lily.."
"tapi kenapa kamu tidak menolong Lily?.."
Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa Rara mengatakan begitu.
"aku mau.. tapi aku nggak bisa.."
"kenapa nggak bisa? kenapa?.. kamu bisa bawa lari Lily.. atau kamu bisa dengerin cerita Lily.."
"karena aku penyebab kematian Lily.."
Rara kaget.
"aku udah berusaha untuk selamatkan Lily.. tapi aku belum sanggup..tekanan yang dia dapet itu sangat berat.."
Rara masih dengerin pembelaan Asher.
"aku coba bawa Lily kabur tetep nggak berhasil.. karena ayah kalian terlalu kejam.. dia pikir aku mau berbuat macem-macem sama Lily.." Asher menangis saat itu.
"akhirnya aku cuman bisa dengerin curhatan dia.. semenjak aku bawa kabur Lily..kita ketemu secara diam-diam.. perlakuan kasar ayah kalian semakin kejam.. sampai akhirnya Lily bilang.. 'aku menyerah'.."
Rara kaget denger perkataan Asher.
"satu minggu aku tungguin dia di tempat biasa.. Lily nggak Dateng.. aku nggak berani ke rumahnya karena takut sama ayah kalian.. saat itu aku memang pengecut.. sampai akhirnya ada kabar.. kalau.."
Asher berhenti sejenak.
"lalu Lily ditemukan di pinggir pantai.. polisi bilang Lily menjatuhkan diri ke laut.."
Asher menangis tersedu-sedu. Begitupun Rara karena selama ini dia tidak tahu kondisi Lily. Dia hanya tahu kalau Lily hidup baik dengan ayahnya.
Ayahnya telah berbohong. Dia di kasih tahu kalo Lily pergi selamanya karena yang bernama Asher.
Tapi, ternyata salah. Orang tua Lily dan Lyra telah berpisah. Lily ikut denga ayahnya sedangkan Lyra ikut dengan ibunya.
Tapi tetap saja..
"putus in Valerie.." Rara menyuruh Asher putus dengan Valerie.
Asher terkejut..
"kenapa kamu masih nyuruh aku putusin Valerie?.. "
"karena kamu masih terjebak di masa lalu.."
"tapi aku nggak bisa.. Valerie seperti Lily.."
"kalau kamu nggak tinggalin Valerie.. kamu hanya membuat Valerie sedih.."
"Lyra.."
"jangan panggil aku Lyra.. nama aku Rara.. aku nggak mau Valerie tidak bahagia seperti Lily.."
"kenapa kamu bilang kayak gitu?.."
"karena kamu masih simpen foto Lily.. tidak perduli dengan perasaan Valerie.. kamu masih terjebak di masa lalu.. itu sama saja kamu memberi penderitaan ke Valerie"
"kamu perduli dengan Valerie.."
"iya.. apa yang kamu bilang tadi.. Valerie seperti Lily.. makanya aku mau berteman dengan Valerie.. walaupun aku sempat membuat gosip yang aneh.. karena biar kalian putus.."
Rara masih menitihkan air mata.
"tapi apa?.. kalian nggak putus.. Valerie tidak mau putus in kamu.. kamu juga nggak mau.."
"karena aku masih sayang sama Valerie.."
"bohong.. kalau kamu sayang Valerie.. kenapa masih simpen foto itu?.."
Asher diam..
"aku mau nyadarin kamu Asher.. untuk lupain Lily.. aku tahu kamu nggak salah.. Lily pernah kirim surat ke aku sebelum.. bahwa dia sayang sama kamu.. dia pergi bukan karena salah kamu.."
Asher bingung ..
"aku cuman mancing buat kamu mengutarakan semua perasaan kamu.. ibu kamu yang kasih tahu aku.. kalau kamu tidak pernah cerita tentang Lily tapi selalu sedih melihat foto Lily.."
Asher kaget ternyata ibu nya ikut adil dalam hal ini.
"dia hanya ingin kamu bahagia Asher.. lupakan masa lalu.."
"aku nggak tahu harus mulai dari mana.."
"putusin Valerie.. atau kamu tetap menderita.."
"kamu masih suruh aku putusin Valerie?.."
"iya.. agar kamu bisa lupain semuanya"
Asher hanya diam..
Tiba-tiba ada chat masuk '0811'
Dari Valerie..
---
Valerie menunggu Asher di halte. Untuk minta penjelasan mengenai foto itu. Rara yang membuatnya makin ingin bertanya.
Hujan kembali turun. Saat itu hujan sangat deras. Senyum Valerie mengembang saat melihat payung biru dari kejauhan.
Saat mulai mendekat, ternyata bukan Asher. Melainkan orang lain. Ditunggu lah selama dua jam, Asher tidak kunjung datang.
Sampai akhirnya ada chat masuk dari Asher.
"kita udahan ya"
Putus lewat chat tanpa tatap muka. Itu membuat Valerie sangat sakit hati. Merasa kecewa dengan dirinya dan juga Asher.
Saat Valerie ingin memperbaiki hubungan. Tapi, Asher memilih mengakhiri. Valerie menangis sejadi-jadinya.
Hanya ada Valerie dan hujan yang menemaninya.
---
"hujan yang datang kali ini tidak ada pelangi.."