Asher mulai menghindar. Gak pernah bales "0811" lagi, Valerie bingung.
---
Valerie pergi meninggalkan Asher dengan rasa kecewa. Menangis sejadi-jadinya di bawah derasnya hujan.
Valerie kembali teringat dengan Ayahnya yang meninggalkannya. Dia berfikir apa Asher akan seperti ayahnya, meninggalkan nya demi gadis lain.
Valerie menangis di kosnya sampai larut malem. Kembali Valerie jatuh sakit dan merenungi sikapnya pada Asher.
---
Asher mengambil foto itu yang jatun di genangan air hujan. dia hanya menitihkan air mata, itu satu-satunya kenangan Lily yang dia punya.
Dia benar-benar tidak memikirkan perasaan Valeria. Dia hanyut dalam perasaanya kepada Lily.
"Lily.. maafkan aku.. aku yang salah Lily.."
Sambil menangis memandangi foto Lily. Entah kesalahan apa yang diperbuat oleh Asher ke Lily. Sampai dia tidak bisa melupakan Lily.
---
Semilir angin melewati tempat halte bus. Sepi tidak ada siapa pun. Biasanya halte itu selalu ada Asher maupun Valerie.
Mereka masing-masing memilih naik angkot atau ojek online. Seakan mereka berdua saling menghindar.
Tetap saja mereka berdua ketemu, karena mereka satu kelas. Di dalam kelas mereka berdua hening. Tidak ada sapaan atau obrolan diantara mereka.
Asher kembali ke dunianya membaca sambil memakai handset. Valerie membaca buku sampe akhirnya bertemu Rara, kembali senyum.
Asher sering menghindar untuk tidak bertemu dengan Valeri. Tiap kali ada tugas kelompok bareng Valerie, pasti minta tukeran.
Rara bingung sama Asher dan Valerie biasanya mereka selalu duduk berdua. Tapi jarak mereka sekarang jauh.
"kalian berantem ya?.." Tanya Rara.
Valerie hanya diam.
"oke.. aku nggak bakal tanya lagi.."
Asher sempat melihat kearah Valerie. Di lihat dari punggungnya begitu lesu.
"gimana kalo nanti selesai kampus kita ke mall, mau?.." ajak Rara.
"oke.. Tapi naik taxi online aja ya.."
"kenapa?.. biasanya kamu suka banget naik bus.."
"untuk saat ini lagi nggak suka.."
Rara melirik ke arah Asher.
"oke kalo gitu.. aku ikut kata kamu Val.."
Tidak lama dosen datang, mereka fokus dalam pelajaran.
---
Di mall..
Rara dan Valerie sedang berada di mall. Tapi, Valerie terlihat tidak menikmati.
"Valerie.. kamu kenapa sih?.."
Valerie hanya diam.
"kalo ada masalah bilang.. siapa tahu aku bisa kasih solusi atau jalan keluar untuk kalian berdua.."
Berfikir sejenak..
Apakah jika dia cerita ke Rara ada solusinya. Valerie hanya takut kalau cerita malah jadi bahan gosip.
"tapi janji jangan cerita ke siapa pun ya.."
"iya.. tapi kita cari tempat dulu biar enak ceritanya.."
Valerie anggukan kepala dan mengikuti Rara.
Sesampainya..
"jadi gimana?.. kamu sama Asher selesai?.. "
"belum.. cuman kita lagi sama-sama nggak mau ngomong aja.."
"jadi.. masalahnya apa?.. sampai kalian saling diem-diem an gitu?.."
Valerie menghela nafas..
"aku mau tanya.. kalau.. "
Diam sejenak.
"kalau kamu punya pacar terus.."diam lagi"dia masih simpen foto mantan kamu.. apa kamu bakal marah?.."
"jelas.. jelas aku bakal marah.. kamu temuin foto mantannya dimana?.."
"dompet.."
Diam sejenak..
"tapi.. kamu yakin itu mantan dia.."
Valerie hanya diam, lalu memikirkan pertanyaan Rara.
"apa kamu udah tanya sama Asher?.."
"udah.. tapi dia nggak jawab.."
Rara seperti sedang berfikir.
"Valerie.. lebih baik kamu tanya langsung ke Asher.. mungkin saat itu Asher syok pas kamu temuin foto itu.."
Valerie hanya diam.
"siapa tahu dia punya trauma di masa lalu.. apa Asher pernah cerita?.."
"dia pernah bilang.. dulu dia benci hujan karena kehilangan seseorang.."
"nah.. siapa tahu Asher dan mantannya itu ada kisah tragis.."
"kayaknya nggak deh.. semenjak dia balik dari libur an.. sikapnya aneh jadi diem.. aku mikirnya dia ketemu sama mantannya lagi.."
Rara diem..
"bisa jadi.."
Rara hanya diam, tidak bisa berkata apa-apa karena ini hal yang sulit. Takut nanti pertanyaannya menyinggung perasaan Valerie.
Jadi, Rara memutus kan untuk bertanya langsung ke Asher.
---
Besoknya di perpustakaan..
Rara mencari Asher di perpustakaan. Karena dia tahu kalau Asher suka ke perpustakaan.
Akhirnya Rara ketemu Asher setelah berkeliling perpustakaan.
tok.. tok..
Rara mengetuk meja Asher. Itu mengingatkannya ke pada Valerie. Asher kira itu Valerie ternyata Rara.
"Asher.. ayok kita bicara sebentar.. "
Asher mengikuti Rara keluar dari perpustakaan dan duduk di taman kampus.
"ngapain kamu ngajak aku ke sini?.."
"kamu sama Valerie udah putus?.. " Tanya Rara to the point.
"kata siapa?.."
"Valerie..."
Rara telah memfitnah Valerie. Sebenarnya apa niat Rara bisa bilang begitu.
"kapan dia bilang kayak gitu?.."
"kemarin.. kamu dengarkan kita ke mall.. di situ kita lagi ngomongin kamu.."
Asher terdiam..
"aku nggak percaya.."
"kalo gitu coba tanya sendiri sama Valerie.."
Asher masih diem..
"Valerie bilang.. kalo dia temuin foto di dompet kamu.. itu katanya mantan kamu, emang bener?" Tanya Rara mancing.
Asher melihat Rara dengan tatapan tidak suka dan juga marah.
"nggak usah ikut campur urusan ku dan Valerie.."
"bukan mau ikut campur.. tapi.. aku masih kasih tahu.. kalo Valerie lagi Deket sama Tio.."
Ekpresi wajah Asher berubah menjadi sendu. Rara tersenyum tipis.
"jadi selesain masalah kalian dengan baik.. atau.. Valerie lari ke Tio.. "
Asher langsung pergi meninggalkan Rara.
"akhirnya.." ucap Rara dengan senyum misterius.
Entah ada masud apa Rara bilang kayak gitu ke Asher.
---
Valerie lagi tunggu ojek online di depan kampus. Ada Tio yang nyamperin Valerie.
"hai Valerie mau pulang?.. "
"iya.. lagi tunggu ojek online.. "
"udah batalin aja.. aku anterin kamu pulang yah.."
"nggak usah terima kasih.. aku naik ojek online aja.."
"biasanya kamu naik bus.. kenapa akhir-akhir ini kayaknya naik ojek online.. "
"lagi nggak mau naik bus aja.. "
"oohh.. dimana Asher? "
Diam sejenak..
" nggak tahu .. "
Saat itu Asher mau pulang dan melihat Valerie lagi ngobrol sama Tio. Dia berfikir apa benar Valerie lagi deket sama Tio?. Secepat itu? fikir Asher.
Asher pun balik arah tidak jadi pulang, kembali lagi ke perpustakaan. Saat itu juga ojek online Valerie datang.
"mba Valerie ya?.." Tanya ojek online.
"iya.." kata Valerie "ya udah ya Tio aku pergi dulu.." kata Valerie sambil siap-siap naik motor.
"Beneran nggak mau aku anter nih?.."
"Beneran nggak usah..".
Tio hanya anggukan kepala lalu pergi. Valerie tarik nafas lega akhirnya Tio pergi juga.
---
Beberapa hari berlalu..
Satu kelas heboh dengan hubungan Asher dan Valerie. Ada kabar Valerie di campakkan Asher karena balikan sama mantan. Ada yang bilang juga Valerie selingkuh.
Sedangkan dua orang yang di gosipkan hanya diam. Asher tidak perduli dengan kata mereka. Tapi, Valerie berfikir siapa yang buat gosip seperti itu.
Akhirnya Valerie ingin ngomong sama Asher. Tapi, selalu nggak bisa. Karena Asher terus menghindar. Valerie chat '0811' juga nggak di bales. Valerie bingung harus bagaimana.
Terlebih gosip itu terus menyebar kemana-mana. Dengan berita yang makin nggak bener.
Akhirnya denga terpaksa Valerie menarik tangan Asher dengan paksa.
"ikut aku sebentar.."
Asher sedang di perpustakaan dan Valerie mengajaknya keluar perpustakaan. Buku tas dan hp nya ditinggal.
Sampailah mereka di taman.
"aku mau ngomong sama kamu.."
Asher cuman diem..
"kenapa kamu cuman diem?.. nggak jelasin semua ke aku?.. apa masalah kamu sampe kayak gini hah?.." Valerie berbicara dengan menggebu-gebu.
"Bukannya ini yang kamu mau kan?.."
"maksud kamu?.."
"kamu yang cerita ke Rara.. kalau kita udah putus.."
"hah?.. kapan?.. aku nggak pernah bilang kayak gitu ke Rara.."
"udah lah.. aku nggak mau nyakitin kamu.."
Asher pergi begitu saja. Tanpa ada kata putus dari Asher. Hubungan ini masih menggantung.
Valerie maupun Asher mereka sama-sama tidak ingin hubungan ini berakhir.
---
"masalah jika tidak di selesaikan dengan cepat.. itu akan menjadi sebuah bencana.. Asher selalu diam.. sedangkan Valerie menunggu jawaban.."