Valerie nemu foto Asher sama cewe lain dengan payung biru di dompetnya. Asher diam cukup lama. Ketika keluar jawaban “dia hujan masa lalu”.
---
Hari-hari mereka lewati dengan rasa bahagia. Walaupun ada pertengkaran kecil seperti pasangan lain. Tapi, Asher yang selalu mengalah.
Aktivitas yang mereka lakukan hal-hal positif. Seperti ketemu di halte, tugas di perpustakaan, tugas di cafe.
Mereka mengutamakan mengejar impian.
Mereka sedang berada di tempat bermain disana bermain dengan puas. Hanya ada tawa canda yang mereka perlihatkan.
Saat di cafe..
Mereka sedang istrahat dulu untuk makan dan minum.
“nanti kita sering-sering ke sini ya”ucap Valerie.
“iya.. selagi kamu seneng pasti aku mau”
Mereka saling lempar senyum.
Setelah makan dan minum di cafe. Mereka pergi ke foto box. Saling menggunakan aksesoris unik.
Setelah selesai mereka berimain ice seketing, bowling, mobil-mobilan dan lain-lain.
Saat itu mereka hanya berfikir untuk menikmati masa bahagia mereke saja.
--
Di perpustakaan..
Mereka sedang mengerjakan tugas masing-masing. Kalau ada tugas kelompok di salah satu antara mereka. Pasti mereka selalu ada.
“sebentar lagi ujian akhir semester lagi..” kata Asher.
“sebentar lagi kita lulus.. akhirnya..” Valerie jadi semangat.
“tapi jangan seneng dulu.. masih ada buat skripsi..” Senyum jahil Asher.
Asher tahu kalau Valerie paling tidak suka tugas yang banyak. Belum memasuki semester membuat skripsi aja Valerie sudah mengeluh.
“iya lagi.. kenapa nggak ujian aja kayak anak sekolah gitu..” sektika lemes.
“tapi skirpsi juga ujian terakhir..”
“iya lagi.. aku belum ketemu buat skripsi arahnya kemana..”
“tenang kan ada aku..” sambil usap kepala Valerie. Hal itu masih belum biasa buat Valeri, terkadang suka kaget.
“oh iya.. pacar aku kan pinter” senyum Valerie.
“aku harap setelah semester ini kita satu kelas..” kata Asher.
“emang kenapa kalo beda kelas..”
“nggak enak.. nggak bisa ketemu setiap hari.. apa lagi kalo kamu ada tugas kelompok..”
“hm.. cemburu ya..” goda Valerie.
“iya aku cemburu...”
Mereka saling tersenyum..
---
Ujian akhir semerter selesai, waktunya libur panjang.
"nanti kalo kangen chat '0811'.. kalo jaraknya jauh kode '0811' artinya beda"
"iya.. sebelumnya kamu gitu.. bikin anak orang baper aja"
"tapi beneran baper kan?"..
Diam sejenak..
"iya sih.."
Asher hanya tersenyum
---
Akhirnya mereka kembali terpisah di waktu liburan panjang. Mereka saling kirim pesan satu sama lain.
Kirim pesan ke Asher.
'0811..'
Asher terkejut saat menerima kode itu dari Valerie. Akhirnya Valerie kangen juga sama Asher. Setelah menunggu beberapa hari Asher menunggu kode '0811'.
Ibu Asher ikut duduk di teras bersama Asher.
"nak ibu mau tanya.." kata ibu Asher.
"tanya apa Bu?.."
Diam sejenak..
"apa kamu sudah punya pacar?.." tanya ibu Asher sangat hati-hati.
Asher tersenyum malu.
"sudah Bu.."
Terlihat raut wajah ibu Asher yang senang. Tapi bercampur aduk rasa khawatir.
"ibu senang akhirnya kamu mau membuka hati..tapi.."
Seketika senyum Asher hilang. Tahu kearah mana pembicaraan ibunya.
"Asher tahu Bu.."
"maaf Asher.. ibu hanya tanya.." sambil mengelus pundaknya.
"Asher tahu Bu.."
Mereka saling diam.
"kamu udah cerita tentang Lily?.." tanya ibu.
Asher hanya diam.
"Asher.. ibu tahu ini berat buat kamu.. tapi kamu harus kasih tahu dia..biar kedepannya nggak ada masalah.."
Diam..
"Asher masih nggak bisa Bu.. Asher merasa bersalah.. Asher sadar kalau selama ini suka sama dia karena mirip sama Lily.."
Ibu terkejut mendengar perkataan Asher.
"jadi selama ini kamu.."
"iya ibu.. Asher sudah salah sama dia.."
Ibu Asher hanya diam.
Selama ini Asher sudah menipu diri. Menganggap Valerie adalah Lily. Jika Valerie tahu, bagaimana dengan perasaanya.
---
Beberapa hari kemudian...
Liburan telah usai, kini Asher dan Valerie ketemu lagi. Betapa senangnya Valerie mereka berdua satu kelas lagi.
"akhirnya kita satu kelas lagi.." senyum Valerie.
Asher hanya tersenyum tipis, rasa bersalah itu kembali.
"kamu kenapa?.. nggak seneng kita satu kelas lagi?" Tanya Valerie.
"bukan.. aku seneng kita satu kelas lagi.."
"terus kenapa wajah kamu kayak sedih gitu.."
"nggak papa.. jangan khawatir ya.."
Asher hanya menggenggam tangan Valerie. Tidak ada obrolan apa-apa hanya diam seribu bahasa.
Beberapa hari Asher masih murung, seperti ada masalah dalam dirinya. Tapi, tidak mau cerita ke Valerie.
Akhirnya Valerie mengajak Asher untuk pergi ke cafe.
"suasananya nyaman banget ya.."
"iya.. kamu pernah ke sini? bisa ketemu tempat senyaman ini.."
"ini yang pertama kalinya kok.."
"terus tahu tempat ini dari siapa?"
"dari Rara.. aku minta rekomendasi tempat cafe yang nyaman.."
"oh dari Rara.. kamu Deket sama Rara?.."
"ya lumayan.."
Kembali diam.
Valerie merasa setalah pulang kampung Asher jadi pendiam. Akhirnya Valerie berani bertanya.
"kamu mau di jodohin ya?.." Tanya Valerie was-was.
Asher terkejut Valerie tanya seperti itu.
"nggak ada.. kenapa kamu bisa bilang kayak gitu?.."
"habisnya kamu pulang dari liburan jadi aneh.. diem dan kelihatan sedih.. jujur aja kalo kamu emang di jodohin" tanya Valerie jutek.
"nggak Val.. ibu aku udah tahu kalo aku udah punya pacar.."
Valerie kaget "serius?.. kamu kasih tahu ibu kamu?"
Asher hanya meanggukan kepala.
"terus-terus gimana reaksi ibu kamu"
"ya seneng.. karena akhirnya aku bisa terbuka"
Valerie tersenyum senang.
"bentar ya aku mau ke toilet.."
Asher langsung ke toilet. Tanpa, Asher sadari dompetnya masih di atas meja. Inisiatif Valerie mau masukin dompetnya ke tas Asher.
Saat dompet mau di masukin ke tas, dompetnya malah jatuh. Dengan posisi dompetnya kebuka.
"Aduh dompetnya ke buka lagi.. maaf ya Asher aku nggak niat buat lihat isi dompet kamu.."
Saat ingin melipat dompetnya, mata Valerie melihat sebuah foto. Ternyata masih di simpan Asher foto Lily membawa payung biru.
"ini siapa?.. adeknya atau kakaknya?.. tapi kenapa nggak pernah bilang.."
Valerie mengambil foto itu dan mau tanya sama Asher nanti.
Asher kembali dari toilet. Dia melihat wajah Valerie yang murung.
"kamu kenapa?.. "
"nggak papa.." dengan nada jutek " ayo kita pulang"
"Lho kita baru nyampe.. "
"aku tiba-tiba pusing.. mau pulang aja.. "
"ya udah kalo gitu.. aku mau bayar dulu ya.. "
Valerie hanya diam. Asher ke kasir membuka dompetnya dan menyadari Foto Lily hilang. Asher sedikit panik karena itu satu-satunya foto Lily yang dia punya.
Asher mau mengantarkan Valerie dulu ke halte. Lalu nanti kembali ke cafe untuk mencari foto Lily.
Saat di halte hujan turun. Hati Asher gelisah karena foto Lily hilang, di sisi lain otak Valerie berisik.
Tiba-tiba..
"Asher.." panggil Valerie, Asher menoleh ke arahnya "kamu kehilangan foto ini.."
Valerie menunjukkan foto Lily, Asher terkejut dan sedikit lega "foto itu kenapa ada di kamu?.." tanya Asher.
"aku yang ambil.."
"kamu buka dompet aku?.."
"nggak sengaja waktu aku mau masukin Dompet kamu ke tas.. dompetnya jatuh dan kebuka.. di situ lah aku lihat foto ini" sambil tunjukin foto itu.
"itu nggak sopan Valerie.."
"aku tahu.. tapi kalo dompet kamu nggak sengaja kebuka dan aku lihat foto ini.. mungkin aku nggak bakal tahu siapa gadis ini"
Asher hanya diam.
"sekarang jelasin siapa dia?.. kenapa dia pegang payung biru.."
Asher hanya diam.
"Asher.. aku tanya ini siapa?.. mantan kamu?.. kamu ketemu lagi sama mantan kamu?.."
Asher hanya diam tapi tatapan nya berubah sedikit kesal.
"kamu pulang dari liburan ujian terus ketemu lagi kamu jadi galau iya?.. karena mantan kamu itu deketin kamu lagi?.. "
Lagi-lagi hanya diam dengan tatapan yang tidak terima.
"kenapa diam aja?.. berarti bener kan?.. kamu mau balikan lagi sama dia iya?.."
Kali ini Asher bersuara "tahu apa kamu tentang dia?.. "
"aku nggak tahu siapa dia.. makanya aku tanya.. tapi kalau kami diem aja berarti bener kan?? "
" itu bukan urusan kamu.. "
" jelas itu urusan aku.. aku ini pacar kamu.. kamu pinjemin payung biru itu karena itu punya dia kan.. "
Asher hanya diam.
"kamu terus bawa payung itu entah hujan atau tidak.. tapi kamu tetep bawa kemana pun kamu pergi.. "
Diam lagi.
"kali ini aku bener-bener kecewa sama kamu.. cukup lama aku diam.. kamu pernah bilang benci hujan.. tapi aku nggak tahu benci hujan kamu karena apa.."
Valerie mulai menangis karena lelah melihat Asher tidak ada pembelaan apa pun. Asher pun mulai menahan air matanya.
"cukup Asher.. aku udah lelah.. ambil foto ini.."
Valerie membuang foto itu ke tanah dan terkena genangan air hujan. Asher langsung mengambilnya. Valerie tidak percaya Asher hanya mementingkan foto itu dari pada dirinya.
---
'masa lalu yang sulit di lupakan itu nyata.. terlebih jika sudah punya pasangan.. dia tahu itu salah tapi tidak ada penjelasan apa pun'