Di taman, hujan gerimis. Asher : “Aku suka kamu karena hujan.. apa kamu mau jadi alasan aku suka hujan?" Valerie jawab " iya".
---
Setelah pertemuan mereka dia Cafe..
Asher tidak bisa tidur kepikiran Valerie. Terlebih Valerie hari ini hujan-hujan dua kali.
chat Asher tidak di bales Valerie.
Valerie sedang menangis tersedu-sedu di kamar kosnya. Teringat dengan Ayahnya, Valerie hanya takut Asher pergi seperti Ayahnya.
Ada perasaan lebih yang dimiliki Valerie untuk Asher. Tapi, Asher tidak tahu itu.
Setelah Hujan-hujan an dua kali dan menangis sepanjang malam. Akhirnya Valerie demam, tidak ke kampus berhari-hari.
--
Berhari-hari berlalu..
Asher maupun Valerie tidak saling bertemu. Karena Valerie tidak bisa di hubungi.
Tanpa Asher tahu kalau Valerie sedang sakit. Karena setelah pertemuan terakhir kalinya Valerie hujan-hujanan dua kali.
Pesan dari Asher sebanyak 10x isinya ‘0811’.
Hanya itu pesan Asher, tidak ada pesan yang menanyakan kabarnya atau keberadaanya.
---
Keesokan harinya di halte kampus.
“Valerie..” panggil Asher yang melihat Valerie turun dari bus.
Valerie mendekati Asher dengan senyum tipis. Melihat wajah Valerie yang pucat Asher khawatir.
“kamu habis sakit?” tanya Asher.
Valerie hanya tersenyum tipis.
“sini..” Asher meminta tas Valerie.
“kamu mau ngapain?” tanya Valerie.
“aku bawain tas kamu..”
“nggak usah.. aku masih bisa bawa sendiri”
“nggak papa.. aku anterin kamu sampe kelas..”
“nggak usah Asher aku bisa sendiri..”
“Valerie...” dengan nada peringatan.
Baru kali ini Valerie melihat Asher yang serius. Mau tidak mau Valerie memberikan tasnya.
Mereka berjalan di lorong kampus. Mata orang-orang sekitar tertuju pada mereka.
“Asher.. nanti kalo ada yang salah faham gimana?”
“salah paham gimana” tanya Asher santai.
“kalau nanti kita di kira pacaran gimana?”
“biarin..” ucapan Asher membuat Valerie melihatnya
“jangan dengerin kata orang bikin pusing” lanjut Asher.
Perkataan Asher membuatnya sedikit sedih. Setelah beberapa hari dia merenung di kamar kos. Valerie baru menyadari perasaanya.
‘maaf Valerie.. ini belum saatnya tunggu kamu sembuh dulu’
Asher juga sudah menyimpan rasa jauh sebelum mereka berkenalan.
Pertemuan mereka di halte bus dan Asher meminjamkan payung, itu sudah pertemuan kesekian kalinya.
Asher sudah jatuh hati dengan Valerie saat pertama kali bertemu. Saat Valerie turun dari bus untuk bertemu dengan temannya.
Itulah pandangan pertama Asher kepada Valerie. Lalu payung itu hanya sebuah alasan aja.
---
Setelah beberapa hari berlalu kondisi Valerie sudah membaik. Asher mengajak Valerie ke taman dekat kampus.
“tumben kamu ngajak aku ke taman ini..”
“pengen aja ke taman.. pengen ada tempat favorite kita berdua selain halte..”
Perkataan Asher membuat Valerie tertawa, kini perkataan yang sweet keluar dari Asher itu hanya candaan bagi Valerie.
“tempat favorit?” Valerie tersenyum “kamu tuh ngomong kayak gitu harusnya sama pacar bukan sama aku temen kamu..”
“emang nggak boleh kalo cuman temen itu punya tempat favorite?” tanya Asher.
“boleh tapi sama temen yang sesama jenis soalnya biasanya buat tongkrongan.. kalau..” Valerie diam.
“kalau apa?” Tanya Asher.
“kalau temen lawan jenis punya tempat favorite rasanya aneh.. sedangkan kita nggak pacaran”
“ayo..” ajak Asher membuat Valerie syok.
“ayo apa?” tanya Valerie serius.
“ayo kita pacaran..”
Valerie menoleh kearah Asher. 1 derik kemudian Valerie ketawa.
“Asher udah deh bercandanya nggak lucu tahu..”
“aku serius..”
Tiba-tiba gerimis..
“udah ah Asher bercandanya.. gerimis ayok pulang..” kata Valerie mengalih pembicaraan.
Saat Valerie ingin pergi menghindar, tangannya di tarik Asher sampai Valerie menghadap ke Asher lagi.
“aku serius Valerie..” dengan nada yang benar-benar serius.
Valerie terdiam di bawah hujan gerimis. Mereka berdua saling pandang.
“aku benci hujan kayak kamu karena seseorang.. tapi sekarang nggak..”
Diam sejenak..
“Aku suka kamu karena hujan.. apa kamu mau jadi alasan aku suka hujan?"
Valerie sedang meyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi. Ini nyata kalau Asher menyatakan perasaanya padanya.
“tapi kamu yakin Asher?.. kita sama-sama punya luka yang sama karena hujan.. hari ini kamu bilang suka aku karena hujan.. bagaiman kal kita membenci hujan lagi?” kata Valerie.
Asher terdiam sejenak.
“aku yakin kita bisa untuk terus suka hujan..”
“kalo kamu bilang kayak gitu.. aku jawab iya.. karena aku jadi alasan kamu suka hujan lagi..”
Valerie menjawab iya, menerima pernyataan perasaan Asher.
Mereka tidak saling pelukan rasanya masih canggung untuk melakukannya. Hujan gerimis sebagai saksi mereka kalau mereka tidak akan benci hujan lagi.
Mereka tidak mengira kalau perasaan mereka akan saling terbalaskan.
---
Setalah mereka jadian. Setiap hari Asher atau Valerie saling menunggu di halte. Masuk ke kampus bersamaan.
Mereka baru jadian rasanya masih canggung. Belum ada pegangan tangan, pelukan atau panggilan sayang.
“nanti kamu selesai kuliah jam berapa?” tanya Valerie.
“jam 2 siang... kalau kamu?” tanyas Asher balik.
“aku jam 5 sore..”
“ya udah aku tungguin sampe kamu pulang ya..”
“nggak usah.. nanti kamu bosen tungguin aku selama 3 jam..”
“nggak kok.. nanti aku ke perpus.. kalau udah selesai chat 0811..”
“oke..”
Mereka saling lempar senyum. Hari pertama mereka jadian rasa canggung itu masih sangat terasa sekali.
---
Jam 5 sore..
Ada pesan dari Valerie..
Valerie ‘0811’..
Setelah mendapat pesan dari Valerie. Asher langsung menuju ke halte.
Dia melihat Valerie yang berdiri menunggu dirinya di halte. Penampilan Valerie sedikit lebih rapih dari biasanya. Tidak ada rasa lelah seperti biasanya.
Asher diam-diam mendekati Valerie. Setelah dekat Asher mengusap kepala Valerie.
Valerie terkejut “Asher...” hanya senyuman yang diberikan Asher “bikin takut dikira siapa”
“maaf.. udah lama nunggu?”
“nggak.. baru sampe”
Asher melihat penampilan Valerie dari atas sampai bawah dengan wajah menggoda. Membuat Valerie salah tingkah.
“hm.. hari ini cantik banget pacar aku”
Kata ‘pacar aku’ membuat Valerie makin salah tingkah.
“bisa aja sih godain nya pacar ku ini”
Valerie balik menggoda Asher dengan kata ‘pacar ku’. perkataan itu membuat Asher bahagia.
“kita ke cafe yuk.. aku ada tugas buat besok” kata Valerie.
“oke..”
Saat Asher ingin menggandeng tangan Valerie, tangannya berhenti dan tidak jadi menggandeng tangan Valerie.
---
Cafe..
Valerie sedang sibuk mengerjakan tugas. Asher hanya memandang Valerie penuh dengan kasih sayang.
“Asher... berhenti lihat aku terus..”
“kenapa nggak boleh?”
“bukan nggak boleh... tapi aku nggak fokus..”
“padahal aku nggak mau sia-sia in kecantikan pacar aku ini..”
“Asher!!..” pulpen yang di pegang Valerie memukul kening Asher pelan.
“ya udah kalo gitu aku tidur ya..”
“iya.. biar kamu nggak lihat aku terus..”
Benar saja Asher tidur kerena lelah ngerjain tugas di perpus, saat menunggu Valerie.
Satu jam kemudian...
Tugas Valerie sudah selesai. Melihat Asher masih tidur, Valerie ingin bangunin tapi nggak tega.
Posisi mereka berhadapan kepala Valerie ikut di taruh di atas meja. Berhadapan dengan wajah Asher yang sedang tidur.
“kalo dilihat dari deket ternyata ganteng banget ya” bisik Valerie.
“terima kasih..” ucapan Asher yang tiba-tiba.
Valerie kaget dan menegakkan badanya.
“kamu denger..”
“iya..”
“aku kira masih tidur..”
“awalnya.. tapi waktu kamu hadapan muka ke aku.. itu aku udah bangun..”
Valerie tutup muka terus pergi keluar cafe karena malu. Asher hanya tersenyum melihat tingkah Valerie yang lucu.
Asher menyusul Valerie, saat di depan cafe Valerie buang muka karena malu.
Tanpa disangka Asher memberanikan diri memegang tangan Valerie. Membuatnya semakin terkejut sekaligus senang.
Sempat ditolak Valerie, tapi tangannya di genggam kuat sama Asher. Mereka bedua tersenyum seakan dunia itu milik mereka.
---
'hujan membuat mereka bertemu.. hujan menjadikan mereka teman lewat payung biru.. hujan juga yang menjadikan mereka pasangan ke kasih..'