Tiap hujan mereka pasti ngobrol lama. Valerie cerita dia trauma hujan karena... Arka dengerin.
---
Sebelumnya.. Valerie..
Saat pertama kali bertemu dengan Asher di halte. Membuatnya terus kepikiran.
Keesokan harinya saat bertemu lagi dengan Asher. Ternyata mereka satu kelas. Kembaliin payung Asher.
Ketemu lagi di halte Asher kembali memberikan payungnya. Sebenarnya Valerie senang, tapi pura-pura aja.
Saat pertemuan kedua, jantung Valerie berdetak. kembali dipertemukan halte dekat perpustakaan kota.
Saat Asher menarik tangannya, sebenarnya Valerie terkejut. Sempet pikirannya kosong sejenak. Betapa senangnya Valerie saat duduk sangat dekat.
Asher mengajaknya berteman. Awalnya pura-pura kaget, padahal sangat senang. Akhirnya mereka bisa berteman.
---
Kembali di masa kini..
Dua minggu kemudian..
Pesan chat dari Valerie ‘0811’..
senyum Asher mengembang dan berlari ke halte bus dekat dengan kosnya, kemudian naik bus tujuan kampus.
Sampai sampai di halte bus dekat kampus. Senyumnya semakin mengembang saat melihat Valerie yang sudah berdiri menunggunya.
Asher turun dan langsung menghampiri Valerie.
“udah lama nunggu?” tanya Asher.
“hhmm.. lumayan”
Lalu Mereka berdua tersenyum dan berjalan menuju kampus.
“ternyata beda kelas kita.. cuman ada satu kelas yang bareng” kata Valerie.
“iya sayang banget..”
“tapi kita harus tenang ada kode 0811 ya kan”
Asher menganggukkan kepala sambil tersenyum.
“selama pulang kampung ngapain aja?” tanya Asher.
“eum.. nggak banyak sih.. kebanyakan rebahan” tawa Valerie “kalo kamu?” Valerie balik tanya.
“aku bantu in ibu buka jualan sama tutup jualan..”
“oh ibu kamu jualan.. jualan apa?”
“jualan warung kecil-kecilan sama pecel..”
“pecel? Wah aku suka banget itu pecel..”
“serius?.. nanti kalo aku pulang kampung aku bawain pecel buatan ibu ku ya”
“janji ya..” kata Valerie.
Asher menganggukan kepala.
Sudah sampai di kampus mereka saling berpisah, karena berbeda kelas.
---
Hari demi hari mereka lalui dengan tenang. Mereka selalu menggunakan kode ‘0811’ karena jadwal mereka yang berbeda.
Terkadang mereka sulit untuk bertemu kalau ada tugas kelompok.
Sampai akhirnya mereka bertemu. Tapi, Asher membawa orang lain yaitu teman kelompoknya.
Valerie setelah sampai di halte melihat Asher sedang berbicara dengan gadis lain. Dia hanya diam dengan jarak yang cukup dekat, tapi Asher belom sadar. Karena sedang asik membicarakan sesuatu.
Sampai akhirnya Asher sadar, kalau Valerie ada di halte.
“Valerie..” sapa Asher.
Valerie hanya tersenyum kecut.
“dari tadi..”tanya Asher.
Teman yang bersama Asher mendekati mereka.
“siapa dia Asher?” tanya gadis itu.
“kenalin dia Valerie temen ku.. Valerie kenalin ini Sisi temen tugas kelompok” penjelasan Asher.
Valerie hanya diam dan tersenyum tipis. Mereka bertiga duduk di bangku halte bus.
“Valerie kamu sakit?” tanya Asher sambil periksa dahinya.
Valerie menyingkirkan tangan Asher “nggak..”
“terus kenapa diem aja?” tanya Asher.
“aku nggak mau ganggu”
“nggak ganggu kok” Valerie hanya diam saja “apa kamu mau ikut kita?” ajak Asher.
“kok kamu ngajak dia?” protes Sisi.
“emang kenapa kalo Valerie ikut?” tanya Asher.
“kitakan mau ngerjain tugas.. ngapain harus ngajak orang lain?” protes Rara lagi.
“dia bukan orang lain.. tapi temen aku”
“tetep aja.. kecuali pacar sih nggak masalah” sindir Sisi.
Asher mau menjawab perkataan Rara. Tapi, Valerie langsung berdiri.
“maaf kalau aku ganggu..” Valerie mau pergi.
Tangan Valerie di tahan Asher “mau kemana?..”
“aku baru inget ketinggalan sesuatu di kelas..”
“aku temenin ya..”
Valerie melihat wajah Sisi dengan ekspresi tidak suka. Karena tidak ingin membuat masalah Valerie menolak.
“nggak usah.. aku bisa sendiri.. lagian kalian mau pergi ngerjain tugas kan.. kita bisa ketemu besok lagi” kata Valerie.
Belum sempat Asher menjawab Valerie sudah pergi dulu. Pergi dibawah guyuran hujan. Hari itu sedang turun hujan.
Asher menatap Sisi dengan tatapan tidak suka.
“kenapa kamu kayak gitu sama dia..”
“emang aku salah?.. lagian dia temen bukan pacar kamu kan.. jadi aku nggak salah dong” ucapan Sisi tidak merasa bersalah sama sekali.
Asher tidak ingin lagi berdebat. Lebih baik dia cepat-cepat selesaikan tugas dengan Rara.
---
Malam hari kos Valerie.
Dia sedang rebahan di kasur sambil cek hp nya.
Pesan Asher masuk ‘0811’.
Valerie terbangun dari rebahannya karena terkejut dengan pesan Asher.
Valerie membalas chat Asher.
Valeri ‘Asher kamu dimana?’
Asher ‘di halte bus dekat kos kamu’
Valerie ‘apa? Kamu gila di luar hujan’
Valerie mengambil Hoodie nya lalu langsung berlari keluar tanpa payung. Dia berlari secepat mungkin di bawah rintik hujan.
Halte bus dekat kosnya sudah dekat. Asher berdiri sendiri sambil membawa payung biru.
Sesampainya di halte bus..
“A-Asher kamu gila..”
Asher terkejut melihat Valerie yang berlari di bawah rintik hujan.
“Valerie kamu kenapa hujan-hujan nan?” tanya Asher panik.
“ya gara-gara kamu.. jam segini dateng ke sini dan ini masih gerimis..”
Asher membuka Hoodie nya “ini pake.. lepas hodie kamu yang basah itu..”
“kamu bener-bener gila Asher..”
“ayo kita cari tempat untuk minum teh..” ajak Asher.
Valerie hanya diam mengikuti Asher. Hoodie nya masih di bawa Valerie. Sesampainya di cafe terdekat.
Valerie pesan teh hangat sedangkan Asher kopi hangat.
“maaf yang tadi..” kata Asher.
“nggak perlu minta maaf..”
“kamu marah kan..”
Valerie minum tehnya “nggak.. cuman..”
Perkataan Valerie berhenti sambil melihat tehnya.
“cuman apa?” tanya Asher.
“cuman inget kenangan yang menyedihkan aja”
“kenangan apa?” tanya asher lagi penasaran.
“dulu aku pernah ditinggal saat hujan..”
“sama siapa?”
“sama ayah..” diam “dulu waktu kecil ayah tinggalin aku demi istri barunya”
Asher hanya diam.
“awalnya aku trauma sama hujan karena ayah.. awal ibu dan ayah cerai aku memilih ikut dengannya.. tapi siapa sangka saat dia menikah lagi.. dia menyerahkan aku sama ibu.. aku sangat menyayangi dia.. katanya cinta pertama anak perempuan itu ayahnya.. tapi”
Air mata Valerie akhirnya terjatuh..
“tapi.. cinta pertama ku yang mematahkan hati ku”
Kembali air matanya mengalir, reflek Asher menghapus air mata Valerie.
“maaf ya.. karena aku kamu jadi inget ayah kamu..” Valerie hanya diam “tapi sekarang aku yang akan ada selalu di samping kamu..”
Valerie hanya tersenyum sinis..
“kamu lupa.. kita itu cuman temen.. apa yang dibilang Sisi itu benar.. aku cuman ’TEMEN’ kamu..”
Valerie berdiri ingin pergi... Asher menahan tangannya.
“maaf Asher aku butuh sendiri untuk berfikir.. mungkin kenangan itu membuat aku takut hujan lagi..”
Valerie melepaskan tangan Asher. Lalu pergi meninggalkan Asher sendiri.
Setelah Valerie sudah pergi..
“bukan cuman kamu aja yang takut atau benci hujan... tapi... aku juga...”
Diam..
“tapi..aku baru tahu kalau kamu tidak suka hujan juga karena seseorang seperti aku”.
Ternyata mereka menyimpan rasa sedih saat hujan. Asher kira Valeri suka hujan, ternyata benci hujan sepertinya.
Rasanya Asher ingin memeluk Valerie dan mengatakan semua sudah berlalu. Dia tahu rasanya kehilangan saat hujan datang.
Kembali Asher membuka foto seorang gadis di dompetnya. Wajahnya semakin sedih setelah melihatnya.
---
'hujan yang memberikan kenang untuk setiap orang.. terkadang hujan membuat sebagian orang merasa sedih'