Mereke bikin kode kalau hujan, chat "0811". Artinya "ketemu di halte ya"
---
Flashback ..
Saat hujan turun Asher sudah berada ada di halte, sambil membawa payung biru.
Bus datang, tapi bukan tujuan Asher. Turun lah seorang gadis yaitu Valerie. Saat itu Asher sudah Jatuh hati dengan Valerie.
"Lily.." batin Asher.
Saat ingin menyapa..
"Valerie..!!"
Asher tersadar saat mendengar namanya 'Valerie' Bukan'Lily'.
"hai Ra.. barang aku kamu bawa?"
"iya ini..untung aku masih di kampus.."
"tahu nggak kamu chat aku masih di bus.."
"kamu mau kemana?.."
"aku mau pulang.. terus kamu chat buku aku ketinggalan.."
Mereka berdua berbincang dengan asik sambil menunggu bus tujuan mereka.
Asher hanya mendengar kan percakapan mereka sambil tersenyum.
Mulai saat itu Asher tertarik dengan Valerie. Semester pertama mereka tidak pernah satu kelas, sampai Akhirnya di semester kedua mereka sering satu kelas.
Asher hanya memperhatikan Valerie dari jauh. Mereka tidak pernah satu kelompok kalau ada tugas kelompok.
---
Flashforward..
Setelah kejadian hari itu mereka mulai menjadi akrab. Sering bertemu di halte bus dan pergi ke perpustakaan saat hari libur.
Hari dimana hujan kembali datang Valerie dan Asher sudah berada di halte bus.
Mereka berdua tersenyum melihat hujan turun. Asher masih memegang payung birunya. Valerie sedang menadah air hujan. saat itu di halte hanya mereka berdua.
Valerie berbalik melihat kearah Asher.
“kamu suka hujan?” tanya Valerie
“suka..” sambil melihat Valerie dengan penuh arti.
“sejak kapan?” tanya Valerie.
“sejak ketemu orang baru..”
Valerie duduk di samping Asher.
“sebelumnya nggak suka?”
Valerie tidak kepo siapa orang itu.
“nggak..” diam sejenak “karena dulu aku benci hujan.
Di wajah Valerie penuh tanda tanya.
“karena saat hujan turun aku kehilangan seseorang”
Valerie hanya diam dan mengerti kearah mana yang di maksud Asher. Tapi, dia tidak berani bertanya kalau Asher tidak ingin mengatakannya
Tidak lama bus tujuan Asher datang.
“bus kamu datang”
Asher lagi-lagi kasih payung birunya ke Valerei.
“pake payung ini..”
Valerie menerimanya dengan senang hati. Saat Asher mau naik.
“Asher..” dia menoleh ke Valerie “biarlah masa lalu pergi dengan hujan yang menyakitkan.. lalu akan datang masa depan dengan hujan yang indah”
Asher tidak mengatakan apa-apa, dia hanya tersenyum lalu naik bus.
Seketika Valerie merasa bersalah karena tidak sengaja mengungkit masa lalu. Wajahnya berubah sedih, seakan dia tahu bahwa di hati Asher memiliki orang yang paling di sayanginya.
Saat bus berjalan Asher menoleh kebelakang melihat Valerie yang terlihat sedih.
“maaf.. itu bukan salah kamu”
Asher juga merasa bersalah karena merasa sedih di depan Valerie.
Sesampainya Valeri di kos dan menaruh payung biru di tempatnya. Sejenak Valerie memandangi nya.
“aku harap pemilik kamu baik-baik saja”
---
Keesokan harinya...
Mereka berdua ketemu lagi di halte. Tapi kali ini Asher yang menunggu Valerie untuk masuk kelas bersama.
Valerie turun dari bus sambil bawa payung biru. Melihat Asher yang berada di bus membuatnya senang.
“kamu masih disini” tanya Valerie.
“iya.. aku nungguin kamu” senyum Asher.
“tumben?”
Diam sejenak...
“maaf..”
Valerie bingung.
“soal kemarin.. itu bukan salah kamu..”
Valerie hanya tersenyum “nggak ada yang perlu minta maaf..”
Asher kembali tersenyum.
“ayo kita ke kelas”
Mereka berdua menuju kelas. Setelah hari itu mereka semakin akrab.
---
Setelah beberapa hari di perpustakaan..
“Asher satu minggu lagi kita ada ujian semester”
Asher hanya menganggukkan kepala.
“nanti kalo beda kelas gimana?”
Asher memikir kan sesuatu.
“gimana kalo kita buat kode?” ide Asher.
“kode?”
“iya kita buat kode angka 0811 artinya ketemu di halte..”
Valerie berfikir apakah ini ide bagus atau tidak.
“kayak nya menarik.. tapi kenapa 0811?”
“karena kita ketemu di bulan agustus tanggal 11”
“waahh.. kamu sweet banget ya”
Mereka saling pandang dan diam sejenak.
Valerie buang muka karena malu.
“maksudnya.. kalo kamu ada pacar pasti sweet..” senyum canggung Valerie.
Asher tersnyum “memanngnya sama kamu nggak boleh?”
“ha?.. aku kan cuman temen.. ya nggak boleh” ucap Valeri canggung.
Asher hanya tersenyum melihat tingkah Valerie.
“udah ya.. aku pergi dulu ada janji..”
Valerie langsung pergi karena malu dengan ucapannya sendiri. Asher hanya tersenyum melihat Valerie jalan buru-buru.
“lucu sekali” senyum Asher.
Veleri pergi keluar perpustakaan lalu berhenti sejanak dan menoleh kebelakang.
“dia itu bisa banget bikin aku deg deg an.. sadar Valerie kalian cuman temen..” Valerie tarik nafas.
Lalu pergi meninggalkan perputakan, padahal dia tidak ada kegiatan apa pun lagi.
---
Malam hari sama-sama lagi di kos masing-masing.
Chat dari Asher.
Asher ‘jadi deal ya pake kode 0811’
Valerie ‘iya deal’
Asher ‘jadi nggak ada alasan buat kita nggak ketemu kalau beda kelas’
Tititk hilang.. titik hilang lagi.. nggak ada balasan dari Valerie.
Asher menatap layarnya dengan senyuman.
“andai kamu tahu Valerie.. tapi untuk saat ini aku belum siap...”
Asher membuka dompetnya dan melihat foto seorang gadis yang cantik, membawa payung biru. Payung yang Asher pinjamnya ke Valerie.
'Lily..'
Lagi-lagi Asher menyebut nama 'Lily' saat melihat foto itu.
---
Kos Valerie..
Valerie memandangi hp nya dengan wajah sedih. Entah apa yang Valerie rasakan.
Merasa ingin memiliki asher tapi tidak bisa. Karena Asher memiliki masa lalu yang tidak bisa di lupakan.
---
Satu minggu kemudian...
Ujian akhir semerter telah berakhir. Waktunya libur panjang, Valerie dan Asher mereka masing-masing pulang kampung.
Mereka sedang ada di halte bus, pertemuan terakhir mereka sebelum libur panjang.
“Asher kamu mau pulang kampung?”
“iya.. udah setahun aku belum pulang, kamu sendiri?”
“iya aku juga pulang kampung”
“nanti kalo aku kangen gimana?”
Seketika Valerie menoleh “maksudnya?” tanya Valerie penasaran.
Sejenak Asher berfikir “eum.. kan kamu temen aku satu-satunya.. kalo aku kangen sama temen aku satu-satunya gimana?”
“emang dikampung kamu nggak ada temen?”
“nggak ada.. aku orangnya pendiem nggak suka keluar rumah”
“oh ya?.. tapi kalo sama aku nggak..”
“karena kamu beda..”
“hah?”
Belum juga Valerie mencerna perkataan Asher. Bus tujuan Asher sudah datang.
“kalo aku chat 0811 artinya ketemu di halte.. tapi.. selama kita pulang kampung artinya beda..”
“apa?”
“kangen..” Asher langsung masuk bus dengan senyuman biasanya.
“ha?” bus pergi “eh tunggu Asher!!.. lagi-lagi tuh orang bikin penasaran aja” kesal Valerie
Asher menoleh ke belakang sambil tersenyum senang melihat Valerie yang kesal.
---
Mereka berada di kampungnya masing-masing. Benar saja Asher chat Varie dengan kode ‘0811’
Valrie membalas “ASHERR!!..”
Di rumahnya Asher hanya tersenyum melihat balasan dari Valerie.
Ibu Asher lewat dan heran melihat anaknya tersenyum.
“Asher kamu lagi lihat apa kok senyum-senyum sendiri” tanya ibu Asher.
“nggak ada bu.. cuman lihat pesan dari temen aja”
Tadinya Asher berdiri dekat pintu kamar, lalu berjalan mendekati ibunya yang duduk di bangku meja makan.
“temen kamu cewek atau cowok?”
Asher hanya tersenyum malu.
“cewek ya?.. syukurlah kalo kamu akhrinya mau berteman”
Senyum Asher seketika hilang saat mendengar perkataan ibu nya.
“ibu khawatir kalau kamu sedih berlarut-larut nak.. semenjak kejadian itu kamu jadi pendiam.. tapi sekarang ibu lihat kamu sering senyum-senyum di hp kamu”
“maaf ya bu kalau Asher udah buat ibu khawatir..”
“nggak papa nak.. ibu juga sedih karena kehilangan.. tapi berlarut-larut dalam kesedihan itu nggak baik”
“iya ibu.. dulu Asher benci hujan... tapi sekarang udah nggak.. sekarang Asher selalu menunggu hujan itu”
Asher dan ibunya saling tersenyum. Entah apa yang terjadi dengan Asher di masa lalu. Hujan dan foto gadis itu yang ada di dompetnya itu.
---
"Perasaan yang tidak bisa di ungkapkan.. di balik itu ada rahasia sulit untuk di ceritakan.."