Hei, mau mendengar kisahnya?
Dahulu kala, dunia tempat manusia tinggal, tidak dihuni oleh manusia saja. Percayakah kalian jika ada yang menggantikan manusia di puncak rantai makanan?
Mereka adalah kaum Immortals.
Meskipun banyak sekali perbedaan antara satu dan lainnya para kaum Immortals dan manusia hidup dengan damai. Saling mengasihi dan membantu satu sama lain.
Tapi sayangnya, salah satu manusia menentang hal itu. Manusia, yang memang memiliki keegoisan dan harga diri yang tinggi, memecahkan beberapa kaum Immortals dan Memprovokasi kaum tersebut hingga berada di pihaknya.
—untuk melawan kaumnya sendiri.
Manusia memang penuh ketamakan. Manusia itu ingin menjadi pemimpin kaum Immortals. Tentu, para pemimpin masing masing kaum kala itu tidak setuju.
Manusia terlalu berbahaya jika memiliki kekuasaan.
Akibat perpecahan itu, sebuah perang besar tak terelakkan. Manusia yang dibantu oleh beberapa kaum lainpun kalah karena perbedaan kekuatan yang terlalu besar. Terlebih lagi, manusia yang membelot dan memilih berkhianat lebih sedikit daripada yang memilih berada di kedamaian.
Melihat hal itu, para kaum penyihir bekerja sama dengan kaum Elf untuk memisahkan dunia manusia dan para kaum Immortals, memanipulasi ingatan mereka agar perpecahan tidak terjadi kembali.
Akibatnya, manusia menganggap para kaum Immortals sebagai makhluk yang hanya ada pada legenda, hanya sebagai mitos belaka yang keberadaannya diragukan. Hingga beberapa waktu berlalu, mereka memulai peradaban baru dengan kemampuannya sendiri.
Tetapi tanpa diketahui, seorang manusia yang dengan jelas mengingat segala kejadian itu, menuliskannya kedalam sebuah buku.
Buku yang tidak diketahui keberadaannya oleh para makhluk Immortals,
Buku yang eksistensinya dipertanyakan,
Dan sebuah buku yang menjadi saksi bisu atas segalanya.
Historia.