One
Suara dentuman musik memenuhi club malam ini, namanya entah apa Ana lupa, ia hanya mengikuti seorang pria yang merupakan teman dari temannya yang menawarinya pekerjaan di sini, entah apa pekerjaan itu Ana juga sebenarnya kurang tahu.
“Masuklah” ucap pria itu setelah berhenti di sebuah pintu berwarna hitam.
“Baik, terimkasih” ucap Ana mengetuk pintu, tak lama terdengar suara seorang pria menyuruhnya masuk.
“Permisi”
“Oh, apa kau Ana?” tanya pria bertubuh tinggi dengan muka yang bisa dibilang biasa saja itu.
“Oh, iya Om”
“Hahahaha, jangan panggil aku Om, aku belum setua itu” sahut laki-laki itu menatap wajah Ana yang polos.
“Wah, apa yang dibawa Nathan kali ini, sepertinya gadis polos” mendengar ucapan pria didepannya Ana mengerutkan keningnya apa maksudnya?
“Kau masih perawan?”
Bagai tersambar petir, pertanyaan itu mampu membuat Ana yang diam tambah diam membeku menatap netra hitam didepannya.
“Kenapa diam?” tanya nya karena sedari tadi Ana hanya diam membeku lurus kedepan.
“Ma maksud anda?”
“Dengan wajah mu yang pas-pasan gak ada yang mau membeli mu”
BOOMM!
Nyaris mata Ana melotot kaget dengan pernyataan pria didepannya.
“Dengan wajah mu yang pas-pas an gak ada yang mau membeli mu?” kalimat itu secara otomatis berputar-putar di kepala Ana seperti radio rusak.
“Ma mak..”
Perkataan Ana terpotong,
“Kecuali kau masih Virgin, dengan senang hati aku akan membeli mu dan jadilah pemuas ku”
Nafas Ana tertahan mendengar perkataan itu, otaknya seketika kosong tak mampu mencerna kata-kata yang barusan didengarnya, ia pikir Nathan temannya itu menawarinya pekerjaan sebagai pelayan club atau pemandu di KTV, tapi ini apa? Malah Virgin? Apa maksudnya.
Pria yang belum mengenalkan dirinya itu tersenyum licik melihat kebingungan Ana.
“Tidak! Kumohon jangan!”
“Hey, aku akan membayar mu mahal” dengan gampangnya pria sialan itu mengatakan hal sehina itu denga mulut sampahnya.
“Tidak tidak! Aku akan pulang!” Ana berkat dengan ketus, sebenarnya dia sangat takut karena ini benar-benar diluar dugaan.
“Baiklah, jika itu yang kau inginkan, silahkan” Ana bernafas lega saat pria itu mempersilahkannya pergi dengan mudah.
“Tapi jika kau berubah pikiran, aku akan dengan senang hati menerima mu, datanglah kapanpun kau ingin, dan berikan virgin mu pada ku, aku akan membayar mu dengan mahal” seketika seluruh bulu kuduk Ana berdiri, dan dengan cepat Ana bergegas keluar dari tempat terkutuk itu.
-Lost