Anindira Maheswari
Aku berdiri memandang bangunan berlantai banyak yang masih dalam tahap pengerjaan itu, kelopak mataku menyipit melawan silaunya sinar matahari. Aku menoleh sebentar ke belakang saat Aga meletakkan sesuatu di kepalaku.
"Keselamatan nomor satu." Bisiknya saat helm proyek berwarna kuning itu sudah melekat di kepalaku.
"Kita ke sana yuk." Aga mengulurkan tangannya membantuku melewati lingkungan proyek yang dipenuhi dengan bahan-bahan bangunan serta menghindari beberapa truk yang masuk keluar. Beberapa pekerja tampak bersiul ke arah Aga menggodanya. Kami menyusuri bagian belakang bangunan yang cukup luas dan ditumbuhi hijaunya rumput. Rumput-rumput itu tampak basah karena air yang berasal dari beberapa sprinkle putar di beberapa titik.
"Adem kan hijaunya? Ini akan jadi la