Dimas Agastya
Untuk beberapa detik aku terdiam dan kembali memandang Anin yang masih belum melepaskan pandangannya dariku dengan bola mata yang berkaca-kaca. Aku memejamkan mataku sejenak mencoba mengingat lagi kata-kata apa yang baru saja keluar dari mulutku. Aku menghembuskan napas pelan. Tanganku bergerak menggapai tangan Anin yang terkulai di samping tubuhnya, tapi ia bergerak mundur. Tangannya naik menyeka matanya yang basah.
"Tega banget kamu ngomong kayak gitu." Ucapnya dengan suara serak.
"Aku minta maaf." Kini aku berdiri mendekatinya namun sekali lagi ia mundur selangkah. "Nin, aku minta maaf. Aku sungguh nggak bermaksud bersikap b******k seperti tadi."
"Tapi kamu sudah nyakitin hatiku, Ga. Seharusnya kata-kata itu nggak keluar dari mulut kamu."
"Aku tahu! Aku salah!" Aku te