"If the truth was told instead of a lie, then the pain would go away sooner and not hurt as much."
Hujan turun bersamaan dengan petir yang selang menyambar. Oris berdiri di depan jendela kamar yang terdapat di lantai dua, melihat sosok Jasmine yang mulai samar karena berlari menjauhi dirinya. Wajah pria itu datar, sama sekali tak bergerak meski kini, sosok Jasmine tak lagi dapat matanya pandang.
Cukup lama seperti itu, Oris kemudian menghela nafas dalam. Ia berjalan turun ke bawah, keluar dari rumah lalu berjalan menerobos lebat hujan. Pria itu menghiraukan tetesan air yang membuat rambut rapinya turun menutupi dahi, setelan jas yang saat ini melekat di tubuhnya pun sudah hampir basah keseluruhan.
Oris menerobos padang ilalang yang selama ini hanya berani ia pandangi dari teras, pria