Hari kian menjelang siang, rintik hujan yang sebelumnya mengiringi langkah Jasmine kini telah sirna, gadis itu melangkah lelah, kedua bahunya luruh, sinar matahari yang tertutup remang awan menyengat ubun-ubunnya. Jasmine terus melangkahkan kakinya ke depan, ia tak tahu ujung dari jalan yang di tujunya itu seperti apa namun ia berharap kalau tak ada bahaya apa pun di sana.
Langkah Jasmine terhenti saat matanya menangkap sebuah mobil yang datang mendekat. Sambil terengah, Jasmine menyipitkan mata, ingin melihat lebih jelas mobil yang mendekati dirinya tersebut. Perlahan, Jasmine menepi dari jalan, menunggu kedatangan mobil tersebut. Sialnya, mobil tersebut berlalu melalui dirinya begitu saja. Jasmine bungkam, matanya mengikuti belakang mobil hitam yang kian menjauhi sosoknya.
Jasmine te