Ranting-ranting terus patah seiring bergeraknya kaki Jasmine melewati hutan yang sama sekali tidak ia kenal, gaun putih yang sudah ia kenakan selama beberapa hari itu tampak mulai sudah kehilangan warna putihnya. Bulu mata Jasmine basah, hatinya saat ini sangat hancur karena permintaan Oris padanya. Sinar rembulan yang tertutup daun-daun pohon tinggi di sana membuat Jasmine kewalahan, ia tak tahu harus ke mana, tanpa Oris gadis itu tak bisa melakukan apa pun.
Jasmine tersandung sebuah batang kayu di tengah gelapnya malam. Gadis itu tersungkur, air matanya kembali turun membasahi pipinya yang terdapat beberapa luka kecil. Tangisannya terdengar begitu pilu, dan itu terjadi bukan karena ia tersandung, ada alasan lain yang membuatnya menangis seperti sekarang.
Isak tangisan Jasmine memecah