Senyuman mengukir di wajah Arcylic, acungan magnumnya turun ke bawah, "wah... Lihat siapa ini?" ucap Arcylic pelan, ia menoleh Oris, "tampaknya gadismu tidak ingin pergi tanpa melihatmu mati, Oris..."
Oris tak menjawab, ia masih menatap di tempatnya, s*****a milik pria itu turun, bahkan terlepas dari tangannya.
"O,Oris..." Panggil Jasmine sambil perlahan memundurkan langkah, tangan Jasmine meniti tembok di sampingnya, ucapannya berhasil membuat Arcylic kembali menoleh dirinya.
"Apa kau sudah gila Jasmine?" ucap Oris dengan nada dingin. Pandangannya masih tertuju pada sosok Jasmine yang menangis, ucapannya berhasil membuat langkah gadis terhenti, "sudah aku katakan untuk pergi dari sini..."
"KENAPA KAU KEMBALI GADIS BODOH!" bentak Oris, dadanya naik turun pandangan yang terus tertuj