daan menjadi senyap untuk beberapa saat. Hanya terdengar rintisan Mortas yang sedang menahan perutnya.
"...kalau kau ingin membunuhku, silakan saja Oris." Ucap Arcylic. Oris tetap terdiam, ia masih dengan posisinya yang menempelkan moncong magnum ke leher samping Arcylic, wajah Oris tak memasang ekspresi apa pun, bahkan pandangannya lurus ke depan, "aku sarankan agar kau mengambil keputusan dengan cepat Oris, karena mungkin saja sekarang Jasmine sedang dalam bahaya..." Arcylic kembali membuka mulutnya.
Dahi Oris berkernyit, "apa maksudmu?"
Untuk sesaat Arcylic tak menjawab, "...Aku menaruh beberapa orang di jalan dan hutan, dan masing-masing dari mereka aku beri foto Jasmine, aku juga memerintahkan mereka untuk membunuhnya jika kau tidak datang dalam waktu dua jam!" Arcylic tertawa ber