Clive duduk di kursi tak jauh dari ranjang Bella, dengan seorang lelaki muda akhir dua puluhan bernama George Morgan yang diperkenalkan sebagai undersheriff.
Terkait dengan kejadian semalam, Clive meminta keterangan dari Bella secara keseluruhan bagaimana terjadinya kronologi p*********n Janson.
"Jadi kau mendengar suara yang mencurigakan di tengah malam, memutuskan untuk turun ke lantai bawah, kemudian berhadapan langsung dengan Janson Gilberth?"
Jadi nama lengkapnya Jason Gilberth. Bella mengerurkan kening ebih dalam.
"Ya. Di lantai bawah, aku mendapati pintu kamar Mic dibuka dengan paksa. Engselnya terlepas. Jadi kupikir pasti ada orang yang sengaja membobol rumah dengan tujuan buruk. Sebelumnya aku pikir penyusup itu maling. Mungkin dia sedang berusaha mencari barang-barang tertentu yang dianggap berharga. Tapi setelah dia menyerangku dengan banyak kebencian dan dendam yang dikatakan terkait Mic, aku mulai paham orang itu tidak sederhana!"
Bella mengatakan pendapatnya secara terbuka pada Clive. Sejak keluhan Bella terkait Mic tidak ditanggapi Clive, ada ketidaksenangan tertentu yang Bella rasakan terhadap Clive. Tapi meski begitu, saat ini Bella masih bersedia bekerja sama dengan Clive untuk mengatasi kasus p*********n yang terjadi di kediaman Mic. Lagi pula jika ia menolak memberikan keterangan, dia hanya akan dianggap melawan kebijakan polisi, bukan?
"Apakah orang itu langsung menyerangmu?" tanya Clive, sembari merekam pengakuan Bella melalui rocorder kecil. Di sisinya, George sibuk menulis pengakuan Bella di kertas memo. Mereka memperlakukan pengakuan Bella dengan serius.
"Tidak. Sebelum itu erjadi, aku berusaha menghubungi polisi, tetapi karena gugup, aku justru menjatuhkan gagang telepon dan membuat penyusup itu mencurigaiku!"
"Jadi setelah itu dia menyerangmu?"
"Ya. Dia keluar dari kamar Mic, bertanya padaku di mana keberadaan Mic, kemudian mencoba menyerangku dengan belati. Luka di kakiku ditusuk oleh lelaki itu saat kami berseteru di ruang tengah. Aku berhasil melarikan diri hingga tiba di halaman belakang, tetapi dia berhasil menghentikanku dan membuatku terluka lagi di bahuku!"
Clive mengambil keterangan dari Bella selama satu jam. Setelah semua pertanyaan Clive terjawab oleh Bella, akhirnya lelaki itu berhenti merekam, dan berbincang dengan Bella dengan suasana yang tak lagi terlalu kaku dan formal.
"Sir, bisakah aku tahu siapa sebenarnya Jason?"
Mendengar pertanyaan Bella yang tiba-tiba, Clive dan George saling pandang dengan jejak keragu-raguan.
"Ini sedikit rumit. Mic dan Jason memiliki hubungan yang tidak terlalu baik. Jadi dari apa yang telah terjadi, tampaknya ada dendam lama di antara mereka! Jika kau ingin tahu lebih detail, kau bisa bertanya pada Mic. Dia seharusnya lebih memahami daripada aku!"
Bagus. Jawaban Clive adalah lemparan seratus persen kepada Mic. Alih-alih dapat jawaban, Bella hanya memiliki teka-teki yang lebih besar lagi.
"Apakah dia sudah ditahan? Apakah aku akan menemui bahaya lagi di masa depan?"
Jika tinggal di kota kecil ini membawa banyak bahaya tersembunyi, lebih baik Bella pergi ke tempat lain yang lebih aman. Tidak ada untungnya ia datang ke sini hanya untuk dibantai dan disakiti oleh orang asing yang bahkan dia sendiri tidak pernah terlibat masalah apa pun di dalamnya.
"Saat Mic pulang ke rumah untuk menghadapi Jason, saat itu juga dia menghubungiku. Aku tiba ke rumah Mic tak lama setelah kau pingsan. Aku juga yang mengantarmu ke rumah sakit tadi malam. Anak buahku telah menahan Jason semalam dan dia akan menjalani sidang beberapa waktu ke depan. Jangan khawatir! Jason tidak akan berkeliaran dan membahayakan orang lain lagi. Kau bisa yakin akan hal itu!"
Clive tidak bisa menjanjikan Bella akan aman selamanya. Dia tak memiliki kemampuan untuk itu. Namun terkait masalah Jason, dia masih cukup percaya diri untuk menjamin segalanya pasti akan baik-baik saja di masa depan.
"Kau benar-benar yakin aku akan tetap aman?" Suara Bella dipenuhi keragu-raguan. Sejak ia mendapat teror dari seseorang berinisial L, hingga kini ia berada di tempat ini, hidup Bella seperti roller coaster yang bergejolak. Semuanya penuh misteri.
"Yakinlah, Bella. Selama Jason berada dalam tahanan dan kendali kepolisian, kau tak akan dirugikan apa pun!" Clive menyadari tak akan mudah bagi Bella untuk diyakinkan. Bagaimanapun juga, wanita tersebut telah mengalami hal-hal buruk yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebagai wanita yang selalu aman dan tak tersentuh bahaya, pasti mentalitasnya terguncang dalam menghadapi serangan Jason.
"Bagaimana jika ia mengirim orang lain untuk menyakitiku?" Bella bertanya dengan kecemasan yang kuat.
Semalam Bella bisa memahami jika Jason benar-benar telah kehilangan kendali dan tidak masuk akal. Dendam lama yang Jason rasakan telah menyebabkan Jason menyerang orang-orang yang tidak terkait. Dengan kepribadiannya yang seperti itu, mudah baginya untuk menyuruh orang lain untuk melukai Bella atau Mic saat mereka benar-benar lengah.
"Kemungkinan itu tidak terlalu besar. Selama ini Jason selalu bertindak sendiri dan tidak melibatkan orang lain. Lagi pula, kehidupan finansilnya bisa dikatakam buruk. Mencari seseorang untuk menghabisi orang lain hanya akan mengurangi uangnya dalam jumlah banyak yang pastinya tidak akan ia lakukan dengan mudah!" Clive menjelaskan.
Mendengar ini, Bella menarik napas lega. Baguslah jika Jason tidak akan membuatnya dalam bahaya. Selama lelaki itu ditahan dan tidak keluar dari balik sel, seharusnya Bella dan Mic akan tetap baik-baik saja.
"Yakinlah, Bella. Kau tidak akan dalam bahaya. Dengan Mic di sisimu, semuanya akan baik-baik saja!"
Mendengar ini, Bella merinding dalam hati. Dengan Mic di sisinya, Bella khawatir banyak bahaya akan ikut tertarik padanya. Mic itu biang masalah. Bukan saja karakternya tidak menyenangkan, tetapi juga kemampuannya mampu menarik segala macam masalah. Bella curiga Tuhan menciptakan Mic hanya untuk menyulitkannya.
"Aku harap begitu!" Bella bersuara lemah. Dia telah berbicara cukup lama dengam Clive sore ini. Wajahnya yang sebelumnya sudah lebih baik kini tampak pucat dan kuyu. George yang menyadari situasi ini, menyenggol lengan Clive untuk memberinya peringatan.
"Sudah terlalu sore. Ayo kita kembali dulu dan biarkan Ms. Shancez beristirahat!" kata George.
"Oh benar. Aku lupa kau masih perlu istirahat untuk memulihkan kekuatanmu. Sampai jumpa di lain kesempatan, Bella. Kuharap kau akan segera kembali seperti semula!"
"Terimakasih, Clive. Aku tak bisa mengirim kalian pergi," ucap Bella dengan suara lemah.
"Tidak perlu repot-repot. Nanti malam Anne akan menunggumu. Oh ya. Amy dan Jasmine menanyakan keadaanmu. Mereka berdua mungkin akan datang menjengukmu sebentar lagi!"
Penyerangan yang terjadi di rumah Mic telah bocor dan banyak orang yang mengetahui, termasuk Amy dan Jasmine, dua wanita baik yang sayangnya memiliki mulut besar.
"Baiklah. Aku akan menyambut mereka nanti!" Bella tersenyum lemah.
Clive dan George segera pergi, diam-diam bersimpati dengan situasi Bella saat ini. Di lorong rumah sakit, George menatap bangsal ruangan Bella dengan alis berkerut.
"Ada apa denganmu?" tanya Clive melihat ekspresi rumit pada teman sekaligus bawahannya.
"Aku kasihan dengan nasib wanita itu. Dia tidak tahu banyak hal. Dia tidak mengerti apa-apa. Tapi dia terseret masalah Mic dan terluka seperti ini!"
"Yah, semua ini memang di luar dugaan!" Clive mendesah berat.
"Tidakkah kau ingin menjelaskan latar belakang Jason pada Bella? Kupikir dia seharusnya tahu semua akar masalah mengingat ia terlibat seperti ini!"
"Mic yang lebih berhak memberitahunya. Biarkan dulu saja seperti ini. Aku percaya Mic akan memberi penjelasan pada Bella!"
"Ah lelaki itu. Cukup sulit memikirkannya!"
…