JALUR kian menyempit seiring kawanan makhluk itu hampir menjangkau pelosok Mavratera. Meski mereka baru melewati kota, atmosfer di sekitar sini berbanding jauh dengan atmosfer di sana. Tiada tanda-tanda sesuatu yang hidup—selain jajaran pohon rimbun yang mengimpit di sisi kanan dan kiri jalur. Semakin jauh mereka dari perkotaan, jalur berbatuan juga semakin tak beraturan. Perlu kehati-hatian saat menginjaknya.
“Mengapa tidak terlihat satu pun makhluk di sini?” Graham bertanya. “Kita bahkan belum mencapai daerah perbatasan kota dengan hutan kabut.”
“Kalau boleh jujur,” ada jeda sejenak begitu Roan bersuara, “daerah ini agaknya terlarang.”
“Lebih tepatnya, pamali,” Trisella meluruskan ucapan Roan, “sebab daerah hutan kabut cukup riskan.” Gadis bersurai oranye itu menyabit