Mita datang ke pertemuan kerugian dengan buku kecil yang tepinya mulai lecek. Di dalamnya ada daftar barang yang dahulu diselamatkan, sebagian dicatat kembali dengan bantuan Rangga. Tidak semua barang mempunyai bukti pembelian. Mereka memisahkan yang dapat ditunjukkan melalui foto serta catatan dari angka yang hanya muncul karena merasa kehilangan sesuatu yang mahal.
Pertemuan dilakukan bersama orang yang membantu masing-masing pihak memahami kesepakatan. Lina tidak hadir dalam ruangan yang sama dengan Mita. Ia sudah memeriksa penawaran serta sumber dananya lebih dahulu. Rusman membawa dokumen yang diperlukan, tetapi menyatakan keputusan pembayaran berasal dari istrinya. Ia tidak datang untuk menukar kerugian dengan kesempatan keluarga kembali duduk makan bersama.
Penilaian bangunan memakai bahan yang masih dapat diperiksa, termasuk gambaran luas dan kerusakan pada foto. Bagian yang sudah tidak mungkin dibuktikan disebut dengan jelas ketika jumlah dibicarakan. Harga tanah tidak dimasukkan sebagai benda yang hilang karena kebakaran. Rangga sudah mempunyai dokumen pemberiannya, dan keadaan itu tetap terpisah dari rumah yang dulu dibangun serta dihuni.
Mita menanyakan satu perhitungan mengenai barang pribadinya. Ada pakaian yang dahulu diperoleh dari nenek dan tidak mempunyai harga pengganti yang masuk akal. Ia tidak mau menuliskan angka yang seolah dapat membeli kembali neneknya atau tahun-tahun sebelum menikah. Orang yang membantu pencatatan memberi ruang agar kehilangan tersebut dicatat, tanpa memaksanya diterjemahkan menjadi harga yang tidak dapat dijelaskan.
'Untuk bagian ini aku tidak mempunyai bukti nilainya,' katanya. 'Tapi barangnya memang ada dan hilang. Aku ingin kalimat itu tetap benar.'
Rangga mengangguk. Ia tidak menggunakan keraguan Mita untuk mengecilkan seluruh tuntutannya, dan tidak menambah nilai khayalan sebagai cara menunjukkan dukungan. Mereka membetulkan daftar berdasarkan hal yang dapat disepakati. Pembicaraan cukup lama sehingga diperlukan jeda makan, lalu dilanjutkan setelah tiap orang membaca salinan yang sama.
Ada dua tahap pembayaran dari harta Lina. Bagian pertama sudah tersedia dari simpanan serta hasil penjualan perhiasan. Bagian kedua akan dicairkan dari simpanan lain pada waktu yang dipastikan, dengan batas dua bulan. Sumber dan tanggalnya ditulis, berikut cara menghubungi pihak yang membantu bila pembayaran tidak berlangsung sebagaimana disepakati.
Untuk kerusakan bangunan serta pengeluaran yang menjadi bagian Rangga, dana masuk ke rekening yang ditentukan dalam kesepakatan. Bagian barang pribadi serta kebutuhan Mita dibayarkan langsung kepadanya. Ia tidak perlu meminta uang dari suami setiap kali ingin menggunakan pemulihan yang memang menjadi bagiannya. Mereka juga memastikan uang itu tidak bercampur dengan uang muka pesanan butik.
Mita membaca bagian mengenai laporan sampai selesai. Kesepakatan tersebut mengatur penggantian yang disetujui, tanpa menjanjikan penghentian perkara atau pengampunan pribadi. Ia menanyakan kalimat yang belum dipahami, memperoleh penjelasan dan meminta perubahan pada satu bagian yang terlalu mudah dibaca sebagai urusan keluarga telah selesai seluruhnya.
Rusman menerima koreksi itu. Ia sempat mengatakan betapa senangnya Lina bila mendengar Mita bersedia datang. Sebelum melanjutkan, ia berhenti dan kembali pada dokumen. Kehadiran Mita di tempat tersebut adalah untuk membicarakan kerugian, bukan kabar yang boleh dibawa pulang sebagai tanda menantu mulai rindu pada rumah orang tuanya.
Sesudah semua pihak memahami dan menyetujui, pembayaran pertama dilakukan. Mita memeriksa dana yang benar-benar masuk, bukan hanya melihat gambar bukti yang dapat tertinggal dari kenyataan rekening. Ia memberi tanda penerimaan sesuai jumlah dan tahapnya. Salinan disimpan masing-masing pihak, sementara jadwal kedua tetap tercantum dan belum diberi tanda selesai.
Rangga kemudian menyampaikan jadwal kebutuhan Rival yang tetap akan dipenuhinya pada bulan tersebut. Ia tidak memakai dana pengganti yang masuk kepadanya sebagai alasan menghentikan tanggung jawab rutin, atau mengatakan Mita kini mempunyai uang sehingga semuanya dapat dibayar sendiri. Mereka memeriksa satu tagihan kegiatan sekolah yang baru diterima dan membagi bagian yang telah disepakati. Mita menyimpan pembayaran anak pada catatan rumah, terpisah dari tanda penerimaan kerugian. Ketika pembicaraan beralih pada sisa biaya bangunan yang belum mempunyai kuitansi, Rangga menyebut bagian itu sebagai batas perhitungan mereka. Ia tidak meminta Lina mengganti setiap pengeluaran masa lalu yang tidak berkaitan dengan kebakaran. Jumlah yang disetujui cukup untuk disebut sebagai keputusan bersama setelah diperiksa, dan penerimaannya tidak harus dibenarkan dengan menambahkan cerita yang tidak dapat ditunjukkan.
Ketika keluar, Rangga bertanya apakah Mita ingin makan dahulu atau langsung kembali ke toko. Ia mengatakan masih mempunyai janji pelanggan sore. Rangga mengantarnya sampai tempat kendaraan yang telah dipesan, lalu kembali ke urusannya sendiri. Percakapan tidak diperpanjang menjadi pertanyaan apakah menerima uang berarti ia dapat kembali tinggal di rumah sewa.
Di rumah orang tua, Lina memegang salinan tanda penerimaan dengan tangan kanan. Ia merasa satu bagian tugas benar-benar telah dilakukan. Pada saat yang sama, jumlah tabungannya berkurang dan rencana membeli beberapa barang harus dibatalkan. Ia menanyakan ulang tanggal pencairan simpanan untuk pembayaran berikutnya, lalu menuliskannya pada kalender dekat lemari.
'Mita bilang apa?' tanyanya kepada Rusman.
'Dia memeriksa semuanya dan menerima sesuai kesepakatan. Tidak ada pesan lain.'
Lina menunduk. Jawaban itu terasa hambar dibandingkan adegan maaf yang diam-diam masih dibayangkannya. Ia melipat salinan, kemudian mengingatkan Rusman agar tidak meminta anak-anak menghubungi Mita untuk mengucapkan terima kasih atas kesediaannya menerima. Pembayaran tersebut memenuhi kewajiban yang lahir dari perbuatannya sendiri.
Sore itu Mita kembali ke butik dan mencoba pakaian pada pelanggan yang menunggu. Ada lipatan pinggang yang perlu dilonggarkan sedikit. Ia menandai, menyampaikan waktu selesai dan menyimpan pakaian pada rak yang benar. Setelah pelanggan pergi, barulah ia mencatat dana pengganti di buku pribadinya, terpisah dari arus pesanan.
Ia belum ingin membelanjakan uang itu. Sebagian akan menjadi simpanan yang dapat dijangkaunya sendiri, sebagian lain dibicarakan kemudian untuk keperluan hidup. Keputusan menerima tidak menyelesaikan semua perasaan yang datang ketika melihat foto api. Namun, sore tersebut memberi satu perbedaan nyata: kerugian yang dahulu dibiarkan sebagai nasib keluarga akhirnya diakui melalui sesuatu yang benar-benar dilepaskan pelakunya, tanpa Mita harus menyerahkan hak menentukan jaraknya sebagai imbalan.