Kursi dekat jendela di rumah Rusman masih berada pada tempat semula. Tongkat Lina dibawa bersama keperluan yang diperbolehkan melalui pengurusan tempat ia menjalani pidana. Benda lain diperiksa, sebagian disimpan dan sebagian dikembalikan sesuai penjelasan petugas. Rusman pulang membawa tas yang lebih ringan, lalu duduk di kursi makan tanpa segera menyalakan televisi.
Sinta sedang mencuci piring ketika mendengarnya tiba. Ia mengeringkan tangan dan menanyakan apakah ada kebutuhan yang harus diurus. Rusman membuka catatan yang dibuat Rangga. Informasi kesehatan sudah disampaikan, termasuk riwayat perawatan serta kebutuhan yang harus diperiksa pihak kesehatan di tempat tersebut. Keluarga tidak dapat menentukan sendiri semua bentuk pemberian barang atau obat, sehingga mereka perlu mengikuti petunjuk yang diterima.
Dimas datang sore itu setelah menyelesaikan pekerjaan yang tidak dapat diwakilkan. Mereka duduk bertiga dengan Rusman untuk membagi urusan. Ada yang memeriksa jadwal kunjungan, ada yang mengurus dokumen dan ada yang menjadi penghubung bila diperlukan keterangan kesehatan. Masing-masing menyebut waktu yang benar-benar tersedia, bukan mengucapkan kapan saja lalu menghilang ketika telepon berbunyi.
'Mita tidak masuk jadwal ini,' kata Rangga sebelum pembicaraan berkembang.
Rusman mengangguk. Dimas menulis nama yang memang menyetujui tugas. Sinta memilih satu bagian terbatas yang dapat dilakukannya tanpa mengubah seluruh jadwal restoran serta perawatan sendiri. Ia ingin tetap mengetahui keadaan Ibu, tetapi tidak sanggup menjadi satu-satunya orang yang selalu dipanggil karena tinggal di rumah yang sama dengan Bapak.
Kebutuhan pengeluaran dipisahkan dari pembayaran ganti rugi yang sudah selesai. Rusman memperlihatkan simpanan serta pemasukan yang dapat digunakan, kemudian anak-anak menyebut bantuan yang sanggup diberikan. Sinta menanyakan apakah sebagian keperluan harian rumah perlu diubah karena sekarang hanya mereka berdua yang tinggal. Mereka mengurangi pembelian makanan yang biasa berlebih, tanpa menjadikannya upacara memperlihatkan betapa menderitanya keluarga sesudah Mita melapor.
Pekerjaan Yuni juga dibicarakan bersamanya. Kebutuhan mendampingi Sinta dahulu telah berkurang, dan urusan Lina kini ditangani melalui tempat menjalani pidana. Mereka tidak mempertahankan jadwal lama dengan harapan Yuni akan mengisi semua kekosongan rumah. Yuni memilih menyelesaikan dua pekan peralihan yang disetujui, kemudian mengambil pekerjaan lain yang sudah ditawarinya. Rusman membayar seluruh waktu serta hak yang disepakati sampai hari terakhir. Saat pekerjaan berakhir, ia menyerahkan catatan kebutuhan yang masih ada, menunjukkan tempat barang dan mengembalikan kunci yang dahulu dipakainya. Sinta mengucapkan terima kasih tanpa meminta ia tetap dapat ditelepon kapan saja untuk datang membantu. Jika kelak memerlukan bantuan baru, keluarga harus menanyakan kesediaan serta tugasnya dari awal. Kepindahan Yuni membuat Rusman perlu kembali mengurus beberapa hal sendiri, dan ia memilih belajar daripada segera menyuruh putrinya menggantikan seluruh jam kerja orang yang telah pergi.
Ketika Neni menelepon, Rusman menanyakan keperluannya sebelum membicarakan hal lain. Kerabat itu ingin menitipkan bantuan. Ia diberi tahu cara yang dapat diterima dan barang yang harus dipastikan lebih dahulu. Kali ini Neni tidak meminta berbicara dengan Mita atau menyebutnya sebagai sumber kejatuhan. Lina telah menyatakan perbuatannya sendiri, dan keluarga tidak menyediakan lagi percakapan yang memindahkan kesalahan.
Salah satu barang yang disiapkan keluarga ternyata tidak diperbolehkan dalam bentuk tersebut. Rangga menerima penjelasan, membawanya pulang dan mencari pengganti sesuai informasi yang sah. Ia tidak memakai hubungan Romi untuk meminta petugas melonggarkan pengaturan. Perawatan Lina perlu disampaikan melalui jalur yang tersedia, bukan dijadikan alasan bahwa keluarganya berhak mendapat pengecualian yang tidak dapat dijelaskan.
Romi mengetahui kabar putusan dari percakapan terbatas dengan Dimas. Ia menawarkan menunjukkan tempat menanyakan informasi umum jika dibutuhkan, tanpa menjanjikan akses atau pengaruh. Rina memilih mengirim pesan kepada Sinta bahwa ia dapat mendengarkan bila diminta. Mereka tidak datang mendadak ke rumah untuk memerlukan cerita yang sama diulang di hadapan tamu.
Pada suatu malam yang lebih sepi, Rusman memanaskan lauk terlalu banyak. Ia menaruh tiga piring, baru menyadari jumlah itu tidak sesuai. Sinta melihat dan tidak segera mengambil piring tambahan agar ayahnya terhindar dari sedih. Mereka duduk sesudah menyimpan kembali kelebihan, lalu makan sambil membicarakan belanja esok hari.
'Aku masih ingin menanyakan apakah Ibu sudah makan,' kata Rusman.
'Bapak bisa menuliskan yang ingin ditanyakan untuk waktu kabar berikutnya,' jawab Sinta. 'Tapi malam ini Bapak juga perlu makan.'
Rusman mengangguk dan mengambil lauk. Rasa rindu kepada istrinya tidak membuatnya lupa perempuan itu telah menyebabkan orang lain kehilangan rumah. Ia tidak perlu membatalkan kasih sayang untuk mengakui hal tersebut. Yang perlu dijaga ialah agar kasih sayang tidak kembali dipakai menyuruh korban berdiam diri.
Di rumah sewa, Mita menerima kabar yang memang perlu diketahuinya dari Rangga. Urusan keluarga sudah mempunyai pembagian dan kebutuhan awal telah ditangani. Ia menanyakan apakah ada perubahan pada jadwal antar sekolah Rival. Rangga mengatakan tidak untuk pekan tersebut; bila berubah, ia akan memberi tahu serta mengatur pengganti bersama, sebelum waktunya tiba.
Mita kemudian kembali memeriksa jahitan dua puluh set terakhir katering. Tahap penyerahan mendekat dan ia perlu memastikan semua ukuran sesuai daftar. Ia tidak diminta membuktikan rasa iba dengan meninggalkan pekerjaannya. Rangga duduk di meja lain, menyelesaikan satu formulir yang menjadi bagiannya sendiri dan menaruh pengingat waktu untuk menindaklanjuti.
Beberapa hari kemudian, kabar kesehatan Lina diterima melalui penghubung yang ditetapkan. Kebutuhan yang memerlukan pemeriksaan telah ditangani, dan keluarga diberi tahu hal yang masih harus disediakan. Rusman mencatat, memberitahu anak-anak yang berkepentingan dan berhenti menelepon semua orang setiap kali merasa cemas.
Sinta pulang dari restoran sore itu dan menemukan ayahnya memasak nasi sesuai jumlah mereka. Ia menaruh tas, mencuci tangan dan membantu bagian yang memang dipilih. Rumah terasa berbeda, dengan ruang yang tetap mengingatkan pada Lina. Namun, kehidupan di dalamnya tidak harus dibekukan sampai pidana selesai. Mereka perlu makan, bekerja serta beristirahat, sambil menanggung perubahan yang datang dari perbuatan yang kini tidak lagi disembunyikan. Sesudah makan, Rusman mencuci piring yang mereka gunakan dan mengeringkannya sendiri.