Seo Jin percaya bahwa apa yang dia lihat adalah bagian dari mimpi, bagian dari alam bawah sadarnya, namun semua yang ada di sekitarnya terasa begitu nyata, termasuk sosok gadis yang kini berdiri di hadapannya. Gadis itu menyodorkan setangkai bunga dandelion yang baru saja dia petik di antara rumput liar di bawah kakinya.
Seo Jin menyipitkan matanya, dia mendapati dirinya lima belas tahun lalu sedang bersama dengan sosok gadis yang tak pernah dia ingat sebelumnya. Bahkan saat ini wajah gadis itu begitu buram dalam penglihatannya. Tapi yang dia tahu pasti, gadis itu sedang tersenyum dan tertawa saat ini, karena dirinya yang masih anak-anak itu juga ikut tertawa dan tersenyum.
Ada pertanyaan menyelimuti benaknya tentang sosok gadis itu. Seo Jin perlahan bergerak dengan ragu untuk mendekat,