“Musibah emang ga ada yang tau. Mungkin memang lagi apes aja sayanya.”
Kalimat itu terlontar begitu terakhir kali kami berkumpul di kediaman milik Rendi sore itu. Ia telah mengikhlaskan apa yang telah menimpa dirinya. Mungkin memang belum rezeki, atau memang sudah kehendak Tuhan sebagai teguran atas apa yang Rendi lakukan meskipun aku tidak yakin dengan opsi yang kedua karena selama aku mengenal Rendi, lelaki itu adalah orang yang baik.
Terlepas dari semua yang terjadi, kami mencoba untuk mengubur semua cerita cerita buruk yang terjadi beberapa hari ke belakang ini. Sudah cukup kami merasakan ketakutan dan juga ancaman ancaman mengerikan di hari hari kesialan kami. Untung saja, waktu itu mereka hanya mengincar harta milik Rendi, tapi tidak menyakitinya. Aku sangat bersyukur.
Sudah beb