JANGAN BAPERBab 6
PART 6 : JANGAN BAPER
- Assalamualaikum
+ Waalaikumussalam
- Kok kemarin HP dimatiin, Dimas ? Kamu marah sama aku?
Aduuuh, si perawan tua itu lagi. Pagi-pagi sudah bikin BT. Aku lagi nggak mood chat sama dia.
+ Nggak, sih, nggak marah. Cuma aku kan udah bilang kalau nggak bisa ketemu kamu. Eh, kamu maksa2.
- Sorry banget. Aku bukannya maksa. Tapi aku lg ada masalah aja n pengen curhat.
+ Curhat ya, ke Allah. Bukan ke manusia. Kok sama aku?
- Astaghfirullah, Dimas. Kok kamu kasar seperti ini, sih? Kecapekan kerja apa gimana ?
+ Iya, capek kerja juga. Lagian sekarang aku lagi meniti karier. Aku butuh uang untuk Mama dan adik-adikku. Aku ini anak yatim dan anak cowok pertama. Tanggungjawab sebagai kepala keluargaku ada di pundakku sekarang. Aku udah nggak sempet mikirin hal lain di luar keluarga dan karierku sekarang. Jadi sorry kalau aku nggak bisa ketemu kamu kemarin.
Huh, karier. Keluarga. Padahal bukan itu yang kutuju. Aku nggak mau Dara menguntit aku karena saat ini aku sedang mendekati Shifa. Sialnya, Sabtu kemarin ia tidak berhasil kuajak nonton. Ia beralasan belum minta izin kepada orangtuanya. Padahal beberapa jam setelah kuliah usai, Fahri sahabatku di kampus, melaporkan bahwa Shifa dijemput seorang pria bermobil Honda New Civic Turbo. Hmm, ternyata ia lebih memilih pria itu daripada aku yang ber-Honda Beat ria. Hmm, lihat saja nanti jika aku sudah sukses!
- Tapi aku liat di Insta Story kamu, kamu masih ada waktu untuk hang out sama geng kamu.
+ Ya, sekedar main biasa aja. Jarang ke mana-mana juga. Paling yang deket-deket aja. Lagian ngapain kamu kepoin IG aku ?
- Hehe, bukan kepo. Tapi kan ada notifikasinya kalau kamu lagi update Insta Story dan ngelike foto cewek2. Hehe kidding lho.
- Kidding gimana ? Kidding apa sengaja ? Nah, inilah yang aku nggak suka dari kamu, Dara. Kamu tuh, terlalu banyak ngatur hidup aku.
+ Subhanallah....ngatur gimana maksud kamu ? Perasaan sehari-hari aku cuma ngingetin sholat, terutama Subuh. Karena kamu emang jarang sholat Subuh. Terus makan, jaga kesehatan dan nggak begadang karena kamu sekarang kerja.
- Untuk apa kamu ingetin aku ?
+ Ya, karena aku care sama kamu.
- Peduli ? Peduli apanya ? Dulu kamu ke mana aja? Kalau cuma sekedar support moril, aku bisa sendiri. Nggak usah dapet dukungan dari siapa-siapa. Aku ini cowok. Kalau cuma untuk diingetin sholat, makan....ya aku bisa sendiri itu. Aku bisa mencari sendiri hal2 spt itu.
+ Ya. Aku kan cuma mau bantu kamu...
- Bantu apa ? Hapus kata2 kamu mau bantu aku. Karena faktanya kamu juga nggak banyak membantu. Kamu jangan anggap diri kamu itu penolong aku, juru penyelamat aku. Karena aku nggak suka seperti itu. Saat ini aku punya kesempatan untuk berkarier di perusahaan. Aku butuh dana buat keperluan pribadi dan kuliahku. Jadi maaf ya, Dara...yang kubutuhkan dulu itu adalah uang. Jadi kata2 kamu tentang support, bantuan, dll...itu menguap begitu aja. Aku pernah dipecat dari perusahaan, menggadaikan Ninja aku sampai kujual karena udah nggak ada uang sama sekali. Dan itu aku berjuang sendiri tanpa bantuan kamu!
Oya, satu hal lagi. Kamu tadi bahas soal IG. Aku nggak punya pacar di IG. Kalaupun aku punya pacar atau temen spesial, pastilah aku udah foto berdua dia, udah posting tentang dia di IG Story aku. Sekarang nggak ada yang aku seriusin.
+ Lho? Terus kamu anggap aku apa ?
- Sekarang aku nggak bisa serius sama cewek, karena aku fokus ke karier dan keluargaku. Jadi skip dulu berhubungan. Faham kamu ? Ya udah, aku nggak mau debat sama kamu. Aku mau belajar sama temen.
Lalu HP kumatikan. Huh, dasar pengganggu! Sudah aku apes karena ditolak Shifa, sekarang si gadis tua itu sok perhatian dan sok ngatur aku? Apa maunya?
Akhirnya kunyalakan laptop dan membuka i********:. Hmm, banyak gadis-gadis cantik yang update IG story. Lebih baik aku chat dengan mereka daripada meladeni si perawan tua itu.
*******************************
Paid StoriesCoba PremiumDapatkan AplikasinyaBahasaPenulis|BisnisPekerjaanPersPersyaratanPrivasiBantuan© 2020 w*****d
Bagaimana perasaanmu setelah baca bab ini?
Komentar (0)
Masuk untuk ikut komentar.
Memuat komentar...