Sore itu dibawah rintik hujan diawal bulan Desember kamu berjanji akan kembali ke kota ini, kembali setelah menyelesaikan sisa pendidikanmu di negara seberang sana.
Tanpa disadari hati ini selalu menantimu, walaupun belum ada kepastian akan hubungan kita dan hanya ada ucapan dari mulutmu bahwa kau akan menjaga hatimu hanya untukku. Sekarang sudah 4 tahun dari hari itu bahkan seharusnya kamu sudah seharusnya kamu sudah kembali dari setahun yang lalu.
Kabar darimu putus setelah satu tahun kepergian mu, pernah aku mencoba mencari kabar dari keluargamu tapi seakan mereka sengaja menutupi keberadaanmu. Apakah benar ini kemauanmu apa paksaan dari keluargamu untuk menjauh dariku, karena sempat terdengar kabar kamu akan dijodohkan oleh keluargamu.
Kita tumbuh bersama karena keluarga kita yang menjalin pertemanan yang cukup dekat, makanya kita pun sejak kecil sering bersama bahkan sekolah pun dari SD kita selalu bersama, kamu selalu menjadi kakak kelas yang sangat perhatian buatku padahal waktu awal awal bertemu kita tak pernah akur setiap bertemu kamu selalu membuatku menangis dengan segala tingkah ajaibmu. Namun mulai dari kapan sejak kita tumbuh jadi remaja kamu sedikit demi sedikit berubah jadi baik padaku, bahkan sangat perhatian, kamu selalu ada tanpa perlu ku minta dan selalu mengerti tanpa harus aku bercerita.
Kini kita sudah dewasa, usia kita pun sudah bukan lagi usia remaja yang masih labil. Harapanku cuma satu aku ingin tahu kabarmu, bagaimana keadaanmu sekarang. Seandainya kamu telah bersama dengan yang lain tak apa aku akan berusaha dengan hati yang lapang untuk menerima, karena yang terpenting buatku aku tahu kamu baik baik saja sehingga hatiku akan tenang untuk melangkah ke depan.
Kamu tahu tidak, sekarang aku sudah bekerja ditempat yang dulu aku impi impikan, dulu aku sering bercerita sama kamu kelak kalau sudah dewasa aku ingin bekerja di tempat ini dan kamu selalu mengaminkan, sekarang impianku yang kamu mainkan sudah terwujud, tidakkah kau ingin melihatku seperti aku yang ingin sekali berbagi kebahagiaanku ini.
Sore ini pun aku sedang duduk di cafe tempat dulu kita sering main sepulang sekolah, tempatnya sudah banyak berubah, bangunan bangunan di sekelilingnya pun sudah banyak berubah hanya hatiku yang masih belum mau berubah.
Tuhan, dengan izin dan kuasamu aku memohon untuk pertemukanlah kami meski cuma untuk mengakhiri perasaan ini, aku ingin terus melangkah maju tapi kenapa seakan sangat berat hati ini untuk melupakan rasa yang pernah ada.