"pagi mba"
"pagi pak, bapak sudah datang ya?"
"belum mbak"
"tapi itu mobilnya sudah ada di parkiran?"
"oh kemaren bapak pulang bareng temennya terus mobilnya ditinggal."
"oh.....ya udah pak, duluan ya pak."
"ya mba silahkan, semangat kerjanya mba."
"siap."
Untung saja pak Farhan belum datang, hampir saja aku malu masa bos besar sudah kerja bawahannya baru sampai.Memang minggu ini termasuk minggu sibuk karena lagi persiapan untuk kedatangan calon mitra baru. Dengar dengar perusahaan besar bonafit, pasti akan sangat menguntungkan seandainya bisa bermitra dengan perusahaan tersebut.
"mba Fita laporannya sudah saya email semua ya mba, yang tahun kemaren juga sudah diemail juga."
"oh iya Fer ini langsung saya cek ya, baru nanti kalau pak Farhan datang sya laporkan."
"siap mba."
Ferdi rekan kerjaku langsung memberi laporan begitu aku baru duduk manis.
"pagi semua."
"pagi pak...."
Pak Farhan datang tepat jam 8 dengan penampilan yang ehem!!! perfect. Pak Farhan termasuk dalam kategori bos tampan idaman para karyawan perempuan, dari yang gadis sampai yang sudah emak emak bakal melek kalau lihat rupa pak Farhan, tapi sayang pak Farhan sudah menikah dan kelihatannya beliau sangat cinta sama pasangannya. Sudah pasti cintalah secara istrinya spek bidadari. Seakan sempurna sekali hidupnya, sudah jabatannya mentereng pasangannya tidak kaleng kaleng.
"Fita langsung ke ruangan ku."
"baik pak."
aku langsung menyambar buku agenda sebelum mengikuti pak Farhan ke ruangannya.
Hari ini sungguh melelahkan seharusnya aku tadi jam 4 sore sudah bisa pulang bareng yang lainnya tapi terpaksa mundur sampai waktu yang belum tahu sampai jam berapa, karena pertemuan dengan calon mitra baru yang seharusnya berlangsung jam 1 siang tadi harus diundur karena pihak sana memundurkan waktu janjian dengan alasan ada kendala di lapangan, jadilah sore ini jam setengah 5 sore. Permintaan kami yang mengajukan untuk diganti hari esok ditolak dengan alasan mereka nanti malam sudah harus terbang ke luar negeri untuk urusan bisnis yang lainnya. Beginilah kalau kita yang dipihak membutuhkan harus menuruti apa kata mereka.
"Fita ayo kita ke ruang meeting sekarang , mereka sudah dekat kantor kita."
"baik pak."
hari ini yang menemani pak Farhan meeting ada tujuh orang termasuk aku yang notabene sebagai sekretaris bapak CEO. Kami lima orang termasuk pak Farhan menunggu di ruang meeting, sedang dua orang lagi menyambut di lobi kantor dan mengarahkan mereka ke ruang meeting. Begitu pintu meeting dibuka serempak kami berdiri semua, satu persatu orang memasuki ruangan.
"selamat sore semuanya."
"sore.......
kata perkenalan berikutnya seakan menghilang menjadi senyap, tanpa terduga di seberang meja sana berdiri orang yang selama ini ku tunggu, tatapan kami saling beradu dalam seakan akan yang lainnya hanya figuran yang tak kasat mata, bukan hanya aku tapi dia pun sepertinya sama sama tidak menduga dengan pertemuan ini.
Hai bertemu juga akhirnya, Tuhan terima kasih telah mengabulkan do'aku di sore itu.