Selina berjalan keluar dari dalam toilet menuju supermarket dimana Sasa berada ia melihat sekeliling mall yang terlihat ramai pengunjung tiba tiba dua pria bertubuh besar dengan kacamata hitam muncul dihadapannya.
Langkahnya terhenti mengamati dua pria itu yang menghalangi jalannya.
"Ka..kalian siapa?".
"Kami anak buah Mas dewan yang sengaja diperintahkan untuk mengajak Mbak Selina bertemu dengannya sekarang"sahut kedua pria itu.
"mas dewan mau bertemu saya...memangnya ada apa?"tanya Selina lagi merasa bingung.
"Kami tidak tahu sebaiknya mbak Selina ikut dengan kami!"sahut salah satu dari mereka Dengan nada tajam.
"tapi saya harus beritahu mbak Sasa saya takut dia akan mencari saya jika saya tidak bilang padanya ".
"tidak perlu ..Sasa sudah pulang kami sudah memberitahunya jika Mas Dewan menyuruh kami untuk mengajak Mbak selina pergi!"serunya lagi.
Mendengar penjelasan mereka Selina pun akhirnya percaya dan ia mengikuti kedua pria itu menuju basement dan masuk kedalam sebuah mobil Avanza berwarna hitam yang sudah menunggu mereka.
Didepan supermarket Sasa dengan banyak barang belanjaannya yang ia beli menunggu Selina yang belum kembali.
"Kemana dia....kenapa belum kembali juga kesini...apa dia kesasar?"gumamnya dalam hati .
Sasa menitipkan barang belanjaannya kepada security dan segera menyusul Selina ke toilet,disana ia tidak menemukan wanita itu ia mencoba mencarinya disetiap lantai mall itu dengan panik dan menghubungi bos nya tentang Selina yang menghilang.
"Hallo mas Bryan..."
"Iya Sa....ada apa?".
"Mas ...Selina menghilang,dia enggak ada dimana mana saya sudah mencarinya..."seru Sasa .
"menghilang bagaimana sa...kamu udah cari dia ?"tanya Bryan merasa bingung.
"Tadi Selina ijin kesaya mau ketoilet tapi udah hampir satu jam dia belum balik dan saya susul dia enggak ada disana dan di semua lantai mall ini!"sahut Sasa .
"Kamu tenang dulu dan tunggu saya disana..!"ucap Bryan mengarahkan asisten pribadinya itu.
"Baik mas Bryan!".
Sasa segera menutup teleponnya dengan rasa cemas menuju lobby mall untuk meminta bantuan mengumumkan kehilangan Selina di mall itu.
Sudah beberapa jam ia berada didalam mobil itu bersama dua pria asing yang mengaku anak buah Bryan.
Hatinya merasa gelisah menatap jalanan dari balik kaca mobil itu yang tidak pernah ia lalui sebelumnya.
"Pak....mau kemana kalian bawa saya,kenapa kita belum sampai juga ?"tanya Selina merasa bingung.
"Tenanglah sebentar lagi kita akan sampai!"seru pria yang sedang mengendarai mobil itu dengan santai.
Salah satu dari pria itu mengambil handphonenya dari dalam jaket kulit yang ia pakai sambil berbicara dengan serius.
"Bos wanita ini bersama kami sekarang...tenang saja tidak ada yang mengikutinya semua aman....tidak ada anak buah Pejabat itu yang mengawalnya!".
Mendengar ucapan pria itu ditelepon Selina terkejut ternyata mereka adalah penjahat yang ingin menculiknya.
"Kalian sebenarnya siapa....kalian bukan anak buah mas dewan kan??"pekik Selina menatap ketiga pria itu.
"Haha....kalau bukan memangnya kau mau apa...kau tidak akan bisa kabur dari kami !!"sahut salah satu pria itu tertawa keras.
"mau kemana kalian membawaku...tolooooong!!!"teriak Selina menjerit meminta tolong.
Pria dibelakangnya mengeluarkan sapu tangan yang sudah dicampuri obat bius dan membekap Selina sampai ia tiba tiba tidak sadarkan diri.
Selina membuka matanya perlahan melihat sekeliling ruangan yang tampak asing tubuhnya terikat di kursi yang terbuat dari kayu ia berusaha berteriak tetapi mulutnya tertutup oleh lakban hitam
Seseorang membuka pintu itu pria yang ia kenal berdiri menghampirinya dengan senyum menyeringai menatap Selina yang tidak berdaya.
Ia membuka lakban itu memberi kode kepada seorang wanita paruh baya dengan asistennya yang membawa gaun putih ditangannya dan juga sebuah kotak rias berukuran besar.
"Lepaskan saya... pak ridwan bukannya kamu dipenjara?"seru Selina meronta berusaha melepaskan ikatan itu.
"Sangat mudah untuk saya keluar Selina....terlebih untuk mencari keberadaan mu,pemuda itu berfikir bisa mengurungku di penjara busuk itu dengan kekuasaannya...hahaha....!"sahut Ridwan tertawa lepas.
"apa maumu Pak Ridwan...jangan sakitin saya lagi!!".
"malam ini kamu harus menikah denganku Selina,berperilaku lah yang baik jika kamu tidak ingin mati sekarang juga!!"serunya mengeluarkan sebuah pistol kearah Selina.
Melihat pistol itu yang mengarah kepadanya ia merasa takut dan gemetar,tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan pria itu jika dia ingin selamat.
"kalian cepat dandani wanita ini..!"serunya sambil melepaskan ikatan yang mengikat kaki dan tangannya.
Ia pun terdiam hanya airmata yang terus mengalir membasahi pipinya dan membiarkan kedua wanita itu merias dan mengganti pakaiannya dengan gaun pengantin berwarna putih.
Bryan yang sedang melakukan perjalanan dinasnya keluar kota meminta Virgoun untuk membatalkannya dan menyuruhnya untuk ke lokasi mall dimana Selina menghilang.
"Baguslah wanita miskin itu akhirnya pergi juga dari kehidupan mas Bryan,kuharap dia tidak akan pernah ditemukan !"gumam Virgoun dalam hatinya merasa senang.
Bryan terlihat tampak cemas ia mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Selina sambil menunggunya tiba di sana.
"apa yang terjadi padamu Selina"ucapnya dalam hati merasa khawatir.
Dari kejauhan terlihat Sasa yang tampak berbicara dengan security mall itu,Bryan ditemani ajudannya berjalan menghampiri mereka.
"gimana apa Selina sudah ketemu?"tanya Bryan kepada Sasa.
"Belum mas dia seperti hilang ditelan bumi...!"sahut Sasa .
Beberapa anak buah Bryan segera berkumpul mereka pun tidak menemukan Selina dimana mana,Bryan meminta pihak gedung mall untuk menunjukkan cctv pada jam dimana Selina menghilang.
"Siapa dua pria ini??"tanya Bram menangkap dua pria yang mengajak Selina pergi dari mall itu.
"Saya juga tidak tau mas... kenapa dia tidak memberitahuku sebelumnya jika ingin pergi "sahut Sasa tampak khawatir memikirkan wanita malang itu.
Handphone Bryan berbunyi sebuah panggilan masuk dari nomor tidak dikenal menghubunginya.
"Hallo selamat sore mas Bryan...kami dari pihak kepolisian ingin memberikan kabar buruk jika Ridwan melarikan diri dari sel tahanan".
"apa...??"seru Bryan terkejut.
"Saat ini Ridwan sedang dalam pencarian oleh pihak kami,jika mas Bryan bertemu dengan orang tersebut atau mendengar kabar darinya tolong kabari kami secepatnya!".
"Baik pak terima kasih infonya..!".
Bryan mulai berfikir tentang kedua pria misterius yang membawa selina pergi,satu satunya yang harus dicurigai adalah Ridwan yang terobsesi dengannya.
"aku tau siapa yang membawa selina pergi...!"serunya .
"Maksud mas Bryan,mas tau dimana Selina sekarang ?"tanya Sasa penasaran .
"kalian cepat lacak plat mobil dalam cctv itu...aku dan Virgoun akan mencarinya...!!ucapnya melangkah pergi bersama beberapa anak buahnya.
"tunggu mas saya ikut!"seru Sasa.
"Kamu lebih baik pulang kerumah...biar aku dan anak buahku yang mengurusnya..!"seru Bryan.
"Hati hati mas Bryan...!!"Seru Sasa.
Mereka pun mulai dengan pencarian Selina,anak buah Bryan mendapatkan informasi tentang lokasi dimana Ridwan bersembunyi dengan nomor plat mobil yang membawa selina.
"Ridwan cukup berbahaya,mas Bryan harus berhati hati...!"ucap Virgoun yang sedang menyetir.
"semoga saja pengecut itu tidak menyakiti Selina!"ucapnya merasa khawatir.
Malam pun tiba Selina yang tampak cantik dengan gaun pengantin itu hanya bisa menangis,airmatanya membuat perias itu beberapa kali harus memperbaiki riasan itu kembali.
"cah ayu...jangan nangis terus dong..lihat make-upnya jadi luntur..kamu itu sangat cantik pantas saja pria itu tergila gila padamu "ucap perias itu sambil memperbaiki riasan diwajah Selina.
"Biarkan saya pergi dari sini Bu...saya harus pergi mas dewan dan mbak Sasa pasti sedang mencari saya!"serunya terus menangis.
"kamu yang sabar aja ya...ibu enggak bisa berbuat apa apa,kalau kami macam macam apalagi sampai membantumu kabur kami yang akan mendapat masalah nantinya"sahut perias itu merasa iba.
Pintu ruangan itu tiba tiba terbuka,seorang pria masuk dan menyuruh mereka untuk segera membawa Selina keluar.
"Ayo ndok...calon suamimu sudah menunggu di luar...!"seru perias itu menuntun Selina.
Ia merasa dunianya runtuh seketika pada akhirnya sebentar lagi rentenir itu akan berhasil menikahinya.
Sebelum keluar Ia mengenakan cadar dengan warna senada dengan gaun pengantin itu untuk menutup sebagian wajahnya agar tidak terlihat oleh orang lain.
Diruang tamu dengan rumah yang terlihat sederhana dihadiri oleh beberapa orang dan penghulu membuatnya merasa berat melangkahkan kaki.
Ridwan yang sudah siap dengan setelan jas berwarna hitam itu menatap Selina tanpa berkedip,ia menyuruh wanita itu duduk disampingnya dihadapan penghulu yang akan menikahkan mereka.
"Sudah siap semuanya!"tanya penghulu itu memulai untuk ijab qobul.
"Saya nikahkan Selina binti....".
"Tunggu .....!!!"
******