Sore ini terlihat Bryan yang bersiap akan menghadiri pertemuan antara keluarganya dengan pak Wiryo dengan mengenakan atasan batik untuk menghormati sahabat ayahnya.
"Mas Bryan mau kemana bukannya hari ini libur?"tanya Sasa melihat jadwal bos nya itu yang kosong di hari Minggu.
"Saya ada pertemuan sama keluarga saya".sahut Bryan .
"Sa...saya mau tanya pendapat kamu soal Sandra gimana...?"tanya Bryan tiba tiba .
"mbak Sandra itu masih sayang sama mas Bryan,keliatan kok dari effortnya waktu itu..tapi semua tergantung mas Bryan saya hanya ingin mas mendapat jodoh yang terbaik..kalau mas Bryan masih suka sama mbak Sandra enggak ada salahnya kalau mas Bryan memberinya kesempatan kedua"ucap Sasa serius .
"ya kamu benar...sa,yasudah saya pergi dulu kalau ada apa apa hubungi saya!"seru Bryan berjalan pergi.
Dari kejauhan tampak Darmawan dan Fanny yang sedang asik mengobrol dengan Pak Wiryo juga istrinya,mereka tampak akrab satu sama lain.
"Sore mah..pah..om..Tante dan juga Erica!"seru Bryan segera duduk di sebelah ayahnya .
"Bryan masih inget kan sama Tante dan Erica...yang waktu itu dipesta ulang tahun mamamu!"seru istrinya pak Wiryo mencolek anak gadisnya .
"tentu Tante...Hai Erica gimana kabarnya baik?"sahut Bryan dengan santai.
"aku Baik Bry..kamu gimana ...?"
"alhamdulilah aku baik,ngomong ngomong kegiatan kamu apa sekarang ?"tanya Bryan membuka topik obrolan .
"Erica ini lagi belajar untuk terjun ke dunia politik menerusi jejak ayahnya..nah Erica kamu juga bisa belajar sama Bryan"sahut Pak Wiryo menimpali.
"Iya boleh....dengan senang hati!"ucap Bryan tersenyum.
Erica memang cantik dan terpelajar juga supel tetapi bukan type Bryan.Namun karena menghormati kedua orangtuanya ia bersikap profesional.
Setelah mereka berbincang bincang dan saling mengenal Darmawan dan istrinya berpamitan untuk segera pulang kerumah bersama bryan disusul Wiryo dan istrinya .
"Senang berkenalan sama kamu Bry,kalau ada waktu kita bisa bertemu lagi ...sekalian ajarin aku gimana bisa jadi kaya kamu"ucap Erica berbisik kepada Bryan.Bryan hanya tersenyum kemudian pergi bersama kedua orangtuanya.
"gimana Bry Erica gadis yang menarik kan...kamu enggak akan menyesal jika pilih dia...bibit bebet bobotnya kita sudah tahu tinggal kamunya aja mau atau tidak dengan Erica?"tanya Fanny yang berada satu mobil bersama Bryan dan suaminya.
"Aku masih mau mengenalnya dulu ma....pa...kalau Bryan sudah mantap pasti Bryan akan beritahu mama dan papa!"seru Bryan lagi .
"Papa terserah kamu Bryan,papa enggak akan memaksa kamu !"sahut Darmawan dengan santai .
Tanpa terasa mereka tiba dirumah Darmawan,Bryan segera mencium punggung tangan kedua orangtuanya dan berpamit pulang.
Ia jadi teringat dengan Sandra yang membuatnya merasa bersemangat kembali tiba tiba sebuah panggilan masuk dari Sandra menghubunginya.
"hai...Bry,kamu lagi ngapain...?"tanya Sandra dengan nada lembut
"kebetulan sekali dia menghubungiku"gumam Bryan dalam hati .
"aku lagi dijalan...by the way kamu sibuk..bisa kita bertemu diluar kebetulan jalanku mau lewatin apartementmu?"tanya Bryan.
"boleh..kalau gitu aku tunggu di depan!"sahutnya menutup telepon.
Mendengar Sandra yang akan bertemu dengannya ia merasa senang..mungkin inilah saatnya ia akan menerima Sandra kembali di kehidupannya,ia tidak peduli dengan perjodohan ayahnya ia hanya menganggap Erica sebagai teman tidak lebih.
Terlihat Sandra yang berdiri didepan pintu masuk gedung apartementnya,ia melirik kearah jalan melihat mobil Mercedez Benz milik Bryan berhenti disana.
Dengan cepat ia menghampiri dan segera masuk kedalam duduk disamping Bryan.
"Hai vir...!"ucap Sandra menyapa Ajudannya yang fokus menyetir.
"Hay juga mbak Sandra...senang bisa melihat kalian bersama lagi!"sahutnya tersenyum .
Bryan mengajak Sandra berhenti di sebuah cafe ternama,ia masuk bersama Sandra dan duduk didalam.
Beberapa orang yang berada disana melirik ke arah mereka sambil berbisik bisik .
"eh itu kan Bryan Sbastian Darmawan,ternyata dia balikan lagi sama mantannya!"seseorang berbicara pelan.
Sandra melirik ke arah sekitar menyadari mereka menjadi pusat perhatian,siapa yang tidak mengenal mereka yang terkenal sangat romantis di televisi saat Bryan belum menjabat menjadi seorang dewan.
"Bry apa enggak papa kalau kita disini,kamu juga enggak pake masker sama topi lagi buat nutupin muka kamu?"tanya Sandra berbisik.
"sttt....biarin aja,cepat atau lambat mereka akan tau juga...!"seru Bryan dengan santai.
Sandra tidak mengerti maksud perkataan Bryan,bukankah ia tidak mau jika terlihat oleh wartawan yang sengaja meliputnya.
Seorang waitress datang membawa buku menu.Bryan diam diam hanya terus menatapi gadis yang berada dihadapannya dengan tersenyum melihat Sandra yang sibuk memilih makanan untuk mereka berdua.
"Kamu kenapa liatin aku kaya gitu ?"tanya Sandra penasaran melihat tingkah Bryan yang tidak seperti biasa sambil memberikan buku menu itu pada waitress.
"Enggak papa..." sahutnya pelan.
Mereka saling mengobrol dengan akrab sambil menikmati suasana kafe yang terasa romantis.setelah itu Bryan mengantar Sandra kembali pulang rasanya hatinya begitu tenang jika berada di dekat gadis itu walau ia sebenarnya ingin memberitahu sesuatu tentang perasaannya.
"Thanks Bry atas ajakannya ..aku seneng banget rasanya kamu bersikap seperti yang dulu lagi walau aku tau kamu belum bisa menerimaku kembali...tapi enggak papa aku mengerti..kalau gitu aku masuk dulu kedalam...good night Bry!"ucap Sandra dengan mata yang berkaca kaca melangkah pergi.
"Sandra....!!!"seru Bryan memanggilnya,Sandra menoleh dan dengan spontan ia melangkah keluar dan memeluk gadis itu dengan erat.
"jangan pergi lagi dari hidupku San...aku enggak mau kehilangan kamu lagi!!".
Sandra menatap Bryan dan mencoba melepaskan pelukan pria itu.
"Apa kamu serius Bry?"tanya Sandra tidak percaya.
"aku ngomong Yang sejujurnya...kita mulai lagi dari awal ya,aku pengen kita bertunangan biar semua orang tau kalau kamu calon istriku!"sahut Bryan merasa senang.
"Thanks Bry...kamu udah percaya sama aku..aku janji enggak akan kecewain kamu lagi!!"serunya memeluk Bryan dengan bahagia.
Bryan mengantar Sandra sampai depan pintu kamar apartementnya.ia merasa bahagia dan lega karena sudah mengutarakan isi hati yang sebenarnya pada gadis itu .
"selamat mas...akhirnya kalian bersatu kembali..!"seru Virgoun yang menyaksikan mereka dari kejauhan.
"Thanks vir...aku enggak akan biarin Sandra pergi lagi dan aku akan segera menikahinya dan bilang sama mama dan papa"sahut Bryan .
Tiba dirumah larut malam Bryan segera masuk kedalam kamar ia merasa hatinya begitu bahagia dari sebelumnya .
gunung es itu akhirnya mencair dengan sikap Sandra yang menyesali tindakannya dahulu.
Dari balik pintu sebuah suara ketukan terdengar,Selina yang baru saja akan membaringkan tubuhnya segera bangun dan membuka pintu kamar itu.
"eh mbak Sasa ..ada apa malam malam kekamarku?"tanya Selina melihat Sasa yang berada didepan pintu kamarnya.
"Sorry aku ganggu kamu,besok aku mau ngajak kamu untuk belanja bulanan rumah ini di mall ...kamu mau kan?"tanya Sasa menatap Selina yang menutup sebagian wajahnya dengan hijab.
"iya mbak...siyaap!"sahut Selina pelan .
Sasa pun kembali kekamarnya dan ia segera menutup pintu kembali.
Diatas kasur yang empuk Selina menatap langit langit kamarnya,sudah hampir sebulan ia bekerja dirumah ini tanpa terasa.
Keesokan harinya Sasa ditemani dengan Selina pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di dekat kediaman rumah itu.
Terlihat Sasa yang sibuk memilih barang barang yang dibutuhkan disupermarket dibantu dengan Selina.
"Aku rasa udah semua sel...tinggal kita bayar si kasir!"seru Sasa mendorong trolyy yang sudah dipenuhi barang belanjaan itu.
"Mbak saya ijin ke toilet dulu ya...!"ucap Selina .
"yaudah jangan lama lama ya...!"sahut Sasa menunggu antrian dikasir.
Ketika Selina berjalan menuju toilet seorang pria bertubuh tinggi dengan topi koboinya mengawasi dari kejauhan dengan senyum menyungging di bibirnya.
"kali ini kamu tidak akan lolos lagi Selina....!
.