Sandra tersenyum dan melangkah masuk kedalam ia memandang kesekitar ruangan yang tampak masih seperti dulu saat ia dan Bryan masih bersama.
Rumah impian yang mereka bangun bersama untuk mereka tempati nanti saat mereka sudah menikah nanti tapi harus berakhir karena keputusannya yang salah.
"Non..Mas Bryan baru aja berangkat kerja,non Sandra gimana kabarnya?"tanya Bi Arsi merasa senang melihat kedatangan mantan kekasih bos nya itu.
"iya bi..Aku sudah tau Bryan tidak akan mungkin dirumah pada saat hari kerja dan aku sengaja kesini mau kasih kejutan sama Bryan oh iya mana Sasa!"sahutnya dengan senang mencari asisten pribadi mantan kekasihnya itu.
"Ada non...sebentar bibi panggilkan,silahkan duduk dulu non...!"seru Bi Arsi bergegas kedalam.
"Mbak Selina bibi minta tolong buatin minuman untuk tamu dilantai dua ya...bibi mau panggil mbak Sasa dulu!"ucap Bi Arsi yang berpapasan dengan Selina.
"Baik bi...!"sahut Selina bergegas kedapur.
Selina berjalan membawa nampan berisi secangkir teh hangat dan juga cemilan keruang tamu dari kejauhan ia melihat seorang gadis cantik bak model dengan penampilan yang modis duduk disana.
"Silahkan diminum non...!"seru Selina meletakkan minuman dan cemilan itu diatas meja dan permisi untuk kembali kedapur.
Sandra Yang asik memainkan handphonenya melirik kearah Selina dari belakang melihat wanita berpakaian serba hitam yang tidak pernah ia lihat sebelumnya dirumah itu.
"Eh...kamu....tunggu dulu!".panggilnya.
"Saya non...?"tanya Selina membalikkan badannya .
"kamu siapa ya...saya belum pernah liat kamu sebelumnya ....?"tanya Sandra penasaran menatap mata wanita itu dari balik cadarnya.
Belum sempat Selina menjawab tiba tiba Sasa datang menghampiri mereka ,melihat mantan bos nya datang ia merasa senang dan langsung menyambutnya dengan ceria.
"Non Sandra...ya ampun....sudah lama kita enggak ketemu !!"seru Sasa memeluk Sandra.
"kamu boleh kembali kedapur Selina...!"ucap Sasa menyuruh Selina pergi.Ia hanya mengangguk pelan dan melanjutkan langkahnya untuk kembali kedalam.
"Itu siapa sa...pembantu baru kok aku enggak pernah lihat ya?".tanya Sandra .
"iya non,art baru dirumah ini..!"sahut Sasa.
"Owh...Semuanya sama seperti dulu keadaan rumah ini orang orangnya....!"ucap Sandra mengenang masa lalu saat dirinya menjadi wanita special untuk Bryan.
"iya non...cuma keadaannya aja yang berbeda oh ya non Sandra kenapa ada disini ,mas Bryan lagi enggak ada dirumah "ucap Sasa.
"Sebenarnya aku mau kasih kejutan buat Bryan jujur aja aku merasa sangat kehilangan dia sejak saat itu dan aku menyesal dan aku mau balikan lagi sama Bryan aku janji aku enggak akan kecewain dia lagi..Sa kamu mau bantu kan tapi apa dia punya pacar lagi sekarang?".
"Setau saya sejak putus dari non Sandra mas Bryan belum punya pacar lagi..saya bantu apa non?"tanya Sasa.
"Aku mau masakin makanan kesukaannya Bryan..kamu temenin aku ya ke supermarket buat beli bahan bahannya...aku mau kasih kejutan setelah dia pulang nanti"seru Sandra.
Sasa yang dulunya sangat dekat dengan Sandra sangat mendukung dengan apa yang dilakukan gadis itu baginya Bryan dan Sandra adalah pasangan yang sangat serasi dan ia melihat jika hati Bryan tetap setia dengan gadis itu sampai saat ini.
Ia segera pergi menemani Sandra ke supermarket terdekat membeli keperluan yang akan disiapkan gadis itu untuk memenangkan hati Bryan lagi karena ia sangat yakin Bryan masih mencintainya.
Pada siang harinya setelah berbelanja mereka segera kembali dengan membawa banyak belanjaan yang berisj sayur mayur untuk ia masak nanti.
"Duh non Sandra padahal bahan makanan banyak loh di kulkas ngapain belanja lagi"ucap Bi Arsi sambil membantu mengeluarkan belanjaan itu bersama Selina didapur bersih.
.
"Enggak papa bi... aku mau masak kesukaan Bryan jadi bahan bahannya harus fresh dan kumplit semua...!"sahut Sandra.
"Non mau dibantu sama koki dirumah ini..?"tanya Sasa yang berdiri melihat gadis itu mulai mengolah bahan masakannya.
"kayaknya enggak perlu deh masakanku juga kan lebih enak darinya"celetuknya tertawa.
Mendengar itu Selina hanya terdiam dalam hatinya ia merasa kagum dengan gadis itu.
"Owh jadi ini mantannya Mas dewan cantik sekali...pasti mas Dewan akan langsung menerima non Sandra kembali melihat usahanya untuk mendekati mas dewan!"guma Selina dalam hati.
Dengan sigap Sandra mengolah semua bahan masakan itu tanpa bingung ataupun melihat resep dari YouTube atau aplikasi lain tentang masakan.sejak dulu ia sangat suka memasak untuk Bryan bahkan rasanya tidak kalah dengan bintang lima.
Sedangkan itu sambil menunggu Sandra memasak Bi Arsi dan Selina membantu Sasa menata ruang makan dengan dekorasi yang diinginkan Sandra.
"Nah semua sudah siyaap!!"seru Sandra merasa senang melihat semuanya sudah selesai.
"semoga non Sandra sama mas Bryan cepet balikan lagi ya!!"ucap Sasa.
"Aamiin bi...!".
Dalam perjalanan pulang Bryan menerima pesan masuk dari ayahnya Darmawan jika orangtuanya sudah membuat janji pertemuan antara keluarga Wiryo dengan keluarganya disebuah restaurant mewah di ibukota.
Ia tampak tidak bersemangat membaca pesan itu dan memasukkan kembali handphonenya kedalam saku celananya.
Beberapa menit kemudian ia tiba dikediaman rumahnya ,pak Budi yang seorang security segera membuka pintu gerbang rumah itu saat mobil majikannya datang.
"Sore mas Bryan!!"seru pak Budi memberi hormat.
"Sore pak..!".sahut Bryan segera turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam lift yang ada di basement itu.
Tiba di lantai lima kamarnya ia segera membuka pakaian dan pergi mandi.
Tok Tok...!!
Terdengar suara ketukan pintu dari balik kamar ia yang baru saja mengenakan pakaian segera membuka pintu.
"Mas Bryan...makan malam sudah siap!"seru Sasa dengan wajah sumringah memberitahu bos nya.
"iya nanti saya kebawah...sa!"ucap Bryan menutup kembali pintu kamarnya.
"Eh tunggu mas!".
"kenapa lagi sa?".
"Jangan lama lama mas nanti makanannya keburu dingin,yasudah saya pamit dulu!"seru Sasa meninggalkan Bryan.
Bryan melangkah keluar dari dalam lift menuju ruang makan yang terlihat berbeda,disana ia melihat hiasan bunga bunga warna warni yang cantik dan diatas meja itu terdapat makanan menu favoritnya yang terlihat lezat selain itu ada lilin dan juga dua buah piring dan cangkir disana.
Tiba tiba Sandra muncul dari balik dinding ia tampak cantik mengenakan gaun midi berwarna cokelat dengan rambutnya yang tergerai ikal bergelombang sambil tersenyum padanya.
"Hai Bry...apa kamu suka dengan semua ini.. sorry sebelumnya aku enggak ngabarin kamu kalau mau datang kesini aku cuma mau kasih suprise aja buat kamu"ucapnya tampak canggung menatap pria itu sambil mempersilahkannya untuk duduk dikursi makan.
"Kamu yang buat ini semua?"tanya Bryan memandangi hidangan itu dan juga dekorasi disekitarnya.
"Ehmm..tapi enggak juga si...Sasa dan art lainnya juga membantuku!"sahutnya tersenyum.
"ayo dimakan!"seru Sandra menyendokkannya nasi untuk Bryan.
Bryan mencoba menyicipi makanan itu rasanya tetap sama seperti dahulu .
"Aku enggak nyangka kamu siapin ini semua buat aku..."ucap Bryan lagi.
"Gimana rasanya enak?".
"ya masih sama seperti dulu terakhir kamu masakin aku!".
"oh ya...gimana kerjaan kamu hari ini...?"tanyanya lagi membuka obrolan.
"Baik...semua berjalan lancar...!".
"Owh..ya...,papa dan mama kirim salam buat kamu...!"ucap Sandra lagi.
"waalaikumussalam...salam balik buat mereka !"sahutnya dengan singkat.
Hati Bryan merasa berbunga bunga melihat kesungguhan Sandra yang ingin membuatnya kembali lagi tapi ia tidak ingin terlalu terburu buru untuk membuka hatinya lagi walau ia sudah memaafkan gadis itu.
Selesai menyantap makan Bryan mengajak Sandra untuk pergi ke rooftop menikmati keindahan malam dengan pemandangan pegunungan yang terasa indah dari atas rumahnya.
"Thanks atas makan malamnya San...masakannya enak dan aku suka!".
"beneran...nanti aku boleh masakin kamu lagi?"tanyanya terlihat senang.
Bryan hanya mengangguk pelan membuat gadis itu semakin berharap pada Bryan.
"ini sudah malam aku harus pulang...terima kasih sudah menerimaku dirumah mu Bry!"seru gadis itu .
"Aku yang harusnya berterima kasih kamu sudah mau repot repot membuat semua ini untukku...!".
Sandra kemudian melangkah pergi meninggalkan Bryan yang berdiri disana tetapi sebuah tangan menahannya dari belakang.
Ia menoleh ke arah Bryan yang sedang menatapnya penuh dalam.
"Kabari aku kalau kamu sudah sampai apartementmu....!!"seru Bryan melepaskan tangan Sandra kembali.
Sandra mengangguk pelan ia tersenyum dan segera pergi dari rumah itu dengan diantar oleh supir Bryan yang sudah menunggunya di depan.
Dari kejauhan ia hanya memandang kepergian Sandra,bibirnya masih kelu untuk berucap jika ia mau menerimanya kembali.
"Mungkin ini belum saatnya....!"gumamnya dalam hati.