Selesai mandi dan mengenakan abaya yang diberikan Bryan, Selina berkaca didepan cermin sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
TOK...TOK..
Tiba tiba terdengar suara ketukan dari balik pintu kamar nya."Sel boleh aku masuk!" suara Sasa yang berada dibalik pintu itu.
"Iya mbak sasa!"sahut selina segera mengambil pashmina panjang yang tergantung didalam lemari untuk menutupi rambut hitamnya yang panjang dan terurai.
"Sel tolong kamu rapihkan kamar tamu yang ada di lantai atas karena orang tua Mas Bryan mau datang malam ini dan juga biasanya mereka akan menginap "ucap Sasa terlihat sibuk.
"Baik mbak Sasa saya akan kerjakan tapi saya mau benerin hijab saya dulu ya mbak !".
"kamu langsung saja ke atas sekarang kita ga punya banyak waktu lagipula Mas Bryan belum pulang,kamu jangan khawatir enggak ada laki laki yang melihatmu kok dan kamu bisa benerin hijabmu disana..!"seru Sasa meminta Selina.
Selina hanya mengangguk pelan,sebenarnya ia merasa tidak nyaman keluar dari kamar itu tanpa menutup wajahnya dengan niqab dan mengenakan hijab dengan rapih tapi ia tahu di dalam rumah itu tidak ada laki laki lain.
"kamu pakai lift saja biar cepat"seru Sasa sambil melangkah pergi.
Ia pun berjalan menuju lift dan masuk kedalamnya dengan rasa ragu karena ia baru pertama kali menggunakannya saat bersama Bryan.
"oh ya dilantai berapa kamar tamunya ,aku lupa bertanya sama mba Sasa!"ucapnya mengingat rumah itu ada beberapa lantai lalu ia menekan tombol yang ada disana.ia belum hapal dengan setiap lantai ruangan yang ada dirumah itu apalagi hari ini dia baru saja pindah ke kamar art yang ada di basement setelah memutuskan untuk bekerja dirumah itu walau Bryan tidak mempermasalahkan ia menempati kamar tamu itu tapi dia merasa tidak pantas.
Ting!!!
Lift itu bergerak naik dan berhenti dilantai lima paling atas.Ia segera keluar dan memandangi sekitar ruangan yang terasa sepi dan berbeda dengan ruangan sebelumnya, di ujung ruangan itu terdapat pintu dan jendela kaca transparant dengan rooptop diluarnya yang menampilkan pemandangan pegunungan yang sangat indah menjelang malam hari yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ia tampak kagum dan mendekat ke arah kaca itu ingin rasanya ia berdiri diatas rooptop itu sambil merasakan udara segar dan menghilangkan rasa lelah dihidupnya."astaghfirullah aku hampir saja lupa dengan tugasku!"ucapnya sambil menepuk dahinya sendri dan berjalan berbalik arah mencari kamar tamu itu.
Ia melihat dua buah pintu kamar disana tanpa ragu ia mencoba masuk dan didalamnya terdapat lemari lemari kaca besar transparant berisi pakaian pakaian pria yang tersusun rapi memenuhi setiap sisi kamar dan juga sepatu sepatu bermerk yang terpajang rapi.Ditengahnya terdapat lemari seperti meja kaca lebar yang dipenuhi dengan aksesoris jam tangan dan juga lainnya.
"apa ini semua punya Mas dewan,banyak sekali barang barangnya apa beliau tidak takut hisabnya nanti di akherat,ih... bicara apa aku ini sepertinya aku salah masuk !"ucap Selina bergegas keluar dan menutup kembali pintunya .
"mungkin ini kamar tamunya !"pikirnya ketika melihat pintu lain disebelahnya.
"siapa kamu,apa yang kamu lakukan didepan kamarku???".sebuah suara pria mengejutkannya membuat pashmina yang hanya ia kenakan asal diatas kepalanya terjatuh kelantai.
Tanpa disadari ia langsung membalikkan badan dengan rambut yang masih terurai dan wajah yang tanpa tertutup cadar.
Selina berdiri terpaku melihat Bryan yang tiba tiba muncul disana begitupun Bryan yang terpesona dengan kecantikan wanita yang ada didepannya saat ini.
Selina terlihat sangat cantik bersinar dengan hidungnya yang mancung dan bibir yang merah alami membuat Bryan tidak berkedip .
"Astaghfirullah ..Mas dewan maafkan saya.saya pikir ini kamar tamu yang mau saya rapikan dan saya benar benar tidak tau kalau Mas dewan sudah pulang!"seru Selina panik mengambil pashmina nya yang terjatuh dan bergegas menutup rambut dan wajahnya.
"kamar tamu ada dibawah lantai ini.."ucap Bryan memalingkan wajahnya menyadari jika dirinya sudah melihat yang tidak seharusnya dilihat oleh pria manapun yang bukan mahramnya.
"baik Mas permisi...!"seru Selina bergegas pergi meninggalkannya dengan rasa malu.
"Selina...ternyata dia sangat cantik...!"gumamnya pelan melangkah masuk kedalam kamar .
Tiba dikamar tamu itu ia langsung merapikan hijabnya agar tertutup sempurna begitupun dengan wajahnya kemudian segera merapikan kamar tamu itu dan kembali ke basement dimana kamarnya berada.
"Semua sudah siap Sasa?"tanya Bryan menghampiri Sasa yang sedang mengatur dekorasi bunga yang dipesan untuk mempercantik ruangan itu sebagai penyambutan untuk orangtuanya.
"Sudah mas,oh ya kapan mas pulang..handphone mas daritadi tidak bisa saya hubungi!"sahut Sasa.
"iya...saya sedang ada pertemuan penting makanya setelah saya baca pesan dari mu dan papa saya langsung pulang!"ucapnya sambil bersantai disofa yang terlihat empuk itu.
"oh ya dimana Selina aku mau memberinya kabar baik?"tanya Bryan sambil menyalakan tv .
"Dia sedang memasak didapur dibantu art lain ,apa mau saya panggilkan?".
"iya tolong panggilin dia!".
Sebelum Sasa pergi tampak Selina yang muncul dari pintu tangga darurat sambil membawa makanan itu ke meja makan.
"Kebetulan sekali kamu datang....mas dewan mau bicara padamu!"seru Sasa memberitahu.
Selina segera meletakkan makanan itu diatas meja makan dan menghampiri Bryan dengan rasa malu sambil menundukkan pandangannya.
"Iya ada apa Mas dewan?"."Sasa bisa tinggalkan kita berdua?"tanya Bryan melirik asisten pribadinya itu memberi tanda untuk meninggalkan mereka.
"kenapa kamu gugup Selina,apa karena kejadian tadi...sorry saya pikir kamu penyusup yang mau masuk kekamar saya karena dirumah ini selain Sasa tidak ada yang boleh masuk ke sana tapi saya maklumi karena kamu baru dirumah ini !"ucap Bryan .
"tidak apa apa mas saya yang salah,saya ceroboh karena tidak bertanya dulu sebelumnya dengan mbak Sasa,saya hanya merasa malu karena saya tidak pernah menunjukan wajah saya seperti tadi kepada laki laki lain kecuali suami saya sendiri" .
"saya mengerti...yasudah lupakan kejadian itu saya manggil kamu kesini karena ada berita baik untukmu...Ridwan sudah tertangkap dan dia akan dipenjara dalam waktu yang cukup lama ".ucap Bryan.
"alhamdulilah...akhirnya orang jahat itu mendapat balasan atas perbuatannya juga,,terima kasih mas karena mas rentenir itu tidak akan berani berbuat seenaknya lagi pada saya atau siapapun".ucap Selina merasa senang .
"sama sama Selina ...kamu wanita baik,tidak sepantasnya pria itu memperlakukanmu seperti itu,kamu sudah cukup menderita dan sekarang kamu bisa hidup tenang tanpa ancaman Ridwan dan anak buahnya".
"saya senang sekali mendengarnya mas,kalau begitu saya permisi dulu masih ada kerjaan di belakang!"ucap Selina berjalan pergi.
Bryan tersenyum melihat reaksi wanita itu,ia merasa senang karena sudah menolongnya.
Malam itu Bryan dan orangtua nya yang sudah tiba beberapa jam lalu berada di meja makan menikmati hidangan makan malam yang telah disediakan.
"semua makanan ini kamu pesen diresto ya...semuanya terasa enak sekali!"celetuk Fanny yang sedang asik menyantap makanan yang terhidang diatas meja itu.
"enggak mah..ini semua yang masak art baruku namanya selina,dia koki baru dirumah ini !"sahut Bryan menjelaskan.
"Selina...jadi kamu punya art baru sekarang kok enggak cerita sama mama dapet dari yayasan mana,kali aja mama bisa rekrut art juga yang pinter masak kaya art km itu?"tanya Fanny lagi penasaran .
"Selina itu seorang Janda yang ditinggal meninggal suaminya dia hidup sebatangkara dan enggak punya tempat tinggal jadi kutawarkan dia untuk bekerja disini!"ucap Bryan lagi.
"Brian kamu jangan sembarangan terima orang yang enggak jelas asal usulnya,jaman sekarang ngeri loh!"seru Fanny mengingatkan putranya.
"Mama...anak kita itu pintar tidak mungkin Bryan memilih art sembarangan untuk bekerja dirumahnya sendiri benarkan Bryan?"Seru Darmawan menimpali.
"iya Mah,Selina itu wanita baik baik dan juga Soleha..kalau mama ketemu sama dia pasti mama akan suka lihat kepribadian dan penampilannya".
"hmm...oke mama percaya sama kamu nak,mama hanya ingetin kamu jangan sampai dia macem macem dirumah ini!"seru Fanny lagi.
"tenang mah dirumah ini kan ada cctv dan juga ada Sasa asistenku yang mengawasi semua yang bekerja dirumah ini !".ucap Bryan menghabiskan makanannya .
"Oh ya nak ada yang mau papa sampaikan ke kamu!" Ucap Darmawan dengan wajah serius menatap anaknya.
"Pak Wiryo ingin menjodohkan anaknya denganmu,kamu kenal Erica kan gadis yang dipesta ulang tahun mama waktu itu,dia ternyata naksir sama kamu Bryan !".
Mendengar ayahnya bicara tiba tiba ia tersedak,wajahnya memerah mengetahui ia ingin dijodohkan.
***