"Mas Bryan mau kemana ?"tanya Sasa menghampiri bos nya itu yang berjalan keluar dari pintu kamar.
"saya ada urusan sebentar ,ada apa Sasa?"sahut Bryan menatap asisten pribadinya itu yang muncul dihadapannya.
"Soal wanita malang itu selanjutnya apa yang akan mas Bryan lakukan padanya..dia keliatan murung dan sedih sejak kalian pulang dan juga dia berniat ingin pergi dari sini karena tidak mau merepotkan mas Bryan yang sudah banyak menolongnya"ucap Sasa yang merasa iba.
"Nanti saya akan coba berbicara padanya,sebelum rentenir itu dipastikan tertangkap aku tidak akan membiarkannya pergi sendiri apalagi dia tidak punya tempat tinggal dan pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri".
"iya kasihan dia Mas,oh ya saya punya usulan kalau mas dewan setuju"."apa itu Sasa?"tanya Bryan penasaran.
"bagaimana kalau Selina menggantikan Mbok Laras yang pulang kampung dan menjadi ART di sini? itu sih kalau mas approve tapi kalau enggak ya ga papa!"ucap Sasa berbicara dengan hati hati.
"nanti kita bicara lagi ..,sekarang saya harus pergi...see you Sasa!"seru Bryan pergi meninggalkannya,bagi Bryan Sasa bukanlah sekedar asisten pribadinya selama 5 tahun Sasa bekerja dirumah itu dia sudah dianggap sebagai Kaka kandungnya sendiri selain kinerjanya yang bagus ia pun terkadang menjadi tempat curhat Bryan jika dalam masalah.
Ia masuk kedalam lift menuju lantai 1 basement dan segera masuk kedalam mobilnya yang sudah stand by di depan halaman rumahnyam
"sudah siap Vir!"tanya Bryan yang duduk di belakang ajudannya ."sudah Mas...!"."saya minta kamu jangan bilang siap siapa kalau saya mau menemui Sandra".ucapnya sambil memakai masker hitam diwajahnya untuk menghindari pers yang akan mengenalinya.
"siap mas...!"."saya tidak mau ini menjadi konsumsi publik..!"ucapnya lagi mengingat dirinya yang sekarang mempunyai jabatan penting di dunia politik.
Tiba di sebuah cafe bersuasana vintage daerah ibukota Bryan segera masuk kecafe itu dan berjalan menuju meja yang berada di sudut ruangan menemui seorang gadis berambut panjang yang sudah menunggunya disana.Gadis itu menoleh kearah Bryan sambil melambaikan tangan tersenyum ceria melihat nya datang.
"Hey Bry...mau minum apa?"tanya Sandra memanggil pelayan cafe itu.
"terserah kamu saja!"sahutnya dengan sikap dinginnya duduk dihadapan Sandra sambil memandang kesekitar ruangan lalu membuka topi dan masker yang menutup wajahnya.
"satu cofee arabica dan Juice orange!".ucap Sandra kepada pelayan itu.
"kamu masih ingat minuman kesukaanku?"tanya Bryan menatap Sandra.
"jangankan minuman,apa yang kamu enggak sukai pun aku masih ingat Bryan!"sahut gadis itu pelan.
"Sebenarnya ada apa kamu mengajakku kesini?"tanya Bryan lagi menatap gadis itu dengan tajam Ia tidak bisa membohongi perasaannya yang masih mencintai sandra namun ia masih ingat bagaimana dia meninggalkannya saat itu,Sandra terlihat semakin cantik,modern dan tentunya berkelas membuat pria siapa saja yang melihat pasti akan tertarik kepadanya.
"Bry...aku memintamu kesini karena aku mau jujur sama kamu kalau aku masih cinta sama kamu aku menyesal sudah meninggalkanmu dulu,aku pikir dengan meraih mimpiku menjadi seorang modelling internasional itu akan membuatku bahagia..ternyata aku salah hidupku kosong tanpa kamu Bry...kumohon maafkan aku..."jawab sandra dengan serius menahan airmatanya yang menggenang.
"Maaf San aku tidak bisa...hatiku terlalu sakit merasakan semua itu!"seru Bryan memalingkan tatapannya.
"Please...Bry aku tau kamu masih cinta sama aku...kenapa kamu bersikap dingin gini sama aku aku sadar aku salah tapi aku janji akan memperbaiki semuanya kalau perlu kamu boleh tampar aku kalau itu bisa mengobati rasa sakitmu!".ucap gadis itu terisak tidak mampu membendung airmatanya lagi.
Melihat Gadis itu menangis ia merasa tidak tega tanpa disadari ia mendekap gadis itu dengan erat sambil mencoba menenangkannya.
"jangan menangis Sandra..tapi jujur aku belum bisa menerimamu kembali".
."Kenapa??apa kamu sudah punya wanita lain..?"tanya Tania menatap Brian dengan serius.
"Tidak..sampai saat ini aku belum menemukan wanita yang bisa membuatku jatuh cinta seperti cintaku padamu tapi tolong hargai perasaanku!".sahut Bryan menahan perasaannya .
Seorang pelayan datang membawa pesanan mereka,Gadis itu terdiam mengusap airmatanya yang mengalir dan Bryan segera melepas pelukannya dan kembali bersikap normal mengetahui pelayan itu datang tiba tiba.
"kalau kau mau kita bisa menjadi teman Sandra".ucapnya menyentuh tangan putih gadis itu.
"kamu serius...?"tanya Sandra lagi.
''i'm seriouslyy..!".
"Makasih Bry..!"seru sandra merasa gembira.
"pelan pelan kamu pasti akan menerima cintaku lagi Bryan"gumam Sandra dalam hatinya.
Bryan melirik arlojinya yang menunjukan pukul 10 malam tanpa terasa waktu begitu cepat,setelah menyeruput kopinya sampai habis ia pun mengajak Sandra untuk pulang.
"Sebaiknya kita pulang ini sudah malam,orangtuamu pasti menunggumu sekarang!"ucap Bryan memanggil pelayan dan meminta bill.
"Iya kau benar ..waktu terasa cepat sekali padahal aku masih kangen sama kamu!".sahut Sandra mengambil tas nya.
Mereka berjalan keluar bersama dan masuk kedalam mobil Bryan,sebelum itu ia mengantarkan Sandra keapartementnya dan bergegas pulang kerumah.
"Sampai jumpa Bry kapan kapan apa aku boleh main kerumahmu?"tanya Sandra lagi.
"Rumahku selalu terbuka untukmu...!"sahut Bryan meninggalkan gadis itu.
Virgoun yang melihat mereka terlihat romantis kembali hanya tersenyum dan bersiul sambil menyetir "sepertinya ada habis dapet undian nih"ucap Bryan melihat sikap ajudannya.
"Bukan lotre mas tapi durian runtuh,seneng kalau dapet durian runtuh dagingnya manis kaya gadis yang baru turun tadi..upsss!".sahutnya sambil menutup mulut.
"kamu ini sudah mulai berani menggoda saya ya!".
"Ampun mas Bryan,habis kalian berdua keliatan bahagia sekali setelah keluar dari cafe itu,mas sudah jadian lagi ya sama nona sandra?"tanya Virgoun penasaran yang tau bagaimana kisah cinta mereka sebelumnya.
"tidak Vir...kami hanya berteman,aku masih bingung dengan perasaanku ini dan aku belum menerima sandra kembali menjadi pacarku walau aku masih mencintainya biar waktu yang akan menjawab semua"seru Bryan pelan.
"Tania itu cantik,seorang supermodel pintar ,berwawasan luas dan dari keluarga terpandang siapa pria yang tidak tertarik dengannya...Dia itu type ku tapi kalau untuk menjalin cinta rasanya terlalu terburu buru!".serunya lagi.
"Iya mas ,saya cuma bisa doakan mas mendapatkan jodoh yang terbaik dan setara dengan mas"sahut Virgoun memberi semangat .
Suasana rumah terasa sepi.Bryan berjalan masuk kedalam lift menuju kamarnya,namun ia teringat dengan kata kata Sasa tentang Selina yang masih trauma dengan kejadian tadi sore, ia berniat untuk melihat keadaan wanita itu.Dengan langkah pelan ia mendekati pintu kamar yang ditempati Selina tiba tiba ia mendengar suara lantunan ayat suci Alquran dengan begitu merdu.Ia terdiam sejenak mengurungkan niatnya untuk menemui Selina.
"Jam segini Selina belum tidur...ah sudahlah aku tidak mau mengganggunya !"
Ia pun segera ke kamarnya dan masuk kedalamnya,matanya melirik ke arah laci meja nakas yang berada disamping tempat tidurnya yang berukuran besar dan membukanya mengambil sebuah kotak berukuran kecil dari dalam sana.
Ia membuka kotak itu dan terlihat beberapa foto yang tersimpan saat ia masih kecil bersama orangtuanya dan juga foto seorang wanita bersama dirinya berpelukan mesra sambil bergaya.
"Apa aku bisa menerimamu kembali Sandra...rasa kecewaku sama besar dengan rasa cintaku padamu..."ucapnya sambil merebahkan tubuhnya di kasur dan memeluk foto itu sampai ia tertidur.
Keesokan harinya diruang makan Selina bersama seorang ART sedang menyiapkan hidangan untuk sarapan Bryan yang baru saja duduk dimeja makan itu.
"Pagi Mas Bryan...!!"sapa Seorang ART dengan ramah.
"Pagi...Selina kamu ngapain,ayo ikut saya makan disini!"tanya Bryan melihat Selina yang sibuk membantu menyiapkan menu sarapan dengan art nya itu.
"terima kasih Mas..saya biasa melakukan ini,daripada saya hanya diam dikamar lebih baik saya membantu bi Arsi menyiapkan sarapan,Mas dewan tidak marah kan!"jawab Selina tampak malu.
"iya tapi saat ini kamu itu tamu dirumah saya,jadi kamu enggak perlu repot repot,ayo duduk ikut sarapan sama saya ada yang mau saya bicarakan sama kamu sebelum saya berangkat ke kantor".
Selina dengan penasaran duduk dihadapan mas depan tatapan serius."Bi..buburnya enak sekali siapa yang buat ?"tanya Bryan bertanya pada ART nya sambil menyantap bubur ayam yang terhidang.
"ini yang buat mbak Selina Mas tadi mbak Selina juga ikut turun ke dapur"sahut bi Arsi menjelaskan.
"ternyata kamu jago masak juga Sel.."seru Bryan tanpa senang.
"dulu saya selalu membuatnya setiap pagi waktu almarhum suami saya masih hidup,dia sangat suka dengan bubur ini"ucap Selina mengingat kenangan bersama almarhum suaminya
"owh gitu...ngomong ngomong kamu lulusan apa pernah kuliah?maaf sebelumnya jangan tersinggung barangkali saya bisa recomendasiin kamu di kantor ".tanya Bryan dengan santai .
"saya tidak kuliah mas,saya hanya lulusan SMA kedua orangtua saya sudah meninggal dunia karena kecelakaan saat saya masih sekolah jadi saya memutuskan untuk langsung bekerja dan hidup mandiri sampai saya bertemu dengan almarhum suami saya!".ucap Selina tampak sedih.
"maaf Selina bukan saya mau membuatmu sedih,saya justru salut sama kamu bisa survive sendiri,tentunya jika mereka hidup pasti bangga denganmu....".
"itu semua karena saya tidak punya pilihan lain Mas dewan,pengalaman mengajarkan saya banyak hal tentang hidup ini.."ucapnya lagi.
"ya kamu benar,mungkin kalau saya diposisi kamu saya tidak tau harus apa...seharusnya saya belajar dari kamu bagaimana menghadapi hidup yang keras ini dan bagaimana planningmu selanjutnya apa yang mau kamu lakuin jika si rentenir itu sudah dpenjara?"tanya Bryan penasaran.
"secepatnya saya akan pergi dari sini dan mencari pekerjaan untuk melanjutkan hidup Saya mas dewan,saya tidak mau terus merepotkan mas dewan dan juga lainnya..oh ya,apa mas dewan sudah mendapatkan kabar dari polisi tentang pak Ridwan?".
"Owh sampai saat ini polisi belum menghubungi saya,tapi saya akan pastikan Ridwan akan masuk penjara hari ini,bukti bukti sudah diserahkan tinggal tunggu kabar dari mereka ,tenanglah kamu akan aman!".ucap Bryan .
"kalau kamu bingung mencari tempat tinggal dan tidak tau kemana kenapa tidak bekerja dirumah ini saja".
"maksud Mas dewan?".
"Ya kamu bisa bekerja dirumah ini khusus memasak untukku kalau kau mau apalagi masakkanmu ini enak dan kamu bisa tinggal dirumah ini bersama dengan art yang lain,kebetulan saya butuh satu orang ART lagi, karena dirumah ini mereka punya bagiannya masing masing "ucap Bryan menjelaskan.
Mendengar itu Selina terdiam memikirkan tawaran Bryan.
"tapi kalau kamu tidak mau saya tidak memaksa itu terserah denganmu saja,semua keputusan ada ditangan mu,saya tau mungkin pekerjaan ART bukan pekerjaan formal tapi saya janji akan kasih kamu gaji yang pantas".ucap Brian.
"saya mau Mas...saya hanya terharu didunia ini masih ada pria baik seperti mas Dewan!".ucap Selina mengusap airmatanya.
"saya hanya perantara dari Tuhan untuk menolongmu,baiklah kalau begitu saya pergi dulu....nanti saya akan suruh Sasa untuk menjelaskan tugasmu dirumah ini"ucap Bryan beranjak pergi setelah menghabiskan buburnya.
"sekali lagi terima kasih mas dewan!".Ucap Selina merasa senang membereskan piring kotor yang berada diatas meja.
"Dimana Mas dewan?"tanya Sasa yang tiba tiba muncul dari tangga mencari bosnya.
"Mas dewan baru saja pergi mbak sasa!"."owh...duh saya tadi lagi repot di dalam mengurus schedule mas Bryan dan merapikan barang barangnya.. oh ya apa mas Bryan sudah bicara padamu?"tanya Sasa penasaran.
"iya mbak,beliau menawarkan saya pekerjaan untuk memasak dirumah ini"."terus kamu jawab apa?"tanya Sasa penasaran."iya saya mau !"sahut Selina mengangguk pelan.
"kamu itu beruntung Selina ,Mas Bryan itu sangat baik beliau selalu memperhatikan pegawainya..yang terpenting jangan buat beliau marah,karena seperti Yang saya bilang beliau itu perfeksionis dalam hal apapun".ucap Sasa sambil menjelaskan secara detail tugas Selina dirumah itu,ia hanya mengangguk dan mengamati dengan jelas kata kata Sasa karena ia tidak ingin membuat Mas dewan kecewa.
"sekarang kamu mengerti kan!"tanya Sasa dengan serius."iya mbak sasa!".
***