Geri pov
Drrt....drrt..
"kak geri?"
"iya,lita ya?" Geri memandangi layar ponselnya menunggu balasan pesan
"iya,ganggu y kak?" balas Lita nggak enak
"enggak kok,makasih ya..."
"makasih buat apa?" Lita heran
"makasih udah mau hubungi kakak , ehm..ngapain nih?" Geri tersenyum sendiri karena bisa berhubungan dengan adik sahabatnya yang sejak pertama kali melihat Lita,Geri menaruh hati padanya.
'gadis kecilku' batin Geri
"ehm,,kenapa sayang?" tanya wenda heran,mama geri yang sejak tadi memperhatikan anaknya senyum-senyum sendiri."enggak ma,cuma mikirin kelulusan aja" jawab Geri. "ooo...kenapa emangnya?" wenda mendekati Geri menyelidik."pasti lulus ma,aman pokoknya" jawab Geri tenang."harus dong" wenda bangga.
Geri masuk kekamar,melemparkan badan ke ranjang sambil terus memandangi layar ponselnya."Lita" geru membayangkan betapa cantiknya gadis itu. "Tapi untuk saat ini yudha tak perlu tau perasaan gue pada adiknya. Bisa jadi bully gue" gumam geri.
Geri melihat ponselnya belum ada balasan akhirnya Geri mehubungi Lita
"halo" suara lita terdengar lembut
"ehm iya halo,ganggu ya?"
"ng-nggak kok kak" jawab Lita malu
"ehm ngapain nih?"
"lagi santai aja sih kak, abis belajar tadi. k-kenapa ya?"sahut Lita gugup
Obrolan masih canggung tapi tak berlangsung lama mereka mulai akrab.
Geri tersenyum bahagia,setelah sekian lama hanya melihat Lita saja. Dan akhirnya Geri memberanikan diri untuk memberikan no ponselnya pada Lita meskipun dengan sembunyi-sembunyi. Lucu memang, dan sekarang bisa mengobrol langsung dengan Lita . Karena Geri tau setelah wisuda nanti dia tak mungkin lagi kerumah Lita . Geri akan menjadi pria sibuk seperti papanya.