Terlalu panjang untuk menulis semua tentangmu. Aku hanya manusia biasa. Menceritakan pikirannya sendiri, Yang terisi penuh tentangmu disini. Kemudian dituangkan bersama rima kata, tersurat dalam hikayat kamu dan semesta.
Tentang semua yang semu, olehmu, dan juga olehku. kamu yang kusebut unik namun tak begitu sulit untuk dirindu. Menatapmu perlahan begitu indah di pandanganku. Anggun di kelopak mataku. Tatapan sinis, namun terlihat manis. Aku pikir kau adalah bidadari yang lari dari penjara surga, sepertinya seperti itu. Pikiranku berbicara tentang kamu yang lucu, mataku berdialog tentang kamu yang manis seperti madu. Mungkin jika di teliti ada seseorang yang mengagumimu, tapi tidak untuk memilikimu.
Aku hanya tak begitu mengerti mengapa kamu sering membisu, seakan-akan sedang diburu, kaku dan lugu. Jika ramalan pikiran tentang semua itu, mungkin karena telah disandang oleh pemilikmu. Jika kamu tau, sejak awal mengenalmu. Dialektika pertanyaan aneh bermunculan bersama imajinasi, semua sulit untuk dimengerti. Hanya saja aku tak begitu pandai melontarkan pertanyaan untuk diadopsi, diterlantarkan saja aku tak mau untuk mencari, biarkan saja menjadi rasa yang terpatri secara abadi.
Aku masih ingin menuliskan semua tentangmu disini. Mata yang indah menjadi anugrah untuk dinikmati. Cara berjalanmu saja mampu ku sukai. Sebegitunya diri ini memperhatikanmu dengan lirih. Suara yang selalu membangunkan diri dari lamunan, lamban seperti angin, penyejuk kalbu perasaan.
Tak begitu sempurna, jika hanya dituangkan dalam 1 episode. Jadilah pembaca dirimu sendiri dari diriku. Semoga selesai pada saat aku sudah menemukan ahir dari pertemuan kita, lalu kita pergi membawa harapan masing, kamu dengan cita-citamu, aku dengan cinta dan cita-citaku.