mereka bertiga akhirnya bejalan dengan bergandengan tangan menuju salah satu stand pameran yang menampilkan banyak lukisan.
silahkan nona - nona cantik, selamat datang di stand kami, silahkan menikmati semua pemandangan yang kami sajikan. ucap salah satu penjaga stand.
mas mas kalau mau lihat pemandangan cowok ganteng apa ada ya mas ? ucap fitri bertanya.
oh tentu saja ada nona, nona tinggal pilih saja, mau yang duda ga punya anak, duda anak lima, atau mau jadi simpanan aja hehe. ucap penjaga stand dengan candaan.
kalau yang masih segel ada kan mas? ehh iyaa kalau masnya aja gimana? mau kan mas sama saya?. ucap fitri langsung menembak.
kalau sama saya sih boleh aja nona, tapi saya duda anak lima loh gimana nona? apa nona nya ga keberatan sama saya?. ucap rafa penjaga stan tersebut.
ihh mas e yang bener duda anak lima mas? tapi kok masih seger gini yaa mana masih muda lagi. ucap fitri dengan nada tak percaya.
iyaa nona saya memang duda anak lima. balas rafa dengan ekspresi menahan tawa.
ahh gapapa deh sama masnya aja aku, lebih enak udah berpengalaman, lagi pula kalau sama mas kan enak beli satu gratis lima heheh. ucap fitri sambil menggoda.
nona bisa aja saya jadi malu, ya udah nona kapan - kapan saya ajak ke rumah saya kenalin sama anak saya ya nona, apakah nona bersedia ikut saya pulang ke rumah nona? . ucap rafa dengan kembali menggoda.
ihhh apa sih yang enggak buat mas nya ke ujung dunia pun sambil jalan kaki saya mau mas asalkan berdua sama mas nya. jawab fitri dengan sedikit malu - malu.
kenapa nona kok di tutupin mukanya, kan jadi saya ga bisa lihat kecantikan nona. rafa melihat fitri menutup wajahnya menggunakan telapak tangan.
ayo coba buka dulu tangannya nona saya pengen lihat wajah bidadari di depan abang ini. ucap rafa sedikit merayu.
ihhh apa sih mas, jangan abang dong aku suka manggilnya mas bukan abang gimana dong.
nona mau panggil apa aja terserah nona yang penting cinta nona hanya untuk mas bukan yang lain.
ihh sosweet banget sih mas, iya iya adek bakal jaga hati buat mas adek janji mas.
masalah yang sulit untukku adalah membuatmu cinta kepadaku, tapi akan lebih sulit jika memaksa hatiku untuk berhenti mencintaimu dek. ucap gombal rafa
aahh mas mas nafas aku kok tiba - tiba sesak banget mas. fitri sambil memegang dadanya.
kenapa kenapa kamu dek, kamu sakit dek ayo mas antar ke ruang istirahat. jawab rafa dengan panik
ga usah mas aku ga butuh ruang istirahat, hmm nafas aku sesak karena separuh nafasku sama kamu ah ah. ucap fitri sambil cengengesan.
kamu itu dek dek bisa aja bikin hati mas berbunga - bunga, baru hari pertama ketemu aja mas udah senyum - senyum terus apalagi jika bersamamu seumur hidup pasti semakin bahagia hati ini dek. ucap rafa sambil mencolek hidung fitri.
emangnya mas mau hidup sama saya seumur hidup mas?
loh ya jelas mau to dek siapa yang bakalan nolak cewek spek bidadari gini, udah cantik baik, bisa buat mas senyum - senyum lagi, kurang apalagi dek, kamu itu udah idaman mas banget dek. harusnya mas yang nanya emang kamu mau sama bapak - bapak duda anak lima?. ucap rafa kembali menggoda fitri.
mas kamu coba dengerin aku yaa, kalau cinta itu ya ga memandang fisik, kalau memang cinta ya cinta aja, harta bisa di cari berdua, kebahagian itu kita sendiri yang ciptain bukan orang lain, jadi jangan pernah minder atau malu apalagi sampai memendam perasaan tanpa mengungkapkan lah itu lebih sakit mas kalau melihat orang yang kita cinta bersanding dengan orang lain. gimana? apa mas mau aku bersanding dengan yang lain?.
masyaallah salut sama kamu dek udah cantik baik lagi, aku ga mau dek kamu jadi milik orang lain, walaupun ini pertemuan pertama kita, tapi aku ga mau ini jadi pertemuan terakhir kita, mas udah ngerasa cocok sama kamu dek insyaallah saya akan ke rumah kamu untuk bertemu dengan orang tuamu dek, dan segera melamarmu untuk menjadi istriku, aku ga mau ke duluan sama orang lain dek, mas serius sama kamu.
maaf mas kita kan belum saling mengenal satu sama lain mas, ga baik juga kalau kita tiba - tiba langsung nikah nanti banyak yang mikir negatif tentang kita. ucap fitri menolak dengan halus.
apa gini aja dek, adek ini kan masih kuliah, adek semester berapa ini dek?
saya masuk semester delapan mas semester akhir tinggal ngajuin skripsi mas.
alhamdulillah ga nunggu lama - lama, ini saran dari mas ya dek, kalau misalkan kita ta'aruf dulu gimana dek, kita ta'aruf sampai kamu lulus kuliah yaa sekitar lima sampai enam bulan, baru nanti setelah itu kita baru ke jenjang pernikahan. ucap rafa memberi penawaran.
maaf mas ta'aruf itu gimana mas apa sama kayak pacaran milenial mas? aku ga mau mas kalau cuma gitu aja bakalan nambah dosa maksiat mas aku ga mau.
bukan dek ta'aruf itu perkenalan dalam islam, kita boleh kenalan boleh ngobrol tanya asal usul dan sebagainya, tapi kita tetep ga boleh bersentuhan karena kita belum muhrim. nah kita bakalan jadi muhrim itu ketika kita sudah melakukan ijab kabul.
maaf mas terus nanti caranya gimana mas? .
nanti biar mas datang ke rumah kamu dulu, nanti mas kenalan sama kedua orang tuamu, mas akan minta ijin untuk Berta'aruf dengan kamu.
mas beneran mau datang ke rumahku, rumahku jauh lo mas.
apa sih yang enggak buat kamu dek, menyeberangi lautan mendaki puluhan gunung pun mas siap melakukannya untuk kamu dek.
ihh aku beneran loh mas, aku ga bohong rumahku beneran jauh, beneran nyebrang lautan? mas berani emangnya?
mas berani lah dek, mas kan laki - laki harus jadi imam yang baik buat kamu, mas juga harus pemberani biar bisa terus lindungi kamu biar ga ada yang bisa menyakiti kamu, setelah akad nikah mas ucapkan kamu adalah milik mas sepenuhnya, jadi apapun yang terjadi kepadamu dek itu adalah tanggung jawab mas, kalau untuk sementara ini adek masih sepenuhnya hak bapak dan ibu adek, tapi setelah akad nikah mas sudah mengucap janji di hadapan tuhan untuk menerima tanggung jawab adek sebagai istri mas, termasuk makan, pakaian, tempat tinggal dan segala yang di butuhkan adek. apakah adek siap menjadi istri mas dan ibu dari anak - anaknya mas?
fitri hanya menyetujui dengan anggukan kepalanya.