rafa dan fitri masih sibuk berbincang, mereka telah mengambil keputusan insyaallah bulan depan mereka akan mulai Berta'aruf, jodoh memang tidak bisa di tebak ada yang puluhan tahun berpacaran bahkan sudah melanggar batas pacaran pun kadang mereka bisa berpisah, ada juga yang tak butuh waktu lama namun dengan restu tuhan mereka bersatu menjadi sebuah keluarga. yaa begitulah kita hanya bisa merencanakan, tuhan yang berkehendak, jadi kita sebagai manusia kita harus bisa ikhlas menirama takdir dan ketentuan yang telah di tetapkan oleh tuhan. sebelum kita lahir ke dunia, tuhan sudah menulis takdir kita di langit. tugas kita sebagai manusia hanyalah melaksanakan segala apa yang di perintahkan dan meninggalkan segala apa yang di larang. istilah pepatah apa yang kamu tanam pasti akan kamu tuai, maka berbuatlah kebaikan maka kamu akan menerima beribu - ribu kebaikan.
loh mas, kemana kedua temanku tadi fatim dan nita? fitri kebingungan mencari temannya ia tak sadar jika sudah lama ia berbincang dengan rafa.
oh iya teman kamu tadi udah masuk duluan dek, mereka memberi waktu kita untuk saling mengenal.
mas apaan sih jangan - jangan mereka marah lagi sama aku ? apa mereka udah kembali pulang mas ?
enggak dek teman kamu masih di dalam kok masih lihat lukisan. kalau kamu mau nyusul masuk mari saya antar dek.
akhirnya mereka berjalan beriringan masuk ke dalam stand pameran tersebut untuk mencari fatim dan nita.
heyy guys, sorry ya aku ga tau kalau kalian udah masuk duluan maaf yaa.
heleh udah sana kami bisa lihat pameran ini sendiri, kamu kencan aja terus sama gebetan kamu. ucap fatim jeules ke fitri.
ihh apaan sih kamu, aku kan udah minta maaf.
ya kamu itu ganjen udah kamu pergi aja sama gebetan kamu, kami mau lanjut lihat pameran.
tiba - tiba tangan fitri meraih jilbab fatim, hingga kepala fatim sedikit mendongak.
kamu apa - apan sih tim, ngapain kamu kasar sama aku, aku kan ga ngapa - ngapain kamu, aku juga ga ngerasa buat salah sama kamu. udah lepasin jilbab aku, aku mau lanjut jalan lagi .
hah apa kamu bilang kamu ga salah, hello kamu udah ngatain aku tadi ya ayo minta maaf sekarang.
heh ngapain aku minta maaf sama kamu, kamu itu yang salah, kamu yang ngajak kesini eh malah sibuk sama gebetan barumu itu.
heyy udah dek tim lo ga usah sok marah sama gue, bilang aja lo iri kan sama gue, ya jelas lah aku kan lebih cantik dari pada kamu, makanya semua cowok yang mandang aku langsung klepek - klepek.
eh ga usah ke pedean yaa, aku juga lebih cantik dari pada kamu, tapi sayang aku ga murahan kayak kamu.
apa lo bilang, lo bilang gue murahan, hello elo kali yaa yang ga laku. mana sejauh kita berteman tiga tahun lalu gue ga pernah tuh lihat elo punya temen cowok apalagi pacaran.
stop ... gue bukannya ga laku yaa, tapi gue mau jaga kesucian tubuh gue hanya untuk suami gue, orang yang berhak nyentujh gue. jadi ingat harga diri seorang wanita itu ada di k*********a.
eh tim lo ngeselin banget sih jadi orang ... plak. suara tamparan di pipi fatim.
eh kurang ajar lo yaa, fatim membalas dengan menarik jilbab fitri.
mereka membuat gaduh di stand pameran tersebut. nita pergi meninggalkan mereka untuk memanggil staff keamanan di stand tersebut.
mas mas maaf saya mau minta tolong itu ada teman saya bertengkar di dalam stand mas, tolong di lerai yaa mas, nanti takutnya buat gaduh pengunjung lain.
staff keamanan termasuk rafa segera menghampiri fatim dan fitri.
stop stop stop kenapa kalian buat keributan disini, ini tempat umum jangan buat gaduh disini, kalian sudah menganggu kenyamanan pengunjung.
fatim dan fitri tetap tidak menghiraukan staff keamanan, mereka masih saling tarik menarik jilbab.
heh stop kalian ini perempuan, berhijab, apa ga malu ribut di tempat umum, kalau kalian masih gaduh saya akan bawa ke kantor. ucap rafa mengancam mereka.
fitri nengok ke arah kanan, ia menyadari jika yang berbicara adalah rafa, fitri masih terselubung amarah akhirnya ia menyerang rafa untuk pelampiasan.
gara - gara kamu yaa mas aku jadi di salahkan sama fatim. ucap fitri sambil memukul bahu rafa.
setelah mengetahui jika rafa adalah sumber mereka bertengkar, akhirnya fatim pun ikut menyerang rafa.
plak plak plak ...
aduh aduh aduh ..
stop stop ....
sakit ...
suara pukulan dan tamparan di badan rafa, serangan dadakan dari fatim dan fitri. rafa merasa terpojokkan ia hanya diam dan pasrah saat di kroyok oleh mereka.
hey stop stop stop apa apan sih kalian ini malah ngroyok masnya. kalian apa ga mau lihat itu ulah kalian di lihat banyak orang, tingkah kok kayak anak kecil, inget kalian itu udah tua masih aja sikap kayak anak kecil, lihat ulah kalian masnya jadi benyok - benyok, sudah aku mau pulang aja, kalian silahkan tanggung jawab sendiri atas perbuatan kalian, oh yaa tolong bawa masnya ini ke rumah sakit, biar di periksa sama dokter, nanti takutnya malah ada yang luka serius.
nita segera pergi meninggalkan stand pameran tersebut.
ihh gara - gara kamu nita jadi marah pergi ninggalin kita.
udah lah aku capek ribut sama kamu fit, udah ini gimana urusannya.
emm gimana yaa, bentar deh aku cari bantuan dulu biar bisa angkat masnya ke mobil. fitri berjalan keluar untuk mencari pertolongan.
mas mas bisa minta tolong ga buat bantu saya antar mas rafa ke rumah sakit.
oh iyaa mbk tunggu sebentar yaa kita siapkan mobilnya dulu.
***
mbk mobilnya udah siap, salah satu teman rafa memberi kabar ke fitri.
oh iyaa mas itu mas rafa ada di sana, tolong bantu angkat yaa mas. fitri dan wildan segera menghampiri rafa yang tergeletak di lantai.
***
mereka sampai di rumah sakit dengan cepat.
fitri dan fatim menuju resepsionis menanyakan ruang UGD.
Sus maaf ruang UGD sebelah mana sus, itu ada teman saya luka - luka ringan.
oh iyaa mbk mari saya tunjukkan.
suster segera mengantar mereka ke ruang UGD. sebentar yaa mbk saya panggilkan dulu dokternya, semoga dokternya belum pulang.
***
dok maaf dok, ada pasien di ruang UGD.
apa keluhannya sus, apa korban kecelakaan sus?.
bukan dok sepertinya habis di kroyok mangsa dok.
ya udah tolong siapkan keperluan saya disana yaa, perban, alkohol, kain kasa, sama Betadine marah ya sus.
baik dok.