Malam setelah penyerahan bantuan, sambungan Kesatuan masuk ke ruang komunikasi. Jayen memanggilku sebelum menjawab. Aku meminta ia menyalakan pengeras suara agar anggota tim yang bertugas dapat mendengar isi percakapan. Suara Jenderal Baron muncul dengan tajam, menanyakan apakah Kyaa Kari telah menyetujui pemindahan.
'Belum,' jawabku. 'Kami menyerahkan bantuan pangan dan air dalam jumlah yang sudah dicatat. Kyaa belum memberi keputusan atas nama penduduk.'
'Lalu untuk apa kau berada di sana?'
'Untuk bernegosiasi, bukan memaksakan hasil.'
Ada jeda. Baron berkata Frontier telah mengalokasikan sumber daya dan membutuhkan kepastian. Aku menjelaskan bahwa sumber daya itu tidak memberi kami hak untuk menukar makanan dengan persetujuan. Ia lalu bertanya apakah aku sedang menyimpang dari perintah misi.
Aku menjawab bahwa aku sedang melaporkan keadaan sesuai kenyataan. Jayen membacakan angka stok yang tersisa, sementara Anna mengonfirmasi bahwa catatan pengiriman cocok. Aku menambahkan bahwa perwakilan warga ingin waktu untuk membicarakan distribusi bantuan sebelum menyetujui pertemuan tentang Mars.
'Jangan biarkan satu orang menghambat seluruh rencana,' kata Baron.
'Kyaa juga tidak mengklaim bisa menentukan pilihan seluruh wilayah. Itu alasan kami tidak akan menganggap jawabannya sebagai suara semua orang.'
Baron meminta laporan tertulis. Aku mengatakan akan mengirimkannya malam itu juga, termasuk batas persediaan dan fakta bahwa kesepakatan belum terjadi. Ia memperingatkan bahwa penundaan bisa memengaruhi jadwal Frontier. Aku membalas bahwa jadwal kami tidak boleh dipakai sebagai tekanan kepada penduduk.
Sambungan berakhir tanpa ucapan selamat. Jayen duduk di sampingku. 'Ia ingin angka yang berbeda.'
'Angka tidak berubah karena seseorang menginginkannya.'
Aku mendiktekan laporan secara perlahan. Jayen mengetik dan membacakan setiap bagian. Aku meminta ia membedakan hal yang kami ketahui dari hal yang baru kami perkirakan. Kami mengetahui jumlah bantuan yang diserahkan. Kami tidak mengetahui berapa lama itu akan mencukupi, berapa banyak warga yang akan memerlukannya, atau apakah mereka mau pindah.
Jacklyn menambahkan bahwa kami belum melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Tidak ada dasar untuk menyebut seluruh wilayah berada dalam kondisi yang sama. Ia tidak akan menyimpulkan kondisi seseorang dari percakapan singkat dengan Kyaa.
Donnie berkata bahwa ia bisa menambah penjagaan bila Baron mengirim perintah baru. Aku menjawab penjagaan boleh ditingkatkan hanya bila ada ancaman nyata, dan tetap tanpa mengarahkan senjata ke warga. Ia mengangguk. Baginya, batas itu lebih jelas daripada larangan samar.
Tak lama kemudian, kabar balasan dari Baron masuk. Ia meminta kami mengirim daftar orang yang dianggap mungkin bersedia naik ke Mars. Aku membaca kalimat itu beberapa kali melalui Jayen. Permintaan itu bertentangan dengan kesepakatan kami untuk tidak menjadikan penerima bantuan sebagai calon penumpang.
Aku membalas bahwa kami belum memiliki daftar dan tidak akan membuatnya tanpa proses sukarela yang jelas. Jika warga kelak meminta informasi tentang perjalanan, kami akan menjelaskan risikonya kepada mereka. Sampai saat itu, kami tidak akan mengumpulkan nama.
Yoon An bertanya apakah kapal harus bersiap untuk pindah lokasi. Aku menjawab belum. Kami tetap menunggu petunjuk dari pihak setempat tentang pertemuan berikutnya. Anna dan Onni mengamankan stok yang tersisa, lalu menyampaikan jumlahnya. Tidak banyak yang berubah, tetapi catatan sekarang menunjukkan dengan jelas apa yang sudah diberikan.
Malam semakin larut. Aku berjalan menyusuri lorong dengan tongkat, menghitung jarak dari bunyi langkah dan pantulan suara. Di depan ruang mesin, aku berhenti untuk memastikan tidak ada orang yang tertinggal bekerja. Phosperium berdenyut pelan di rongga mataku; rasa nyeri kecil mengingatkanku agar tidak menggunakannya hanya untuk mencari informasi yang dapat diperoleh dengan bertanya.
Sebelum menelepon Cherry, aku meminta Jayen membacakan lagi laporan yang sudah terkirim. Kalimat tentang larangan mengumpulkan nama penerima bantuan tetap ada. Ia menyarankan agar kami menyiapkan jawaban bila Kesatuan memerintahkan pengumpulan data. Aku berkata kami akan meminta tujuan dan dasar tertulisnya. Sesudah Jayen meninggalkan ruang komunikasi, aku menutup pintu. Ada satu pengakuan lain yang tak dapat kutitipkan dalam laporan misi.
Aku menghubungi Cherry sebentar. Sambungan suara terdengar lemah, tetapi aku dapat mendengar napasnya sebelum ia berbicara. Ia bertanya apakah misi berjalan aman. Aku tidak menjanjikan bahwa semuanya akan mudah. Aku menceritakan bahwa bantuan sudah diserahkan dan belum ada keputusan pindah.
'Bagaimana perasaanmu?' tanyanya.
'Aku lega kami tidak memaksa. Tapi aku tahu itu baru langkah kecil.'
'Langkah kecil yang jujur tetap berarti,' katanya. 'Jangan menyembunyikan risikonya dariku hanya karena ingin membuatku tenang.'
Aku berjanji akan mengirim kabar bila jadwal berubah. Aku tidak menceritakan hal yang belum pasti seolah-olah sudah menjadi fakta. Cherry mengingatkanku untuk menjaga kaki dan tidak memaksakan diri berdiri lama. Aku tertawa kecil dan mengatakan Jayen akan memastikan aku duduk sebelum ia selesai membaca seluruh perpustakaan.
Sebelum ia menutup sambungan, aku menahan napas dan mengaku tentang kenangan yang masuk ketika ia menyentuh wajahku. Kuberi contoh satu ingatan yang pernah kusalin agar ia tahu aku tidak sedang berbicara tentang firasat. Cherry terdiam, lalu bertanya apakah aku sengaja membiarkannya melakukan itu. Aku menjawab ya. 'Kau seharusnya bilang sebelum aku menyentuhmu,' katanya. Aku tidak membela diri dengan alasan sakit atau kesepian. Aku meminta maaf. Ia meminta waktu untuk memikirkan pengakuanku dan mengatakan bahwa aku tidak boleh mengulanginya tanpa persetujuan. Aku menyanggupi. Setelah panggilan berakhir, rasa bersalah itu tetap ada. Setidaknya kali ini Cherry memiliki fakta yang selama ini kurampas darinya.
Aku kembali ke ruang utama dan menyimpan salinan laporan bantuan di arsip pesawat agar tim tetap memiliki rekamannya jika sambungan Kesatuan menghapus atau mengubah laporan.
Pagi berikutnya, pesan dari Kyaa Kari datang melalui jalur yang sama. Ia belum siap mengadakan pertemuan besar, tetapi bersedia menerima kami untuk menjelaskan cara bantuan bisa dilanjutkan. Ia meminta agar jumlahnya dibicarakan terbuka dan tidak ada kamera atau senjata yang diarahkan kepada warga.
Aku menyampaikan permintaan itu kepada tim. Donnie memastikan ia akan menjaga perimeter dari jarak yang disepakati. Anna dan Onni menyiapkan catatan persediaan yang bisa dibacakan. Jayen membuat salinan tanpa daftar nama, sementara Jacklyn membawa perlengkapan kesehatan hanya jika ada warga yang meminta bantuan.
Yoon An bertanya apakah ia perlu menyalakan mesin agar pesawat siap pergi kapan pun. Aku menjawab ya, tetapi tidak boleh mengarahkannya ke lokasi warga atau membuat suara yang dapat dianggap sebagai ancaman. Kami akan tetap di tempat sampai Kyaa mengubah keputusan.
Pertemuan berlangsung di ruang terbuka yang dipilihnya. Aku mengikuti suara langkah dan berhenti ketika ia memberi tanda. Ada beberapa orang lain bersamanya. Aku tidak meminta mereka memperkenalkan diri, dan tidak mencoba membaca wajah mereka melalui kemampuan mataku. Mereka dapat memilih bicara atau hanya mendengar.
Kyaa membuka percakapan dengan satu pertanyaan: berapa lama kami dapat terus membantu jika mereka tidak membahas Mars?
'Aku belum bisa menjanjikan pengiriman tanpa batas,' jawabku. 'Persediaan dan kemampuan pesawat kami terbatas. Aku bisa menunjukkan jumlah yang tersedia sekarang dan mengirim permintaan tambahan kepada Kesatuan. Aku tidak dapat menjamin mereka akan menyetujuinya.'
'Jadi bantuan berikutnya bergantung pada keputusan Baron?'
'Sebagian keputusan logistik memang berada di Kesatuan. Tetapi dari pihak kami, bantuan yang sudah tersedia tidak akan ditarik hanya karena kalian belum setuju pindah.'
Kyaa bertanya apakah kami akan memisahkan pembicaraan bantuan dari pertemuan relokasi dalam laporan resmi. Aku mengatakan ya. Jayen kemudian membacakan rancangan kalimatnya. Kyaa meminta satu perubahan: jangan sebut 'negosiasi pemindahan' sebagai agenda resmi sampai warga memilih untuk mengadakan pembicaraan itu.
Aku setuju. Jayen mengubah catatan di tempat dan membacakan versi baru. Tidak ada suara keberatan. Aku tidak menyebut itu persetujuan seluruh penduduk; hanya Kyaa yang menyatakan ia dapat menerima rumusan tersebut sebagai dasar komunikasi berikutnya.
Salah seorang yang hadir bertanya tentang Mars. Ia ingin tahu apakah udara di dome selalu aman, apakah semua orang akan memperoleh tempat tinggal, dan apa yang terjadi bila seseorang ingin pulang. Aku menjawab bahwa aku tidak memiliki seluruh data untuk menjamin setiap keadaan. Beberapa hal perlu ditanyakan kepada Kesatuan dan diperiksa langsung. Aku berjanji membawa jawaban yang tersedia, termasuk risiko, bukan hanya kelebihannya.
'Kalau kalian tidak tahu, mengapa menawarkan Mars?' tanyanya.
'Karena Frontier menganggap pemindahan dapat memberi pilihan bagi sebagian orang. Tetapi tawaran itu tidak berarti kami boleh menutupi hal yang belum diketahui.'
Kyaa mengingatkan bahwa tawaran besar sering disampaikan sebelum risiko diketahui. Aku mengaku bahwa aku sendiri belum puas dengan data yang kami bawa. Aku tidak meminta mereka mempercayai kami sekarang.
Kami lalu meninjau jumlah persediaan berikutnya. Anna menjelaskan stok yang dapat dikirim tanpa mengganggu keselamatan kapal. Kyaa dan orang-orang yang hadir membahasnya dalam bahasa mereka. Kami menunggu dalam diam. Ketika mereka selesai, Kyaa mengatakan jumlah itu membantu, tetapi belum mencukupi kebutuhan jangka panjang.