Malam itu, setelah pembicaraan dengan Rian, aku duduk di sofa sambil menatap kosong ke layar televisi. Aku tidak benar-benar menonton acara yang sedang ditayangkan, pikiranku masih bergulat dengan kata-kata yang diucapkannya siang tadi.
*"Mulai dengan hal kecil."*
Sederhana, tapi terasa begitu sulit.
Aku menghela napas dan memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sudah lama kuhindari. Aku berjalan menuju lemari buku di sudut ruangan. Tangan gemetar saat meraih sebuah album foto berdebu yang telah bertahun-tahun tidak kubuka.
Aku ragu sejenak sebelum membukanya.
Foto pertama adalah potret pernikahan kami. Aku dan Anya berdiri berdampingan, tersenyum bahagia. Aku ingat hari itu—matahari bersinar terang, dan Anya terlihat luar biasa cantik dalam gaun putihnya. Aku pernah berpiki