Kita berdua aja gimana?
Pertanyaan yang belum juga Sadina berikan balasan itu mengganggu pikiran sepanjang hari. Seakan pesan dari Rico disertai suara dalam kepalanya. Padahal Sadina belum pernah mendengar bagaimana suara Rico. Malah yang tertingiang suara Sajaka. Habisnya terkadang gaya bicara mereka mirip. Entah mengapa juga Sadina sering merasa kesamaan antara Rico dan Sajaka.
Sadina ingin mempertemukan kedua teman dekatnya itu di kehidupan nyata, tetapi tampaknya Rico hanya ingin pertemuan mereka hanya dihadiri mereka berdua saja. Lalu Sadina berguling ke sisi kiri tempat tidur. Sejak ia bertukar pesan dengan Rico hingga langit pun berubah gelap, ia masih diam di atas tempat tidur memandangi langit-langit kamar. Niatnya hanya meredaka termor, lama kelamaan seiring termornya hila