"Kasih,, kasih,, apa lagi sich yang kamu lakukan
lagi lagi kamu dipecat
kan sudah sering saya bilang kalau lagi kerja ya kerja Kasih jangan urus Raka dulu,,
Raka juga harus ngerti ma kakak yaa,, kakak Kasih harus kerja
eehhm bingung saya"
oceh sarah pemilih agensi ARTIS tempat yang mencarikan pekerjaan untuk Kasih.
"maafkan saya mba" jawab Kasih dengan sendu.
Ini bukan yg pertama kali kasih dipecat dengan masalah yang sama, sama sama tidak bisa meninggalkan raka. Kasih datang ke Agensi Sarah masih dengan menggunakan baju seragam SMA dan menggendong Raka, waktu itu usianya masih 16 tahun. Wajah manisnya terlalu gusar dengan kehidupan berat yang harus ia lalui.
Kasih tidak pernah menyangka bahwa jalan hidupnya akan menuju ke tempat agensi ART milik Sarah, tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan apalagi Kasih bersikukuh untuk tetap membawa Raka kemanapun dia bekerja.
"Ya Allah, mudahkanlah dalam mendapatkan pekerjaan" doa Kasih.
Kasih masih terus membersihkan satu persatu ruangan yang ada di kantor agensi sambil trus menggendong Raka yang terlelap.
"Raka sudah tidur tuch sih, ditaruh saja dulu,, capek punggungmu,, " ucap salah satu karyawan yang hanya dibalas senyuman.
Kasih memang tidak bisa melepaskan Raka, walaupun mungkin bagi beberapa mata yang melihatnya terbersit iba untuknya. Beberapa tempat kerja yang memempekerjakannya sebenarnya merasa empati dengannya yang harus bekerja membawa Raka, tapi walaupun Kasih bekerja dengan baik tetap saja membawa Raka ke tempat kerja membuat fokusnya terbagi.
Sudah hampir 2 minggu, Kasih masih membantu di kantor agensi karena belum ada satupun info tempat kerja yang ditawarkan oleh mba Sarah.
"Kasih, selesai bersih bersih ke depan yaa, saya mau ngobrol sama dirimu" ucap Sarah.
"Iya mba,, "jawab Kasih sambil berpikir apa kira kira yang akan dibicarakan oleh bosnya itu.
" Do'ain kakak dapat kerjaan ya sayang"monolog Kasih ke Raka yang dibalas dengan anggukan kecil. Kasih menidurkan Raka di sofa sudut pantry
"Ini ada tempat kerja baru, ngebutuhin pekerja yang mau tinggal di rumahnya tapi dengan syarat kamu tidak boleh masuk ke rumah utamanya,, jam kerja dirimu dimulai dari jam 9 pagi s.d 9 malam,, selesai nya dirimu tidak boleh masuk ke rumah utama,, makan malam dan sarapan dirimu buat dalam bentuk makanan siap saji simpan dalam kulkas, paham Kasih"ucap Sarah panjang lebar.
"Maksudnya tidak masuk di rumah utama setelah jam 9 malam dan sebelum jam 9 pagi,, saya tinggal dimana mba? di pos satpam? yaa Allah" sela Kasih dengan tatapan polosnya
"Ampun kasih kasih ,, dirimu sama Raka tinggal di paviliun belakang rumah,, paham Kasih" jawab Sarah.
"Banyak banget aturannya ya mba, saya kerja sama siapa sich,, bukan mafia kan mba " sela kasih dengan bingung.
"Husshh kalau ngomong dijaga kasih,, sudah Alhamdulillah bersyukur ada yg mau mempekerjakan dirimu plus dapat tempat tinggal lagi,, kamu mau pisah ma Raka,, gak kan,," ucap Sarah sembari menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan ucapan kasih, mafia ada ada saja kasih.
"Ya mba saya bersyukur alhamdulillah,, tapi nanya wajar kan masalahnya kok aneh bin ajaib,, makanan siap saji lagi eehhm ekstra gak mba bayarannya,, " ucap Kasih dengan mata berbinar binar membayangkan pundi tabungannya akan bertambah.
"Soal gaji nanti orang yang jemput dirimu yang akan menjelaskannya.
Sekarang dirimu sama Raka siap siap sore ini kamu akan pindah ke tempat kerjamu yang baru.
Ingat kasih, berjuang dengan konsisten,, boleh mikirin Raka tapi tetap pikirkan dirimu,, jangan sia siakan kesempatan yaa" jelas Sarah sambil menepuk bahu Kasih yang masih terdiam tak percaya bahwa akan secepat ini dia bertemu tempat kerja barunya.
"Siap laksanakan, mba" jawab Kasih membungkukkan badan menutupi air matanya yang akan dan sudah tumpah.
Kasih segera ke pantry melihat keadaan Raka yg masih tertidur dengan pulasnya, didekati anak laki laki yang selalu bisa menerbitkan senyum di wajah Kasih ini, diciumnya keningnya
"Kita akan tinggal di tempat yang baru sayang, kakak pastikan kita akan bahagia" ucap Kasih sembari menepuk nepuk punggung tangan Raka.