"Kasih ayoo buruan ini orang yang jemput dirimu sudah datang" teriak Sarah dari depan.
"Iya mba " jawab Kasih sambil terengah engah merapikan gendongan Raka dan membawa semua barangnya.
"Mari non saya bawakan tasnya" ucap bapak yang kira kira umurnya masih 40tahun, berpenampilan sopan dan terlihat ramah, Kasih memberikan senyum beserta anggukan kecil.
Di dalam mobil Kasih terduduk diam sambil sesekali mencuri pandang kepada bapak yang berapa di balik kemudi.
"Non namanya siapa? nama saya Ahmad biasa dipanggil pak mad" ucapnya membuyarkan keheningan di dalam mobil
"Saya Kasih pak dan ini adik saya Raka, bapak saya boleh tanya tidak, saya nanti kerja tempat siapa sich pak,? trus kata bos Agensi saya itu nanti bapak yang akan menjelaskan masalah bayaran dan gaji" jawab kasih panjang lebar tanpa lagi mau menutupi keinginan tahuannya terhadap orang yang akan mempekerjakannya.
"Owalah, Kasih namanya,, non Kasih nanti akan kerja di rumah tuan muda Sailendra, beliau baru pulang dari London 1 minggu yang lalu,, beliau tinggal di apartemen tapi terkadang beliau bisa aja datang ke rumah,, dirimu sudah dikasih tau waktu kerjanya kan? " sela Pak Mad meyakinkan.
"Sudah pak ,, eehhm memang tuan muda itu gak mau ketemu orang ya pak,, kok saya gak boleh di rumah utama dari jam 9 malam, trus makanan nya siap saji semua eehm bingung saya pak,, tapi pak kalau soal gajinya gimana pak,, ? " cerocos Kasih tanpa memberi jeda, pak Mad yang mendengarkan hanya terkekeh geli mendengar pendapat Kasih.
Ternyata majikannya yang baru ini lebih baik dari pada beberapa majikannya terlebih dahulu, karena Kasih akan mendapat waktu free di hari Minggu, dan bukan hanya itu bahkan Kasih juga dapat uang saku mingguan plus tempat tinggal nyaman di paviliun bersama dengan para pembantu yang lain.
"Ayo non masuk kita sudah sampai, " sela Pak Mad menyudahi keterbengongan Kasih.
"Jangan panggil saya Non pak, kan kita sama aja pak hehe" jawab Kasih dengan malu.
Kasih memperbaiki gendongannya sambil menatap bangunan yang seperti istana di hadapannya ini.
"Ini rumahnya pak,, huwaaaa bagusnya" ucap Kasih tanpa bisa menutupi kekagumannya.
"Ayoo Non kita cepet masuk,, kan Non kasih ma adik harus siap siap dan istirahat biar besok sudah bisa kerja yaa,, " ujar pak Mad sambil berlalu dengan membawakan tas milik Kasih.
"Iya pak" jawab Kasih terburu buru sambil mengikuti langkah kaki Pak Mad memasuki area belakang rumah yang terhubung melalui jalan setapak yang berada di belakang pos satpam.
Sepanjang jalan menuju area paviliun Kasih dibuat terpesona dengan bentangan kolam yang membiru yang di ujungnya terdapat air terjunnya, ada taman bunga dan beberapa sangkar burung yang membuat area belakang ini terlihat lebih alami. Saat berhenti di depan paviliun Kasih sudah disambut dua orang wanita paruh baya dengan baju yang terlihat sama.
"Ini pasti pekerja baru ya Pak Mad yang akan membantu di rumah utama ya" ucap salah satu wanita yang tersenyum teduh.
"Iya ini namanya Non Kasih dan ini adiknya, ini namanya ibu Sami dan yang ini namanya Ibu Sri istri saya" ucap Pak Mad sembari terus melangkah masuk dan menjelaskan tentang paviliun
Kasih dan Raka tinggal di kamar yang paling ujung yang disampingnya terdapat pintu yang langsung terhubung dengan teras belakang rumah utama.
Mereka tinggal di paviliun bersama dengan Pak Mad dan istrinya di kamar depan serta Ibu Sami dan anak perempuannya Yani di kamar paling kiri paviliun.
Kasih memasuki kamarnya sembari merapikan barang bawaannya, bersyukur Raka dari tadi tertidur lelap sehingga kasih bisa dengan cepat beberes.
Selesai beres beres kamar dan sholat Kasih memperhatikan bahwa di kamarnya terdapat kamar mandi dan kulkas kecil.
"Alhamdulillah ya Allah, semoga ini jalan terbaik dariMu" monolog doa Kasih dalam hati
Setelah mengistirahatkan badannya, Kasih keluar selesai sholat maghrib dan mulai memperhatikan kesibukan bu Sami dan bu Sri yang mulai berjalan ke arah rumah utama.
"Kita sekarang mau ngerjain apa bu?" tanya Kasih malu.
Bu Sri yang memandangnya dengan tersenyum menjawab dan menjelaskan bahwa selesai maghrib mereka akan mulai mempersiapkan makan malam dan membersihkan kamar tuan muda.
Kasih dan Yani kebagian yang membersihkan kamar tuan muda, karena belum begitu mengenal tempat Kasih hanya membersihkan kamar tidur dan ruang baca, selesainya dari sana Kasih memohon waktu untuk mengecek adiknya, untungnya pekerja di sana berbaik hati dengannya.
Selesai mengecek Raka dan membersihkan ruangan, Kasih membantu menyiapkan meja makan dan makanan yang dimasukkan ke tempat makan agar bisa lebih mudah kalau dipanaskan.
"Kasih nanti kalau ada bunyi bel di kamarmu itu artinya tuan muda sudah datang, dirimu harus cepat cepat memanaskan makanan dan menyiapkannya di meja ya" jelas bu Sami.
Kasih menganggukkan kepala dan tersenyum mengerti.
"Selesai nyiapin makanan langsung masuk ke kamarmu tunggu sampai ada voice bel ya, tuan muda gak mau kita masuk rumah utama kalau beliau tidak perlu kita, paham kan Kasih" tambah bu Sri meyakinkan kembali.
"Paham bu" jawab Kasih menunduk.
Selesai menyiapkan makanan dan memastikan rumah utama bersih dan terkunci, semua pembantu kembali ke paviliun dan beristirahat.
Kasih masih harus menunggu siapa tau aja tiba tiba tuan mudanya pulang dan Kasih harus gerak cepat menyiapkan makanan.
Kasih mulai terlelap memeluk Raka di sampingnya, saat tiba tiba voice bel di kamarnya berbunyi. Kasih dengan muka bantalnya segera merapikan baju seragamnya dan setengah berlari memasuki rumah utama. Kasih langsung menuju dapur menyiapkan makan dan minum. Teh madu lemon hangat dan roti bakar coklat, ruang baca Apa ini catatan untuknya lebih baik kupersiapkan dengan segera. Kasih berkutat dengan semua urusan dapur sampai Kasih mendengar bbbyyuurr Ya Allah suara apa itu, apa iya tengah malam gini ada yang berenang, dengan buru buru Kasih membawa baki makanan ke ruang baca, perasaanku tidak enak. Setengah berlari setelah selesai dengan kerjaannya Kasih menuju ke kamarnya.
Ya ampun dag dig dug jantungku, masak iya ada orang berenang tengah malam, tengok gak ya lihat gak ya aaduuh apa gak dingin ya kkrriingg , Ya Allah ada apa lagi ini, monolog Kasih dengan perasaan takut. Sambil komat kamit mulutnya ber istighfar Kasih kembali menuju ke rumah utama, Kasih langsung menuju dapur dan dilihatnya kembali pintu kulkas yang ada note baru RUANG BACA air mineralnya mana, heeiis Kasih geleng kepala kenapa sich dia bisa lupa membawakan air mineral. Besok besok harus lebih teliti lagi ya Kasih, monolog hatinya.