Kasih merasakan kasurnya sembari menatap Raka yang tidur dengan lelap disampingnya, hilang semua rasa kesal karena tuan mudanya itu malam ini, ia mencoba memejamkan matanya dan terlelap dalam nyamannya mengistirahatkan badannya.
Pagi menjelang, kasih merasa bingung karena Yani mengetuk pintunya dengan tidak sabar.
"Ada apa? " tanya Kasih sembari berjalan mengiringi langkah Yani yang setengah berlari menuju rumah utama.
"Tuan muda sepertinya sedang kesal beliau menunggu kita semua di ruang tengah, ini jarang sekali" jawab Yani masih terus bergerak dan merapikan seragamnya, Kasih yang dibelakangnya hanya bisa menganggukkan kepala.
"Pak Mad, siapa yang bertugas di voice bel, sudah tau belum yang kerja itu kalau tugas di voice bel harus selalu siap kapanpun saya butuh dan perlu, " ucap Arkana dengan wajah datar dan suara yang mengintimidasi siapapun.
Pak Mad bingung sambil melirik ke arah Kasih yang masih terdiam sempurna.
"Saya tuan yang bagian voice bel, tapi tadi malam terakhir saya dapat perintah tuan itu yaa buat mie rebus itu sudah itu tidak ada lagi" jawab Kasih dengan wajah bingung tanpa dosa.
Semua yang berada di ruangan itu memandang tidak percaya ke arah Kasih yang dengan berani menjawab tuan mudanya itu.
"Wow ada apa ini " teriakan dari arah pintu masuk,
"Maaf bos ganggu pagi ini bos ada meeting dengan klien" ucap wanita cantik yang membuat semua orang di ruangan itu langsung berbalik ke arahnya.
Nadia dan Malik sudah berada di antar mereka dan saling menatap bingung dengan suasana yang sedikit mencekam itu.
"Hai Kasih, kamu habis di sidang yaa hehe" ucap Malik dengan kekehannya dan melanjutkan kata kata yang bikin semua orang di ruangan itu melengos tak percaya.
"Ini sangat jarang terjadi, apa ini karena bra mu Nadia"
Wanita yang bernama Nadia itu tersedak tak percaya dengan ucapan Malik
"Yang lain boleh keluar, saya ada perlu dengan voice bel"
"Maaf Pak eh tuan, saya bukan voice bel nama saya Kasih" jawab Kasih sebal dengan tingkah tuan mudanya yang seenaknya saja mengganti namanya.
Kasih menatap tajam tuan mudanya yang dengan mudah mengambil kesimpulan bahwa Kasih sudah melakukan kesalahan gara gara bra sialan itu.
"Maaf nona dan tuan muda tapi dengan sangat yakin dan percaya diri bahwa saya sudah menaruh bra tersebut sesuai dengan tempat yang ditentukan di note., o o jangan bilang tuan muda lupa tentang note atau jangan jangan nona cantik ini yang lupa lagi melepas bra tidak pada tempatnya" ucap Kasih panjang lebar mempertahankan kebenaran dari apa yang sudah dikerjakannya.
"Rumah besar ini ada CCTV nya kan apalagi di ruang baca ya kan tuan" Kasih terus mencari pembuktian dari kebenarannya. Disampingnya Malik menatap dengan sangat takjub wanita muda yang dengan ringannya memberikan pendapatnya ke arkana, tuan muda yang bossy.
"Akhirnya kau ada juga mainan di rumah ini" kekeh Malik sambil memandang geli ke arah Arkana yang masih tak percaya bahwa pekerjanya akan mendebatnya.
"Malik sudah,, " timpal Nadia yang duduk di samping Arkana menajamkan tatapannya ke Malik.
"Diam" jawab Arkana beranjak pergi.
"Sayang jangan gini dong" Nadia mengikutinya dan di balas tatapan tajam
"Bos" lirih Nadia
"Huwaaa hahahaha " tawa Malik pecah di ruangan itu memperhatikan ke dua orang tersebut yang sedang berada pada Awkward mode on.
Kasih memijit pelipisnya berharap bahwa hal tadi tidak pernah ia lakukan, Kalau di pecat gimana nasib Raka, ya Allah lirih Kasih yang bingung dengan sikap cueknya mendebat tuan mudanya itu.
Malam itu tidak ada voice bel, bahkan rumah utama terlihat sepi setelah kejadian siang tadi.
Apakah tuan muda pindah, pikiran Kasih mulai tidak nyaman.
Sudah seminggu lebih rumah utama tidak ada kegiatan berarti dan seminggu ini Kasih benar benar bebas dari voice bel.
"Kasih, malam ini kita masak besar karena tuan muda akan mengundang temannya. " ucap Bu Sri berlalu meninggalkan Kasih yang masih terdiam.
Alhamdulillah akhirnya senyum kasih mengembang dengan manisnya.
Apa kabar tuan muda? lirih Kasih sambil melirik ke arah tuan mudanya yang duduk di ujung meja makan. Ini pertama kalinya Kasih memandang ke meja tamu yang sudah dipenuhi oleh teman teman tuan mudanya. Ada Malik dan Nadia, dua nama dan wajah itu yang Kasih kenal yang lain Kasih tak peduli. Arkana meminta semua pekerjanya tidak berada di area rumah utama selain pekerja voice bel nya yang tak lain adalah Kasih.