Semenjak Riska menjalin cinta dengan Mannaf,dia seolah dapat semangat baru.Apalagi ini cinta pertama bagi Riska.
Hari-hari terasa menyenangkan apalagi jika bertemu mskipun rasa grogi,deg deg an tapi menyenangkan, berjam-jam bersama terasa sebentar.
Meskipun hanya bisa saling pandang sambil pegangan tangan.Bagi mereka itu moment yang mendebarkan sekaligus menyenangkan yang mampu mengobati rindu.Yah begitulah hal senang itu akan terasa sebentar.Jika hati dalam perasaan senang.
Apalagi tiap bertemu Riska selalu dapat kejutan yang berbeda yang bisa mewarnai hidupnya akhir-akhir ini.
Perhatian dan dukungan dari orang terkasih mampu mengalihkan pikiran Riska atas perlakuan orang tuanya.Sehingga ada semangat untuk menjalani hari dengan harapan pasti.Kehidupannya kini seimbang ada senang,ada sedihnya.
Hadirnya Mannaf dalam hidup Riska seolah mimpi indah yang lahir menjadi nyata.Bisa tersenyum menikmati indahnya hari, memberikan setitik rasa, melahirkan sejuta bahagia.
Keraguan yang perlahan-lahan berubah menjadi keyakinan di setiap pertemuan.
Kini Riska menyadari pertemuan itu tidak akan salah tempat,tidak akan salah waktu apalagi salah orang.
Ternyata benar kehadirannya di awal pertemuan menumbuhkan rasa penasaran, pertemuan berikutnya menumbuhkan rasa rindu, pertemuan selanjutnya menumbuhkan rasa candu ingin selalu di dekatmu dan selalu bersamamu.
Rasanya hidup tak akan berarti tanpa hadirnya cinta dan jatuh cinta.Kita menjadi berharga bagi seseorang yang mencintai kita.
Cinta mengajarkan melihat dengan memejam,mengerti tanpa perlu dijelaskan,berusaha menepati tanpa perlu berjanji.