Hidup bukan tentang mendapatkan apa yang dimiliki.Tapi tentang menghargai dan mensyukuri apa yang dimiliki.
Bunga yang paling indah yang muncul di dalam jiwa adalah rasa syukur.
Kabar kelulusan Riska di sambut Mannaf dengan suka cita.Mannaf telah mempersiapkan hadiah untuk Riska atas kelulusannya.
Sore itu Mannaf sengaja mengirim pesan pada Riska, yang isi pesannya jika dia lagi sakit di rumah temannya bernama Ridho.
Sontak saja Riska jadi panik dan bersiap-siap datang ke rumah teman Mannaf sesuai alamat yang di sebutkan dalam pesan tersebut.
Selang tiga puluh menit Riska sudah sampai di alamat temen Mannaf.Setelah memarkirkan motor di tempat yang tersedia Riska mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum?"ucap Riska.
"Wa'alaikumsalam,ucap Ridho teman sekaligus sahabat Mannaf.
"Apa bener kak Mannaf ada di sini?tanya Riska.
"O iya, silahkan masuk".ucap Ridho sambil membuka pintu lebih lebar.
Riska berjalan mengikuti Ridho sampai di taman belakang rumah Ridho yang banyak di tanami bunga anggrek dan berbagi pohon buah.Disana terdapat gazebo minimalis yang terlihat nyaman.
Di sanalah Mannaf berada,dia sedang duduk santai sambil memainkan handphone.
Melihat itu Riska cepat menghampirinya tak lupa mengucapkan salam.
"Assalamualaikum,mana yang sakit kak?"ucap Riska yang tampak khawatir sambil melihat Mannaf dari ujung kepala hingga kaki
"Wa'alaikumsalam."ucap Mannaf sambil tersenyum.
Setelah mengantar Riska sampai di taman belakang Ridho meninggalkan tempat itu,meninggalkan dua sejoli yang beberapa hari tidak bertemu.
"Katanya sakit?Mana yang sakit?Tapi kok terlihat baik-baik saja?"tanya Riska.
"Aku memang sakit tapi tak terlihat dalam fisik luarnya."ucap Mannaf sambil menampilkan wajah lesunya.
"Sakit apanya?Sakit bagian tubuh dalam,kak?"tanya Riska terlihat khawatir.
"Ni lho aku meriang".ucap Mannaf.
Riska menyentuh kening Mannaf sambil berucap" normal gak demam kok!Kakak bohongi aku?"
"Beneran,aku meriang.Merindukan kasih sayang darimu...kangen tau"ucap Mannaf sambil tersenyum.
"Ih kakak ngerjain aku ya?Aku tu khawatir banget tak kira sakit apa?"ucap Riska sambil cemberut memanyunkan bibirnya.
"Emang kamu gak kangen nih?"sambil menaik turunkan kedua alisnya."Ok, terima kasih udah khawatir padaku itu pertanda kamu menyayangiku."ucap Mannaf sambil tersenyum menggoda.
"Ih kakak kok gitu,gak lucu tau!"ucap Riska menampilkan wajah kesalnya.
"Jangan cemberut gitu dong.Aku cuma mau ngucapin selamat atas kelulusan mu."ucap Mannaf sambil menyerahkan sebuah kotak yang di hiasi pita pink.
"Ini apa kak?Terima kasih kak tapi gak perlu repot-repot kasih beginian."ucap Riska sambil menerima kotak tersebut dengan wajah berbinar.
"Aku buka boleh kak?"tanya Riska.
"Ya boleh,kan itu aku berikan jadi udah jadi milikmu,jadi bebas kamu apakan."jawab Mannaf.
Perlahan Riska membuka kotak tersebut,setelah melihat isinya wajahnya terlihat senang.
"Wow gelang rantai berukiran nama kakak?Yakin ini buat aku?Aku rasa ini tak pantas untukku."ucap Riska.
Gelang itu terlihat indah yang terdapat mutiara dan berukiran nama Mannaf.
"Kenapa?Kamu gak suka?Padahal aku berharap kamu menyukainya."ucap Mannaf sambil menampilkan wajah agak kecewa.
"Bukan begitu kak,aku suka sekali.Ini terlalu berlebihan untukku.Makasih ya kak."ucap Riska.
"Apa kamu tau makna dari pemberianku ini?"tanya Mannaf.
"Memang ada artinya kak?Emang apa artinya"tanya Riska penasaran.
"Ya pasti ada lah setiap pemberian pasti ada maknanya.Maknanya gelang rantai ini di pasang di tanganmu berarti kamu udah aku rantai dengan cinta.Makanya itu berukiran namaku menandakan yang merantai cintamu adalah aku."ucap Mannaf sambil tertawa.
"Ih masak seperti itu sih?"ucap Riska menampilkan wajah berfikir seolah tak percaya.Pasti Mannaf mengarang cerita.
"Ya terserah kalau kamu tak percaya.Intinya aku memberikan gelang itu bermaksud seperti itu.Aku harap jaga hatimu hanya untukku."ucap Mannaf serius.
"O iya weekend besok kakak ada acara gak?"tanya Riska.
"Kenapa memangnya?Kamu mau ada perlu kemana?Mau aku antar kan?"ucap Mannaf balik bertanya.
"Ih kakak,gak di jawab malah balik tanya.Kalau gak ada acara mau gak kita berlibur bareng temen-temen aku?"ucap Riska.
"O ceritanya mau ngajak aku to?Ok tak masalah,apa sih yang gak buat kamu?Kirain mau intro grasi aku?"ucap Mannaf sambil mengulum senyum.
"Kenapa?Kakak keberatan,kalau aku tanya-tanya tentang kakak?"tanya Riska.
"Ya gak lah,aku malah seneng itu tandanya kamu perhatikan ke aku."ucap Mannaf sambil tersenyum dan mencubit sebelah pipi Riska.
"Ih sakit kak"ucap Riska sambil mencoba mau membalas cubitan Mannaf.Tapi sebelum Riska menyentuh pipi Mannaf,Mannaf segera menghindar dan lari.Jadilah mereka kejar-kejaran di taman itu seolah anak kecil.