Di suatu desa yang kecil namun sangat terjaga oleh keindahan alamnya, serta udara yang masih sangat terasa sejuk dan sangat mempesona dan menarik mata.
Dalam desa tersebut, tidak begitu banyak warga yang tinggal.
Namun, walaupun demikian desa tersebut selalu ramai karena banyak anak anak yang slalu mengisi hari hari dengan bermain.
Setiap keluarga selalu membesakan anak-anaknya untuk bermain, menikmati masa kanak-kanak bersama dengan teman sebaya nya.
Tetapi tidak dengan satu keluarga yang berada di ujung desa, sebut saja beliau Keluarga Bapak Suhendra dan Ibu Fatima.
Bapak Suhendra yang bekerja sebagai Petani Berdasi dan Ibu Fatima sebagai salah satu karyawan di sebuah perusahaan.
Mereka masih termasuk rumah tangga yang masih baru saja memulai membangun bahterai rumah tangga.
Namun, yang di harapkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi kepada mereka.
3 bulan telah berlalu hari pernikahan mereka, namun tidak sekalipun terdapat keharmonisan di dalam keluarga kecil kereka tersebut.
sangat lain dari keluarga-keluarga baru yang di luar sana.
Tidak di ketahui apa penyebabnya, sehingga mereka selalu dalam keributan.
Di desa tersebut tak jarang warga mendengar keributan yang sering terjadi di rumah pak Suhendra dan ibu Fatima. Bahkan anak-anak yang sering bermain di sekitar halaman rumah mereka pun sering mendengar pertikaian yang keluar dari rumah kecil itu. Yang seharusnya rumah itu di isi dengan keharmonisan karena baru saja membangun rumah tangga, Namun tak sesuai dengan yang mereka impikan sebelumnya.
Bahkan, Tidak jarang pula menjadi bahan omongan tetangga hingga satu desa.
Tiga Bulan sudah lamanya mereka membangun keharmonisan tersebut, tetapi sampai saat itu pulak mereka belum menemukan apa yang mereka inginkan. Sehingga Orang tua mereka pun turut turun tangan untuk menyelesaikan pertikaian tersebut agar keluarga baru anak mereka dapat menikmati keharmonisan dan menjadi sebuah keluarga yang dapat di contoh di keluarga dan juga masyarakat sekitar mereka berada.
Dengan demikian, Akhirnya kedua orang tua mereka pun kian merasakan tidak ada tanda-tanda keharmonisan itu yang terpancar.